Korea Utara

Pakar: 3 Negara Gabung Kim Jong-un Jika Perang dengan AS

Konfrontasi - Pakar East Asia di Amerika Serikat (AS), Gordon Chang, mengatakan bahwa setidaknya tiga negara akan siap bergabung dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un jika perang dengan AS benar-benar terjadi. Ketiga negara itu adalah China, Rusia dan Iran.

Perseteruan antara Washington dan Pyongyang telah memicu kekhawatiran pecahnya Perang Dunia III setelah Kim Jong-un menolak tekanan AS untuk melucuti program senjata nuklirnya.

Kim Jong Un Siap Berdialog dengan Korsel

KONFRONTASI-Pemimpin Korea Utara ( Korut), Kim Jong Un, menegaskan siap membuka pintu dialog dengan tetangganya, Korea Selatan ( Korsel).

Dalam pandangan Kim, baik Utara maupun Selatan harus mengesampingkan masal lalu dan meningkatkan relasi dalam usaha melakukan reunifikasi.

"Masing-masing harus menurunkan ketegangan di kalangan militer demi tercapainya kedamaian di Semenanjung Korea," ujar Kim dalam pidato Tahun Baru dikutip AFP Senin (1/1/2018).

Korsel Sita Minyak yang Ditransfer ke Kapal Korut

Konfrontasi - Korea Selatan memeriksa dan menyita sementara kapal asal Hong Kong pada Oktober lalu atas tuduhan menyalurkan produk olahan minyak ke sebuah kapal berbendera Korea Utara (Korut). Transfer minyak ini dinilai melanggar sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Korut.

The Lighthouse Winmore, kapal yang disewa sebuah perusahaan Taiwan dan membawa sekitar 600 ton produk minyak dari pelabuhan Yeosu di Korsel, memindahkan sebagian muatannya ke sebuah kapal Korut pada 19 Oktober.

Komunis Korea Utara Bela Palestina, Kecam AS soal Yerusalem

KONFRONTASI- Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, menuai kecaman dari seluruh dunia.

Korea Utara ( Korut), yang notabene merupakan musuh AS, tidak ketinggalan mengecam langkah politik presiden 71 tahun itu.

Melalui kantor beritanya KCNA, seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017), Pyongyang menyatakan tidak terkejut dengan aksi Trump yang mereka sebut sebagai dotard atau "orang tua yang punya penyakit mental".

Media di Korsel Edarkan Cara Lindungi Diri dari Nuklir

Konfrontasi - Sebuah surat kabar yang terbit di Korea Selatan memuat artikel sebanyak satu halaman penuh yang berisi petunjuk untuk selamatkan diri dari nuklir. Koran yang dikelola pemerintah di sebuah provinsi perbatasan China timur itu memberi informasi pada pembaca bagaimana cara terbaik bertahan jika terjadi serangan nuklir.

Melalui artikel bertajuk "Pengetahuan Umum tentang Senjata dan Perlindungan Nuklir," ditampilkan secara penuh di halaman depan harian Jilin Newspaper, surat kabar resmi provinsi Jilin. Provinsi ini memiliki perbatasan sepanjang 1.200 km dengan Korea Utara.

Diberitakan oleh Shanghaiist, 8 Desember 2017, artikel tersebut merinci beberapa informasi dasar dan sejarah tentang senjata nuklir, termasuk seberapa jauh gelombang ledakan bisa tercapai. Artikel itu juga memberikan beberapa petunjuk bermanfaat tentang apa yang harus dilakukan jika terjadi serangan nuklir.

Menurut artikel tersebut, seseorang seharusnya tidak melihat bola api nuklir, tapi langsung jatuhkan diri ke tanah dan mencari penutup. Jika tubuh berada di dekat air, lompatlah.

Setelah itu, untuk menghindari kontaminasi, pembaca disarankan untuk tetap di rumah dan menutup semua jendela dan pintu. Semua pakaian harus digosok dan dicuci dengan seksama. Pembaca juga harus mandi, memberi perhatian khusus untuk membersihkan bagian dalam mulut dan telinga.

Jika kebetulan mengkonsumsi sesuatu yang terkontaminasi radiasi, maka disarankan harus segera memaksa diri untuk memuntahkannya kembali. Untuk membantu pembaca mengingat tip ini, makalah tersebut juga menyertakan ilustrasi kartun.

Media di Korsel Edarkan Cara Lindungi Diri dari Nuklir

Meski tak menyinggung nama Korea Utara, namun bisa dipahami mengapa koran tersebut menerbitkan artikel ini. Selama beberapa bulan terakhir, Korea Utara terus melakukan uji coba nuklir dengan kemampuan yang konon terus di upgrade. Selama beberapa hari terakhir, AS juga  melakukan latihan besar-besaran bersama di atas semenanjung Korea. Latihan bersama itu membuat Pyongyang memperingatkan bahwa negara-negara mendekati "ambang perang."

Pages