Kepulauan Riau

KPK: Gubernur Riau Simpan Barang Bukti di Rumah Dinas

Konfrontasi - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat lokasi di Kepulauan Riau (Kepri). Geledah berkaitan dengan kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018-2019 yang menjerat Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Empat lokasi yakni Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap Kepulauan Riau.

Mantap, Diatas Kapal Perang Menteri Susi Pimpin Penangkapan 7 Kapal Asing

Konfrontasi - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menggelar operasi pengawasan untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di perairan perbatasan Laut Natuna Utara Kepulauan Riau.

Dalam operasi yang didukung oleh armada TNI Angkatan Laut KRI Usman Harun, Menteri Susi berhasil mendeteksi keberadaan 7 kapal ikan asing berbendera Tiongkok yang sedang melintas di Laut Natuna Utara.

BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan bagi Pekerja di Kepulauan Natuna

Konfrontasi - Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan wajib didapatkan oleh seluruh pekerja Indonesia, tak terkecuali bagi pekerja yang ada di Kabupaten Natuna, salah satu kabupaten kepulauan yang terletak di gugus kepulauan terdepan Indonesia, berada di Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 264 km persegi dan 90% merupakan lautan, memiliki jumlah penduduk sekitar 76.000 jiwa serta jumlah angkatan kerja kurang lebih 37.000 orang.

BPBD Kampar: Banjir Rendam Ratusan Rumah

Konfrontasi - Ratusan rumah warga di Kecamatan Kampar Kiri, Kecamatan Gunung Sahilan dan Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, terendam banjir. Tinggi banjir bervariasi dari 10 centimeter hingga terparah mencapai 100 meter.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kampar Adi Chandra mengatakan, dari 3 kecamatan yang terdampak, 2 diantaranya yaitu Kecamatan Kampar Kiri dan Gunung Sahilan yang terparah.

Diduga Tersambar Petir, Bengkel Tambal Ban Hangus Terbakar

Konfrontasi - Diduga disambar petir bengkel tambal ban milik Edi di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, hangus terbakar, Jumat (7/12/2018) pukul 11.30 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Astaga, 4 IRT Ketangkap Basah Pakai Sabu

Konfrontasi - Empat orang ibu rumah tangga di Kepulauan Riau harus berurusan dengan polisi karena nekat mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Seperti dikutip dari Liputan6.com, Jumat (2/11/2018), keempatnya kini hanya bisa tertunduk menyesali perbuatannya. Mereka berjejer dengan tiga orang pria yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.

Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu di Batam

Konfrontasi - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan ganjaran setimpal karena telah menyelundupkan narkoba yang beratnya sampai lebih dari 1 ton.

"Maksimallah apalagi 1 ton, 2-3 kg saja ancaman mati," kata Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

Darurat Narkoba, Bamsoet: Kita Harus Jihad

Konfrontasi - Jajaran Bea Cukai Kepulauan Riau menangkap kapal ikan Win Long BH 2998 di Kepulauan Riau lantaran diduga mengangkut narkoba jenis sabu berjumlah 3 ton. Petugas masih terus memeriksa kapal berbendera Taiwan itu berikut ABK-nya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengapresiasi keberhasilan jajaran Bea Cukai Kepulauan Riau dalam operasi tersebut. Kabar tentang penangkapan kapal pengangkut sabu itu sudah terdengar kesekian kalinya setelah kasus sabu 1,6 ton di Batam.

"Saya sangat geram mendengar kabar bahwa masih ada sindikat bandar narkoba yang coba menyelundupkan sabu ke negara kita, bahkan hingga sebanyak tiga ton,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet, Jakarta, Sabtu (24/2/2018).

Bamsoet mengajak semua pihak turut melakukan jihad memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Hal itu merupakan satu-satunya cara demi mewujudkan Indonesia yang bebas narkoba.

“Tidak ada langkah lain, selain kita harus jihad melawan narkoba. Kita harus mampu membangun kesadaran bersama bahwa memakai narkoba sama saja dengan merusak diri sendiri, keluarga dan bangsa," kata dia.

Kalau kesadaran kolektif sudah terbangun, lanjut Bamsoet, dalam waktu dekat narkoba tidak akan laku di pasaran Indonesia.

