20 July 2019

Kesehatan

Tunggakan BPJS Bejibun, Keuangan RSCM Berdarah-darah, Pasien Jadi Korban

KONFRONTASI - Permasalahan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan seolah tidak ada habisnya. Mulai dari defisit hingga utangnya kepada rumah sakit-rumah sakit yang belum dibayarkan.

Direktur Utama Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS mencurahkan isi hatinya soal kesusahan yang pernah dihadapi RSCM karena piutang BPJS Kesehatan. Mulai dari kesusahan untuk mendapatkan obat dan alat kesehatan, hingga meminjam dana kepada bank.

5 Tanda Melahirkan Sudah Dekat

KONFRONTASI-Kamu mungkin sudah mengetahui HPL (Hari Perkiraan Lahir) sejak pertama kali berkonsultasi dengan dokter kandungan. Namun, HPL bisa saja berubah akibat banyak faktor. Mungkin saja hari persalinan kamu maju lebih cepat atau bahkan mundur lebih lama. Banyak hal yang menyebabkan perubahan HPL itu sendiri.

Ini Perbedaan Gejala Flu dan Pilek Biasa

KONFRONTASI-Flu dan pilek biasa merupakan kondisi yang sama-sama menyerang saluran pernapasan. Keduanya disebabkan oleh infeksi virus yang berbeda, dengan gejala yang hampir serupa. Tak heran, sebagian orang kesulitan untuk membedakan antara flu dan pilek biasa. Apakah Anda salah satu yang kebingungan membedakannya?

Jika ya, tidak perlu khawatir. Anda bisa dengan mudah membedakan flu dan pilek biasa dengan mendeteksi gejala serta keluhan-keluhan yang disebabkan oleh kondisi tersebut.

Membedakan flu dan pilek biasa

Pada umumnya, gejala flu akan terasa lebih berat dibandingkan pilek biasa. Seseorang dengan flu cenderung akan mengalami keluhan yang benar-benar mengganggu aktivitas, dan bisa bertambah parah jika tidak diobati dengan tepat.

Sementara itu, pada pilek, penderita biasanya hanya butuh istirahat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan banyak minum air putih untuk menyembuhkan keluhan-keluhan yang disebabkan oleh kondisi tersebut.

Lebih spesifik, berikut adalah perbedaan gejala flu dan pilek biasa:

Flu

Gejala flu dapat meliputi demam atau meriang, batuk, nyeri tenggorokan, hidung beringus maupun tersumbat, nyeri pada sendi-sendi tubuh, nyeri kepala dan rasa kelelahan.

Sebagian besar gejala flu akan membaik setelah 2–5 hari. Namun, tidaklah aneh jika penderita merasakan badan yang kurang sehat hingga lebih dari seminggu.

Flu dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia atau infeksi paru. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, orang tua, atau seseorang dengan gangguan paru maupun jantung.

Flu yang tidak diobati dengan tepat berisiko menimbulkan demam yang kembali tinggi meski sebelumnya tampak sudah sembuh. Ini adalah tanda awal terjadinya pneumonia.

Pilek biasa

Gejala pilek biasa lebih ringan. Penderita umumnya hanya akan mengalami hidung beringus atau tersumbat saja.

Akibat pilek biasa, Anda akan mengalami gejala yang mirip dengan flu seperti nyeri tenggorokan dan batuk. Pada pilek biasa, hari-hari pertama keluhan akan menyebabkan hidung mengeluarkan ingus yang cair. Lama-kelamaan ingus akan mengental dan warnanya menggelap. Gejala ini dapat bertahan hingga 1 minggu.

Pada 3 hari pertama, penderita berpotensi menularkan virus kepada orang lain sehingga disarankan untuk mendapatkan istirahat serta asupan gizi yang cukup. Jika gejala pilek tidak membaik setelah 1 minggu, bisa jadi itu merupakan pertanda dari adanya infeksi bakteri. Ini artinya, penderita membutuhkan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Hamil Anak Kembar

KONFRONTASI-Hamil kembar memberi kegembiraan tersendiri. Tentu berbeda dengan kehamilan pada umumnya dan jelas ada banyak hal lain yang harus diperhatikan lebih. 

Bagi wanita, perjalanan kehamilan memang tidak selalu menyenangkan. Namun, agar lebih mudah untuk ditangani, seperti dilansir Times of India, ada 6 hal yang perlu diketahui ibu hamil, khususya anak kembar, apa saja? 

7 Hal Penting yang Mesti Diketahui Terkait Kanker Payudara

KONFRONTASI-Kanker payudara kerap dikaitkan dengan bra underwire hingga antiperspiran dan deodorant. Semua itu diyakini sebagai penyebab penyakit mematikan itu. Sementara, kesadaran untuk kanker payudara dan pengetahuan atas penyakit itu masih sangat rendah. 

Kunyit Ampuh Atasi Depresi?

KONFRONTASI-Banyak orang percaya kunyit menjadi salah satu obat untuk mengatasi depresi. Namun masih dipertanyakan bagaimana efektivitas mengatasi depresi dengan kunyit dari sisi medis.

Beragam penyebab depresi tentu saja memunculkan beragam spekulasi tentang cara penyembuhan gangguan psikis yang satu ini. Agar tidak makin larut dalam situasi tersebut, seseorang yang mengalami depresi biasanya disarankan untuk menjalani pengobatan dan terapi.

