19 September 2019

Khashoggi

Otoritas Saudi Arabia kecam 'campur tangan' Senat AS terkait perang Yaman dan pembunuhan Khashoggi

KONFRONTASI - Arab Saudi mengecam resolusi yang dikeluarkan Senat Amerika Serikat untuk mengakhiri bantuan militer AS dalam perang yang dipimpin Riyadh di Yaman.

Negara kerajaan itu juga mengecam keputusan Senat AS yang menyalahkan putra mahkota Arab Saudi atas pembunuhan jurnalis kawakan Jamal Khashoggi.

Kementrian Luar Negeri Arab Saudi menyebut keputusan politik itu sebagai bentuk "campur tangan" yang didasarkan atas "tuduhan yang tidak benar".

Presiden AS, Donald Trump Tak Tega Dengar Rekaman Pembunuhan Khashoggi

KONFRONTASI -   Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tidak ingin mendengarkan rekaman audio pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi.

Pemerintah AS telah menerima rekaman tersebut dari Turki tetapi Trump mengatakan tidak berniat untuk mendengarkannya karena berisikan sesuatu yang mengerikan. 

“Saya tidak ingin mendengarkan rekaman itu, tidak ada alasan bagi saya untuk mendengar rekaman itu,” kata Trump dalam wawancara dengan “Fox News Sunday”, seperti dikutip Reuters,Senin (19/11/2018).

AS 'belum ambil keputusan' soal pembunuhan Khashoggi

KONFRONTASI -   Amerika Serikat, melalui Kementerian Luar Negeri, menyebut mereka belum mencapai kesimpulan final soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, kendati laporan CIA menyebutkan adanya keterlibatan putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman."Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri AS, Minggu (18/11).

Buntut Kasus Khashoggi, Saudi Mengancam Balas jika Disanksi AS

KONFRONTASI -  Arab Saudi mengancam akan membalas sanksi ekonomi yang mungkin diambil oleh negara-negara lain, terutama Amerika Serikat (AS), terkait kasus hilangnya wartawan pengkritik rezim Riyadh; Jamal Khashoggi. Ancaman balik Riyadh dilaporkan kantor berita negara Saudi, SPA, pada Minggu (14/10/2018) malam.

Dapatkah Rekaman dari Smartwatch Buktikan Khashoggi Dibunuh Saudi?

KONFRONTASI -   Penyelidikan atas hilangnya wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, usai masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, kini fokus pada rekaman yang diklaim menjadi bukti bahwa Khashoggi disiksa dan dibunuh.

Keberadaan rekaman audio dan video pertama diungkapkan oleh media ternama Amerika Serikat (AS), The Washington Post, yang mengutip sejumlah sumber pejabat AS dan Turki.