Korea Utara

BMKG MENCATAT AKTIVITAS SEISMIK TAK LAZIM YANG BERPUSAT DI KOREA UTARA

KONFRONTASI - Hari Minggu tanggal 3 September 2017 pukul 10.30.04 WIB, jejaring gempabumi BMKG mencatat aktivitas seismik yang tak lazim.
Sebanyak 166 sensor seismik yang digunakan BMKG dalam menganalisis parameter kegempaan menunjukkan adanya sebuah “pusat gempa” dengan kekuatan M=6,2 terletak pada koordinat 41,29 LU dan 128,94 dengan kedalaman 1 km tepatnya di wilayah Negara Korea Utara.

Asia Memanas, Rudal Korut Lintasi Jepang, Korsel Kerahkan Pesawat Pengebom

KONFRONTASI-Sebuah rudal balistik dilaporkan telah ditembakkan Korea Utara dari dekat ibu kota Pyongyang yang melintasi wilayah angkasa Jepang dan jatuh di Samudra Pasifik di lepas pantai Pulau Hokkaido.

Sistem peringatan pemerintah Jepang sudah menyarankan agar warga sekitar berhati-hati namun tidak ada kerusakan yang dilaporkan.

Juga tidak ada usaha Jepang untuk menembak jatuh rudal yang terbang ke arah timur dengan jarak hampir 3.000 km.

Istri Kim Jong-un Diberitakan Lahirkan Anak Ketiga

KONFRONTASI-Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikaruniai anak ketiga menurut laporan-laporan yang disiarkan Selasa, setelah sang istri beberapa bulan tak muncul di hadapan publik.

Ibu Negara Ri Sol-ju melahirkan anak ketiga mereka pada Februari menurut warta kantor berita Yonhap mengutip keterangan anggota parlemen Korea Selatan yang memperoleh keterangan dari Dinas Intelijen Nasional.

Ri menghilang dari hadapan publik cukup lama tahun lalu, memicu spekulasi ia sedang hamil.

Indonesia Kecam Korea Utara Yang Luncurkan Rudal Melintasi Angkasa Jepang

KONFRONTASI -

Korea Utara menembakkan sebuah rudal dari dekat ibu kota Pyongyang yang melintasi wilayah udara Jepang dan jatuh di Samudra Pasifik di lepas pantai Pulau Hokaido.

Militer Jepang tak mengambil tindakan untuk menembak jatuh rudal yang melesat ke arah timur dengan jarak hampir 3.000 km itu.

Sistem peringatan pemerintah Jepang sudah menyarankan agar warga sekitar berhati-hati namun tidak ada kerusakan yang dilaporkan.

Korea Utara Kembali Tembakkan 3 Rudal Jarak Pendek

KONFRONTASI -  Korea Utara dilaporkan kembali meluncurkan tiga rudal jarak pendek dari sebuah lokasi di Provinsi Gangwon.

Mengutip BBC, Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyebutkan rudal itu sempat terbang hingga jarak 250 kilometer dari lokasi peluncuran pada Sabtu (26/8/2017) pukul 06:49 waktu setempat.

Sebelumnya, pihak militer AS menyebutkan bahwa dua rudal itu gagal diluncurkan, namun menurut pemeriksaan terakhir, satu rudal meledak setelah terbang sekitar 250 kilometer ke arah timur negara komunis tersebut.

Korut Kembali Uji Tiga Rudal Balistik, Semuanya Gagal

KONFRONTASI-Tiga peluru kendali (rudal) balistik jarak pendek kembali ditembakkan rezim Korea Utara ( Korut), Sabtu (26/8/2017) pagi, dari lepas pantai timur negera itu.

Militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menyebutkan, ketiga rudal itu berakhir dengan kegagalan. Bahkan, salah satunya meledak sesaat setelah ditembakkan, demikian dilaporkan The Guardian.

Peluncuran tiga rudal jarak pendek itu terjadi pada saat AS dan sekutunya Korsel sedang menggelar latihan militer yang oleh Korut disebut sebagai persiapan untuk invasi.

Korut Peroleh Dana Miliaran Dolar dari Kebohongan Denuklirisasi

KONFRONTASI- Rangkaian episode agresi nuklir Korea Utara biasanya diinterpretasikan sebagai aksi unjuk kekuasaan. Namun, ternyata perilaku Korut tersebut malah mengalirkan dana bagi negara tersebut.

"Bagi Pyongyang, perlu bayaran untuk memprovokasi. Perilaku baik hanya bisa membeli ketidakpedulian dari tetangga kaya, perilaku jahat membeli aliran miliaran dana," kata Sung Yong Lee, profesor studi Korea di Tufts University seperti dikutip dari CNBC, Selasa (15/8/2017).

Jerman Tolak Rencana Trump Gunakan Aksi Militer Terkait Korut

KONFRONTASI-Jerman menolak untuk terlibat dalam rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengerahkan militer terkait Korea Utara. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, aksi militer bukanlah solusi yang tepat untuk krisis di Semenanjung Korea.

’’Saya tidak melihat aksi militer akan menjadi solusi yang tepat bagi konflik yang berlangsung. Saya lebih memilih jalur yang diambil Dewan Keamanan (DK) PBB,’’ ungkapnya dalam jumpa pers di Kota Berlin, Jumat (11/8).

Pages