Korsel

Suhu Politik Korsel Terus Memanas, Para Petinggi Partai Berkuasa Berniat Mundur Massal

KONFRONTASI-Suhu politik Korea Selatan (Korea Selatan) terus memanas. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah pemimpin partai yang berkuasa di Korea Selatan menyampaikan pernyataan akan mengundurkan diri secara massal. Mereka mengaku tak ingin berada di tengah situasi yang terus memanas.

Oposisi Korsel Belum Satu Kata Soal Pemakzulan Presiden

KONFRONTASI-Suhu polisi di Korea Selatan (Korsel) memanas terkait pemakzulan sang presiden. Partai oposisi di Korea Selatan, Kamis (11/2), berselisih atas kapan mereka membawa mosi pemakzulan terhadap perkara Presiden Park Geun-hye dan yang jauh terpisah dari partai konservatif-nya, yang mengusulkan undur diri.

Park pada Selasa meminta parlemen memutuskan bagaimana dan kapan dia harus mundur dalam peristiwa “penjajakan pengaruh” tersebut.

Korsel Siaga Flu Burung

KONFRONTASI-Korea Selatan, Rabu, meningkatkan status flu burung ke tingkat "siaga" tertinggi kedua setelah kasus pertama virus H5N6 muncul pekan lalu dan dua peternakan bebek dinyatakan positif terjangkit.

Wabah baru flu burung ditemukan di dua peternakan bebek di wilayah tengah dan Barat Daya, kata Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pembangunan Daerah Pedesaan, Rabu.

Seluruh 30.500 ekor bebek di kedua peternakan itu telah dimusnahkan.

Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan Tuntut Presiden Korsel Mundur

KONFRONTASI-Puluhan ribu warga Korea Selatan turun ke jalan di Seoul, Sabtu, dalam unjuk rasa terbesar di ibu kota negara itu dalam beberapa tahun ini, untuk meminta Presiden Park Geun-hey mundur dari jabatannya terkait skandal menjajakan pengaruhnya.

Sekitar 43.000 orang berarak-arakan dengan membawa lilin menyala pada sabtu malam, kata polisi, lapor Reuters.

Penyelenggaranya mengatakan bahwa kerumunan 100.000 orang sudah berkumpul, sehingga menjadi unjuk rasa terbesar sejak gerakan menentang impor daging dari Amerika Serikat pada 2008.

Presiden Korsel Angkat PM Baru

KONFRONTASI-Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, akan menunjuk PM baru yakni Kim Byong-joon untuk menggantikan PM Hwang Kyo-ahn. Kim adalah bekas pembantu utama dari presiden terdahulu, Roh Moo-hyun.

Posisi PM di Korsel sebenarnya hanya simbol karena kekuasaan terpusat kepada presiden. Penggantian PM hanya membutuhkan persetujuan parlemen. Para pihak oposisi menyatakan perombakan kabinet hanya pengalihan dan menentang pengangkatan Kim.

Korsel Dihantam Topan Chaba: Enam Tewas, Empat Hilang

KONFRONTASI - Topan Chaba menghantam pantai selatan Korea Selatan pada Kamis. Topan Chaba disertai angin kencang dan hujan lebat yang memicu banjir bandang, mengakibatkan enam korban jiwa serta empat orang hilang.

Badai dahsyat tersebut melintasi ujung selatan Semenanjung Korea pada Rabu, menerjang Pelabuhan Busan — kota terbesar kedua Korea Selatan — dan kota industri Ulsan.

Di Ulsan, seorang pria tenggelam di dekat apartemennya dan seorang wanita ditemukan tewas di sebuah tempat parkir bawah tanah.

2016, Kemenpar Targetkan Kunjungan 400 Ribu Wisatawan Korsel

KONFRONTASI-Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asal Korea Selatan sebesar 400 ribu orang pada 2016.

"Jumlah wisman Korea (Selatan) pada tahun 2015 adalah 338.671 orang. Sedangkan target tahun 2016 yakni 400 ribu orang (wisman Korsel) atau naik 18 persen," kata Kepala Bidang Perjalanan Wisata Pengenalan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata, Taufik Nurhidayat, pada Jumat.

Muslim Indonesia Mau Bangun Masjid di Korsel

KONFRONTASI - Komunitas Muslim Indonesia di Korea Selatan (Korsel) berencana membangun dua masjid di kota Gumi dan Daigu.

"Masjid di Gumi butuh dana Rp7 miliar, sedangkan di Daigu butuh Rp5 miliar," kata Ketua Komunitas Muslim Indonesia di Korea Selatan (KMI) Suripto Ilham dalam siaran persnya, Rabu.

Mereka menggalang dana untuk pembangunan masjid antara lain lewat kegiatan pengajian akbar dan silaturahmi yang setiap tahun digelar dan diikuti oleh ribuan pekerja Indonesia di seluruh negara tersebut.

Korsel Desak Korut Batalkan Rencana Peluncuran Roket

Konfrontasi - Korea Selatan pada Rabu (3/2) mendesak Korea Utara membatalkan peluncuran roket yang sebentar lagi dilakukan, dengan memperingatkan bahaya yang akan timbul jika Pyongyang tetap dengan rencananya.

Dalam sebuah pernyataan pemerintah, Korsel mengatakan bahwa tiap pengujian peluru kendali yang disamarkan dengan peluncuran satelit akan menimbulkan "ancaman besar" terhadap perdamaian dan keamanan dunia.

Pages