Korea Utara

Pyongyang Kembali Tembakkan Rudal Balistik di Laut Jepang

Konfrontasi - Korea Utara menembakkan rudal balistik dari kapal selam (SLBM) dari lepas pantai timur negara itu, di Laut Timur atau Laut Jepang, Sabtu (23/4/2016).

Setelah sukses di darat, Korut kini melakukan pengujian rudal balistik di laut.

Otoritas Korea Selatan mengatakan, peningkatan uji coba nuklir oleh Pyongyang itu dilakukan senjelang pertemuan puncak partai yang berkuasa di Korut, Mei mendatang.

Korut Bandel, China Frustasi

KONFRONTASI-Pelanggaran yang terus dilakukan Korea Utara soal peningkatan senjata nuklir membuat China frustasi. China seperti tak berdaya meminta bantuan untuk menekan negara tersebut.

Menurut pejabat militer Amerika Serikat, China khawatir tekanan yang dilakukan pada Korea Utara akan menguatkan rezim Kim Jong Un. Seperti dikutip dari Reuters, Selasa, 19 April 2016, Jenderal Vincent Brooks, yang memimpin militer AS di wilayah Pasifik mengaku tak optimis dengan arah militer Korea Utara.

Uji Coba Nuklir Korea Utara Agaknya Segera Dilaksanakan

KONFRONTASI - Korea Utara diperkirakan akan melaksanakan uji coba nuklir kelima dalam beberapa waktu mendatang, kemungkinan sebelum kongres partai pada awal Mei, sebuah laporan media mengatakan pada Minggu (17/4).

Media itu mengutip sejumlah sumber dari pemerintah Korea Selatan berdasarkan pengetahuan mereka terkait aktivitas yang dilaksanakan di lokasi pengujian Korea Utara.

PBB Menyeru Korea Utara Latihan Menahan Diri

KONFRONTASI - PBB pada Jumat (15/4) kembali mendesak Korea Utara (Democratic People's Republic of Korea/DPRK) untuk latihan menahan diri setelah negara itu gagal meluncurkan rudal balistik.

Saat menjawab pertanyaan para pewarta tentang reaksi PBB terhadap peluncuran rudal Korea Utara, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengatakan,"kami tentunya mengetahui laporan terkini tentang aktivitas DPRK, yang mengkhawatirkan. Kami sekali lagi menyeru DPRK untuk latihan menahan diri."

Pasca Uji Rudal Nuklir, Kim Jong-Un: Semua Musuh dalam Jangkauan

Konfrontasi - Korea Utara (Korut) kembali pamer kekuatan persenjataan dan nuklirnya. Kemarin (9/4) negeri yang dipimpin Kim Jong-un itu telah berhasil menguji coba mesin peluncur roket yang dirancang khusus untuk dipasang di rudal balistik lintas benua (ICBM). Pyongyang menyebut mesin itu sebagai jaminan keberhasilan serangan nuklir Korut ke Benua Amerika.

 ''Uji coba bawah tanah itu diperintahkan dan diawasi langsung oleh Pemimpin Kim Jong-un,'' terang kantor berita KCNA, Minggu (10/4/2016).

Pyongyang Jawab Peringatan AS, Korsel dan Jepang Lewat Tembakkan Rudal ke Laut

Konfrontasi - Korea Utara menembakkan rudal ke laut lepas pantai timur, pada Jumat (1/4/2016). Peristiwa itu terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Barack Obama bertemu Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang memperingatkan Pyongyang untuk mengakhiri provokasi dan tekanan.

Proyektil tersebut ditembakkan dari wilayah dekat pantai timur Korut pada pukul 12.45 siang waktu setempat, kata seorang pejabat militer Korea Selatan, seperti dilansir dari situs Reuters, Jumat (1/4/2016).

Uni Eropa Perluas Sanksi Finansial bagi Korut

KONFRONTASI-Uni Eropa (UE) memperluas sanksi perdagangan dan finansial bagi Korea Utara (Korut) menyusul sanksi baru yang diberlakukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) awal bulan ini.

Badan Aksi Eksternal Uni Eropa yang mengatur kebijakan internasional UE, mengatakan bahwa sanski baru juga memberlakukan larangan ekspor dan impor barang-barang yang bisa membantu meningkatkan kapasitas pasukan bersenjata Korut. 

AS Jatuhkan Sanksi Baru kepada Korea Utara

Konfrontasi - Presiden Barack Obama mengenakan sanksi baru kepada Korea Utara, Rabu (16/3) waktu setempat, untuk mengisolasi lebih jauh pemimpin negeri itu setelah berbagai tindakan Pyongyang belakangan ini yang dianggap Washington dan sekutunya sebagai provokatif.

Perintah presiden itu membekukan semua properti pemerintah Korea Utara di AS dan melarang ekspor barang-barang AS ke Korea Utara.

Pages