korupsi

Sidang Pinangki: Saksi Mengaku Dekat dengan Maruf Amin dan Anwar Ibrahim

KONFRONTASI-Saksi dalam persidangan jaksa Pinangki Sirna Malasari bernama Rahmat mengungkapkan kedekatannya dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

"Setahu saudara kenapa ada nama saudara disebut Rahmat Maruf Amin di kontak terdakwa Pinangki?" tanya anggota majelis Agus Salim dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

"Saya tidak tahu Pak, tanya Bu Pinangki," jawab Rahmat.

Berantas Mafia Tanah, BPN Disarankan Gandeng KPK

KONFRONTASI-Mantan Juru Bicara Presiden, Johan Budi, mengusulkan agar Kementerian ATR/BPN menggandeng KPK untuk memberantas praktik mafia tanah yang merugikan.

"Saya punya usul kerja sama dengan KPK dalam domain pencegahan berkaitan dengan sengketa kepemilikan tanah," kata Johan Budi, Sabtu.

Johan yang pernah duduk sebagai Plt Komisioner KPK menilai penyelesaian sengketa tanah terbilang cukup rumit.

KPK Usut Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja di Papua

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32, di Kabupaten Mimika, Papua, Tahun Anggaran 2015.

"Benar saat ini KPK sedang melakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu (4/11).

Pinangki 23 Kali ke Luar Negeri untuk Bantu Perkara Djoko Tjandra

KONFRONTASI--Jaksa Pinangki Sirna Malasari disebut melakukan perjalanan luar negeri sebanyak 23 kali terkait dengan perbantuan penanganan perkara yang menjerat terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Pinangki diketahui menggunakan dua paspor untuk bepergian ke Kuala Lumpur, Malaysia dan Singapura. Hal tersebut terungkap dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11).

KPK Cecar Dirkeu Waskita Karya Soal Proyek Fiktif

KONFRONTASI-Sebanyak empat orang diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam dugaan penerimaan uang dari pelaksanaan proyek sub kontraktor fiktif di PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Mereka yang diperiksa adalah mantan Dirut PT Jasa Marga Bali Tol, Akhmad Tito Karim; PNS Dinas PU Pemprov DKI Jakarta tahun 2009-2011, Riswan Effendi; PNS Kementerian Pekerjaan Umum Ditjen Cipta Karya, Michael Tiwang; dan Direktur Keuangan PT Waskita Karya, Haris Gunawan.

Bacakan Pledoi, Heru Hidayat Bantah Nikamati Aliran Dana Jiwasraya Rp10 Triliun

KONFRONTASI-Tuduhan menikmati aliran dana hingga Rp 10 triliun dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dibantah Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat.

Hal tersebut disampaikan dalam nota pembelaan atau pledoi Heru Hidayat, yang dibacakan dalam lanjutan persidangan perkara Asuransi Jiwasraya, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).

Tuntut Benny Tjokro Seumur Hidup Penjara, Kejagung Diapresiasi

KONFRONTASI-Praktisi hukum Fahri Bachmid mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang menuntut Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro atas dugaan korupsi di korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan penjara seumur hidup.

Menurutnya, tuntutan itu sangat penting dalam praktik penerapan hukum tipikor di Indonesia saat ini.

KPK akan Lelang 11 Ponsel Hasil Rampasan Kasus Korupsi

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III, Senin (26/10) akan melelang 11 telepon seluler yang merupakan barang rampasan negara dari perkara tindak pidana korupsi (tipikor).

"Objek lelangnya satu paket terdiri dari 11 handphone," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

11 telepon seluler terdiri dari Apple model iPhone XS, Samsung model Galaxy Note8, OPPO model F7, Samsung model DUOS, Apple model iPhone 8, Samsung model DUOS.

MAKI: Skandal Jiwasraya Cetak Rekor Baru Vonis Seumur Hidup

KONFRONTASI- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis empat terdakwa kasus korupsi Jiwasraya divonis hukuman penjara seumur hidup.

Mereka adalah mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.

Pages