Namun jika Anda ingin memanfaatkan terapi dengan kunyit untuk mengatasi depresi yang Anda alami, Anda perlu membaca artikel ini sampai selesai.

Semua orang bisa depresi

Lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia mengalami depresi. Sebab, gangguan kejiwaan ini dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai kelompok usia.

“Sebagian besar masyarakat menganggap mereka yang mengalami depresi adalah orang yang kurang beribadah, lemah psikologis, atau hanya melebih-lebihkan saja. Padahal, itu tidak tepat,” ucap dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter.

Depresi dipicu oleh proses yang kompleks dan melibatkan banyak faktor. Mulai dari sosial, psikologis, dan biologis. 

"Berbagai kejadian juga turut memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang dan bagaimana ia menghadapi masalah dalam hidupnya," ujar dr. Sepriani.

Bahayanya, depresi jika tidak disembuhkan atau ditangani justru akan sangat berbahaya. Banyak orang yang depresi akhirnya memutuskan untuk bunuh diri karena tak bisa lepas dari rasa itu.

Bocah Ini Alami Keterbelakangan Mental Gara-gara Kecanduan Gadget

KONFRONTASI-Kecanduan gawai atau gadget di kalangan remaja sekarang bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti masalah mata, fokus, bahkan kerusakan otak. Seperti yang dialami remaja 13 tahun dari Zhejiang, China, yang diberikan ponsel pertamanya di awal tahun ini oleh ibunya. Ibunya membelikan ponsel sebagai hadiah sehingga ia bisa tetap menghubungi anaknya karena ia dan suami sibuk bekerja.

Awas, Tidur Berlebihan Bisa Ganggu Kesehatan Fisik dan Mental

KONFRONTASI-Kurang tidur bisa picu masalah kesehatan. Demikian pula dengan tidur berlebihan. Tidur terlalu banyak atau yang secara ilmiah disebut hipersomnia merupakan gejala penyakit dan gangguan kesehatan tertentu. Jika Anda telah tidur lebih dari biasanya, atau lebih dari 7—8 jam dalam sehari, Anda harus memperhatikan gejala dari masalah berikut.

Difteri Jangkiti 10 Anak di Aceh Barat

KONFRONTASI- Sepuluh orang anak-anak di Kota Meulaboh, Ibukota Kabupaten Aceh Barat, terjangkit serangan penyakit Difteri.

"Dari laporan yang kita terima, sebanyak empat anak-anak yang diperiksa positif terjangkit difteri," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah di Meulaboh, Rabu.

Sedangkan empat orang anak lainnya, dipastikan masih suspect dan dua orang anak lainnya masih dalam tahapan pemeriksaan dan masih menunggu hasil laboratorium, guna memastikan penyakit yang dialami.

Tanpa Sadar, Manusia Konsumsi Plastik Setiap Pekan

KONFRONTASI-Manusia di seluruh dunia kemungkinan mencerna lima gram partikel plastik yang sangat kecil setiap pekannya atau sama dengan berat sebuah kartu kredit, menurut para peneliti, Rabu (12/6).

Terkandung dalam air keran dan terutama air minum kemasan, partikel polimer yang nyaris tak kasatmata itu juga ditemukan pada kerang, bir, dan garam, ungkap para peneliti dan Universitas Newcastle di Australia.

Penemuan yang berdasarkan 52 studi penelaahan sejawat (peer review) adalah studi pertama yang memperkirakan berat plastik yang dikonsumsi oleh setiap individu, yaitu 250 gram selama satu tahun.

Studi lainnya menghitung bahwa rata-rata orang Amerika makan dan minum sekitar 45 ribu partikel plastik yang lebih kecil dari 130 mikron setiap tahunnya, dan pada saat yang sama menghirup udara dalam jumlah yang sama.

“Plastik tidak hanya mencemari laut kita dan sungai-sungai dan membunuh kehidupan laut, tapi plastik juga ada dalam tubuh kita,” kata Marco Lambertini, direktur jenderal WWF Internasional, yang membuat laporan tersebut.

“Bila kita tidak ingin ada plastik dalam tubuh kita, kita harus menghentikan jutaan ton plastik yang terus mengalir ke alam setiap tahunnya.”

Industri Plastik Tumbuh

Dalam dua dasawarsa terakhir, dunia memproduksi plastik sebanyak yang dihasilkan sepanjang sejarah. Dan, industri plastik diperkirakan akan tumbuh empat persen per tahun hingga 2024, menurut laporan terbaru dari Grand View Research.

Lebih dari 75 persen dari seluruh plastik berakhir menjadi sampah. 

Sepertiganya, sekitar 100 juta ton, dibuang atau masuk ke alam, dan mencemari tanah, sungai-sungai dan laut.

Bila tren saat ini bertahan, lautan akan mengandung satu metrik ton plastik untuk setiap tiga metrik ton ikan pada 2025, menurut laporan The New Plastics Economy, yang diterbitkan oleh Ellen MacArthur Foundation.

Baru-baru ini, partikel plastik ditemukan di dalam ikan yang hidup di relung terdalam di samudera. Partikel plastik juga menyelimuti salju paling murni di pegunungan Pyrenees antara Perancis dan Spanyol.

Para pengarang laporan Rabu juga berterus terang mengenai keterbatasan data pada riset mereka, dimulai dengan fakta bahwa tak banyak diketahui apa konsekuensi mengonsumsi partikel plastik pada kesehatan.

Pages