Korea Utara

Kakak Kim Jong-Un yang Terbunuh di Malaysia Pernah Terlihat di Jakarta

KONFRONTASI-Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un dikabarkan tewas dalam perjalanan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, menuju rumah sakit, Senin kemarin.

Jong-Nam, kabarnya dibunuh oleh dua perempuan yang diduga bagian dari operasi Korea Utara, untuk menghabisi tokoh yang mengambil posisi berseberangan dengan Kim Jong-Un ini.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari berbagai sumber di pemerintahan Korea Selatan, dua perempuan itu menggunakan jarum beracun untuk menghabisi nyawa Jong-Nam.

Malaysia Kecam Peluncuran Rudal Korut

KONFRONTASI-Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Luar Negeri, Senin mengecam peluncuran rudal berdaya jarak menengah oleh Korea Utara karena dianggap telah melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB).

"Pemerintah Malaysia menyesali uji coba rudal Korut karena mengancam perdamaian dan keamanan dunia," kata kementerian itu.

Pihak itu menambahkan, uji coba rudal Korut hanya akan meningkatkan tensi di kawasan serta mengancam terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea, bahkan dunia.

Rakyat Korut Dilarang Rayakan Natal, Tapi Wajib Rayakan Ultah Nenek Kim Jong-un

KONFRONTASI-Kim Jong-un kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial. Kali ini diktator Korea Utara tersebut ingin Umat Kristiani di negaranya merayakan ulang tahun neneknya, Kim Jong-suk, bukan merasakan keceriaan Natal.

Jong-suk yang lahir pada malam Natal 1919, merupakan istri gerilyawan anti-Jepang, aktivis komunis, dan diktator pertama Korea Utara, Kim Il-sung, dan ibu dari ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il.

130 Dokter Pribadi Awasi Diabetes Kim Jong-Un

Konfrontasi - Diktator Korea Utara, Kim Jong-un rupanya memiliki 130 dokter yang menjaganya tetap sehat. Dia terancam terkena diabetes karena pola makan tidak sehat yang dia jalani.

Pembelot Hyeong-soo Kim yang melarikan diri dari Korut pada 2009, mengatakan dia secara misterius bekerja di Institut Longevity yang bertujuan untuk menjaga kesehatan pemimpin tertinggi itu.

Wahai Kim Jong-un, Kembalilah ke Jalan yang Benar

KONFRONTASI-Dunia internasional mengecam uji coba nuklir Korea Utara (Korut) pada Jumat (9/9). Bahkan sekutu baik Korut, Cina, ikut mengecam tindakan negara pimpinan Kim Jong-un tersebut. Pasalnya, tindakan Korea Utara ini melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-bangsa.

Menurut Menteri Luar Negeri China Yang Jiechi, mereka telah memanggil duta besar Korea Utara di Beijing untuk menyampaikan protesnya. Jiechi mengatakan, Cina sangat tidak senang dan tegas menentang Korea Utara untuk menghentikan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Kim Jong-un Makin Gila, Uji Nuklir Kelima Korut Lebih Dahsyat dari Bom Hiroshima

KONFRONTASI- Korea Utara melakukan uji nuklir kelima, Jumat, memantik ledakan lebih kuat dibandingkan dengan bom Hiroshima, dan mengatakan sudah menguasai kemampuan untuk menempatkan hulu ledak pada rudal balistik.

Itu adalah ledakan yang tercatat paling kuat menyusul uji pada Januari, yang memicu Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerapkan sanksi lebih keras, yang membuat Korea Utara makin terkucil namun gagal mencegah negara itu mempercepat pembangunan persenjataannya.

Korut Dilanda Banjir Parah, Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

KONFRONTASI-Banjir yang disebabkan oleh hujan lebat melanda Korea Utara pada pekan ini, menyebabkan 15 orang hilang dan ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal, menurut media pemerintah Pyongyang.

Sungai Tumen, yang menjadi bagian wilayah perbatasan antara China, Rusia dan Korea Utara, meluap menyebabkan "banjir terburuk yang pernah terjadi" di area tersebut, kata Kantor Berita Korea Pusat (KCNA) pada Jumat (2/9) malam.

Ukraina Akhiri Kebijakan Bebas Visa dengan Korut

KONFRONTASI-Ukraina mengakhiri kebijakan era Soviet yang mengizinkan perjalanan bebas visa bagi para warga Korea Utara, yang berada di bawah tekanan sejak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberlakukan sanksi-sanksi baru yang lebih ketat pada Maret.

Sebuah dokumen pemerintah Ukraina yang dilihat kantor berita Reuters menyebutkan bahwa pemerintah menyetujui satu dekrit pada 27 Juli untuk mengakhiri pakta dengan Korea Utara, pembeli utama tepung Ukraina, yang memungkinkan kunjungan bebas visa antara kedua negara.

Pages