Dia menambahkan, gencarnya penyelundupan narkoba melalui wilayah Kepri itu membuatnya makin khawatir. Karena itu, Polri harus mengusutnya hingga tuntas.

“Ini sudah sangat keterlaluan dan mengkhawatirkan. Saya akan minta Kapolri mengusut tuntas sampai ke akarnya," sambungnya.

Bamsoet lantas teringat informasi dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso tentang adanya 5 ton sabu senilai Rp 10 triliun yang akan masuk Indonesia melalui Batam. BNN memperoleh info itu dari intelijen China.

Ternyata info itu valid. Aparat telah mengamankan hampir 5 ton sabu dalam tiga kali operasi di perairan Kepri di sekitar Batam. Tangkapan pertama 1 ton di Batam.

Tangkapan kedua 1,6 ton pekan lalu juga di Batam. Adapun tangkapan ketiga pada Jumat 23 Februari 2018 yang diduga sekitar 3 ton sabu di perairan yang sama.

Karena itu, Bamsoet ingin penindakan yang dilakukan aparat bukan hanya kepada para awak kapal yang membawa narkoba, melainkan juga memburu bandar besarnya.

"Tak hanya awak kapal, bandar harus diusut tuntas. Tak peduli bandar sindikat lokal ataupun internasional, kita akan sikat semua," tegas Bamsoet.

Pemerintah Harus Mempercepat Pembangunan di Perbatasan

Konfrontasi - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Mahyudin mengatakan negara harus menyiapkan perangkat untuk memberikan perlindungan serta kemajuan pembangunan wilayah perbatasan. Salah satunya di wilayah Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Mahyudin, Kepri merupakan wilayah yang luas bahkan lautnya berada hingga Kepulauan Natuna yang berbatasan dengan Kalimantan Barat.

Selain itu, Kepri sebagai wilayah yang berbatasan dengan Singapura memiliki banyak peluang dan tantangan. Namun, kesenjangan perbedaan pembangunan wilayah yang berbatasan itu masih sangat kuat.

“Meski dekat dengan Singapura, perbedaan pembangunannya cukup jauh. Karena itu, pemerintah harus mempercepat pembangunan Kepulauan Riau," kata Mahyudin saat membuka Press Gathering Wartawan Parlemen dan Pimpinan MPR di Tanjungpinang, Kepri, Jumat (18/11) malam.

Menurut Mahyudin, wilayah perbatasan sangat rentan dengan kriminal. Termasuk masalah narkotika. Selain itu, pengaruh budaya luar juga tidak kalah berbahayanya.

Mahyudin bercerita, budaya luar masuk tanpa pengawasan tentu sangat membahayakan.

Dia mengatakan, pernah membeli alat untuk perlengkapan permainan golf di Tanjungpinang. Namun, alangkah kagetnya Mahyudin karena transaksi harus dilakukan menggunakan mata uang dolar Singapura.

"Saya marah. Saya bilang saya orang Indonesia dan di negara saya transaksi harus pakai rupiah. Tidak ada pakai begitu (dolar Singapura)," katanya.

Wakil ketua Dewan Pakar Partai Golkar itu menambahkan, masalah ini sedikit banyak mengganggu rasa nasionalisme. Hal itu akibat banyaknya pihak asing yang sudah menguasai sektor ekonomi.

"Banyak villa yang pemiliknya orang asing. Transaksi-transaksinya sudah banyak menggunakan mata uang asing karena faktor ekonomi juga," jelasnya.

Dia menegaskan, Kepri sangat kaya akan budaya, sumber daya alam, sumber daya manusia. Karena itu, harus diberikan prioritas pembangunan supaya tidak terjadi kesenjangan dengan negara tetangga.

"Pembangunan perbatasan harus jadi prioritas, biar tidak jadi kesenjangan, tidak tidak terjadi kecemburuan sosial. Sehingga orang perbatasan bangga menjadi Indonesia," paparnya.

Mentan: Tahun Depan Tikusnya dari Indonesia ke Singapura

Konfrontasi - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan akan membalikkan posisi Kepulauan Riau, yang selama ini sebagai tujuan dan sasaran penyelundupan beras menjadi produsen, serta penguasa pangan di pasar Singapura da Malaysia.

Pihaknya pun akan mulai merealisasikan areal sawah dengan luas minimal 10 ribu hektare di Kepulauan Riau.

Pages