Korea Utara

Tutup Lokasi Uji Nuklir, Kim Jong-un Janji Bakal Undang Ahli AS Sebagai Saksi

KONFRONTASI-Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berjanji akan mengundang para ahli dan jurnalis Amerika Serikat untuk menyaksikan penutupan lokasi uji coba nuklir negara itu bulan depan, kata kantor kepresidenan Korea Selatan, Minggu (29/04).

“Kim mengatakan... bahwa dia akan melakukan penutupan tempat uji coba nuklir pada Mei, dan akan segera mengundang para ahli dari Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk memberi tahu proses tersebut kepada komunitas internasional dengan transparansi,” kata juru bicara kepresidenan Seoul, Yoon Young-chan.

Kim Jong-un: Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal dan Nuklir

Konfrontasi - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan akan menangguhkan uji coba rudal dan menutup tempat uji coba nuklir secepatnya.

“Mulai 21 April, Korea Utara akan menghentikan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik antar benua," seperti diberitakan kantor berita pemerintah Korut KCNA.

Menurut laporan media pemerintah, keputusan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdamaian di semenanjung Korea.

Kim akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pekan depan.

Donald Trump Disebut Persiapkan Opsi Militer untuk Hantam Korea Utara

KONFRONTASI - Pakar Ilmu Hubungan Internasional UGM Yogyakarta, Nur Yuliantoro, menilai opsi militer masih menjadi pertimbangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Korea Utara jika pertemuan puncak kedua pemimpin negara pada akhir Mei tidak berakhir positif.

"Pandangan ini bisa dilihat dari sejumlah pernyataan Trump di akun Tweeter-nya, dari situ tampak bahwa dia masih melihat opsi militer sebagai kebijakan yang mungkin dilakukan," ujar Yuliantoro, saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Obama: Korea Utara Adalah Ancaman Nyata

KONFRONTASI-Korea Utara menimbulkan “ancaman nyata” yang solusinya akan membutuhkan kerja sama internasional, kata mantan presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dalam kunjungan ke Jepang, Minggu (25/03).

Obama juga mengatakan AS perlu memastikan keberadaan sistem pertahanan untuk melindungi negara-negara di kawasan itu dari kemungkinan serangan rudal Korea Utara.

Pages