Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)

KNKT akan Gandeng Singapura dan AS Bantu Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182

Konfrontasi - Ketua Sub Komite IK Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Capt Nurcahyo Utomo menyampaikan perkembangan kegiatan investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Dia mengatakan KNKT akan menggandeng Singapura dan Amerika Serikat (AS) dalam investigasi.

Nurcahyo memaparkan, KNKT sudah mengirimkan timnya ke lokasi. Ada tiga investigator yang tadi pagi berangkat dari Tanjung Priok, dan tadi sore bergabung bersama tim menggelar proses pencarian.

Sinyal Black Box Ditemukan, Panglima TNI Harap Bisa Segera Diangkat

Konfrontasi - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengungkapkan informasi terbaru mengenai pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang diduga hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021).

Berdasarkan informasinya, lokasi black box yang diduga milik pesawat rute Jakarta-Pontianak itu telah ditemukan dan ditandai.

Hal ini dikarenakan adanya sinyal yang keluar dari benda diduga black box. Hadi berharap, black box tak terlalu lama dapat segera diangkat.

Kasus Bus Karina Terbakar, Ini Tiga Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Konfrontasi - Peristiwa bus terbakar baru saja terjadi pada bus double decker milik PO Karina di pool Karina TB Simatupang, Sabtu (24/10/2020). Kejadian bus terbakar ini bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan mengatakan, ada tiga hal yang bisa menyebabkan bus terbakar. Seperti pembebanan arus yang salah, instalasi yang tidak sesuai dan material yang kurang baik.

Batik Air Mendarat Darurat di Bandara El Tari Kupang

Konfrontasi - Pesawat Batik Air seri A-320 dengan nomor penerbangan ID-6548 tujuan Jakarta-Kupang, mendarat darurat di bandara El Tari Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 12.30 wita.

Diduga, sang pilot terkena serangan jantung saat pesawat hendak landing di bandara El Tari. Petugas KNKT bergerak cepat memeriksa kondisi pesawat, lalu menarik pesawat ke apron. Sementara sang pilot langsung dilarikan ke rumah sakit Siloam Kupang.

Mesin dan Roda Lion Air Sudah Tiba, KNKT: Akan Kami Teliti

Konfrontasi - Tim SAR telah menemukan mesin dan roda pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT akan meneliti komponen tersebut.

"Apabila sudah diserahkan kepada KNKT maka kami akan lakukan penelitian terhadap komponen tersebut," ujar Ketua KNKT Nurcahyo Utomo di kantornya, Jakarta Pusat, Minggu, 4 November 2018. 

Pengamat Transportasi Minta Tempat Wisata Sediakan Tempat Istirahat Sopir

Konfrontasi - Tempat wisata didesak untuk menyediakan tempat peristirahatan khusus untuk sopir bus agar tidak kelelahan yang berpotensi terhadap kecelakaan fatal.

"Kecelakaan bus pariwisata sangat sering terjadi, beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya antara lain sopir bus pariwisata sering alami perlakuan yang kurang menyehatkan fisiknya," kata Pengamat Transportasi Universitas Soegijapranata Djoko Setijowarno dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (11/2/2018).

Desakan itu kembali dikeluarkan terkait kecelakaan di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (10/2) sore yang merenggut nyawa 27 orang dan belasan lainnya luka-luka.

Dia menjelaskan pada umumnya kecelakaan disebabkan faktor manusia, prasarana, sarana dan lingkungan.

Setiap kecelakaan, lanjut dia, penyebabnya beragam, karena itu perlunya investigasi oleh institusi yang telah ditunjuk, yakni Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Seharusnya tempat wisata atau tempat menginap wisatawan juga menyediakan ruang khusus buat pengemudi bus wisata. Hasil tersebut sudah pernah direkomendasikan KNKT yang ditujukan ke Kementerian Pariwisata dalam hal membuat standar pelayanan minimum untuk kawasan wisata dan asosiasi perhotelan," katanya.

Menurut Djoko, supaya kondisi fisik pengemudi bisa pulih dan tidak mudah ngantuk ketika mengemudi karena tidak mendapat waktu istirahat yang cukup, tidur di tempat yang kurang layak, seperti di ruang bagasi bus, dalam bus atau di lapangan terbuka.

Dia menjelaskan angkutan orang untuk keperluan pariwisata harus digunakan untuk pelayanan angkutan wisata.

"Penyelenggaraan angkutan orang untuk keperluan pariwisata harus menggunakan mobil penumpang umum dan mobil bus umum dengan tanda khusus," katanya.

Angkutan orang untuk keperluan pariwisata tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor umum dalam trayek, kecuali di daerah yang belum tersedia angkutan khusus untuk pariwisata (pasal 154 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, menyebutkan angkutan pariwisata adalah angkutan dengan menggunakan mobil penumpang umum dan mobil bus umum yang dilengkapi dengan tanda khusus untuk keperluan wisata serta memiliki tujuan tempat wisata.

Sedangkan Pasal 32 menyatakan pelayanan angkutan orang untuk keperluan pariwisata merupakan pelayanan angkutan yang disediakan untuk keperluan kegiatan wisata.

Pelayanan angkutan orang untuk keperluan pariwisata, wajib memenuhi pelayanan untuk mengangkut wisatawan, pelayanan angkutan dari dan ke daerah tujuan wisata, tidak boleh digunakan selain keperluan wisata, tidak masuk terminal, pembayaran tarif berdasarkan waktu penggunaan kendaraan sesuai dengan perjanjian antara pengguna jasa dan perusahaan angkutan, tidak boleh digunakan selain keperluan wisata, tidak terjadwal dan wajib memenuhi Standar Pelayanan Minimal yang ditetapkan.

Pasal 33, kendaraan yang digunakan untuk pelayanan angkutan orang untuk keperluan pariwisata, wajib memenuhi persyaratan (a) menggunakan kendaraan berupa mobil bus umum, mobil bus tingkat atau mobil penumpang umum yang dilengkapi dengan fasilitas keperluan wisata, (b) dilengkapi stiker yang bertuliskan *PARIWISATA* dan dapat dibaca dengan jelas yang ditempatkan pada kaca depan dan kaca belakang mobil bus Syarat lainnya adalah (c) dilengkapi tanda khusus dengan tulisan *PARIWISATA* dan dapat dibaca dengan jelas yang ditempatkan pada sebelah kiri dan kanan badan kendaraan, (d) menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor dengan warna dasar kuning tulisan hitam atau sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.