kekuasaan

Memburu Kekuasaan, Jusuf Kalla Dianggap Keterlaluan dan Beri Contoh Buruk bagi Generasi Penerus

KONFRONTASI-  Perburuan kekuasaan Jusuf Kalla, sang politisi gaek,  melalui Mahkamah Konstitusi meresahkan rakyat banyak. Perburuan kekuasaan JK itu tidak senonoh, tidak patut, dan menimbulkan prasangka buruk dari publik bahwa JK sangat haus kekuasaan meski usianya tua gaek dan sudah dua kali jadi wapres RI.

Aktivis 98: Kekuasaan dan Jabatan Tak Bisa Membeli Idealisme Rizal Ramli

KONFRONTASI  -   Aneh, kok masih ada saja yang meragukan rekam jejak RR. Padahal sudah lebih dari 40 tahun, dua pertiga usianya, diabdikan untuk membela kemaslahatan rakyat.


Hal ini disampaikan Mantan aktivis 1998 dari Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) Sojo Dibacca dalam keterangannya, Selasa (17/7).

Sojo Dibacca menyayangkan sikap reaksioner sebagaian kalangan aktivis 1998 terhadap tokoh nasional sekaligus bakal calon presiden Rizal Ramli.

Duh Prabowo Benar -benar Kecewa, Kekuasaan Semakin Tinggi Makin Curang Makin Culas

KONFRONTASI -  Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengakui, pernyataannya soal Indonesia tidak ada lagi tahun 2030 didasarkan pada scenario writing pihak asing.

"Jadi, di luar negeri itu ada scenario writing, yang nulis itu ahli-ahli intelijen strategis. You buka, You buka, belum baca kan, baca dong," ujar Prabowo di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Berbahaya, Derajat Agama Diturunkan Untuk Kepentingan Kekuasaan, SebutPDI

KONFRONTASI -  Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai permainan isu agama oleh instrumen politik dalam masa menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018.

Agama memang tidak bisa lepas dari politik. Tetapi saya berharap agar agama tidak digunakan untuk kepentingan politik. Bahayanya agama diturunkan derajatnya untuk kepentingan kekuasaan," ujar salah satu Ketua PGI, Pdt. Albertus Patty, di Gedung Oikumene, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Jumat (15/12).

Pancasila Yang Dibajak Kekuasaan

Oleh : Ferdinand Hutahaean*


 

*Kemanakah lagi akan kita cari kebenaran tentang Pancasila di negara yang mengaku ber Pancasila tapi justru membajak Pancasila untuk kekuasaan?*

*Dimanakan lagi kita akan menemukan makna Pancasila dalam pengamalan yang sesungguhnya di tengah kebencian dan kemungkaran kekuasaan?*

Sungguh pertanyaan diatas tidak akan mendapat jawaban dari penguasa karena penguasa telah membajak Pancasila demi kelanggengan kekuasaan yang rapuh dan jauh meninggalkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

Semangkuk Sup dan Drama Yang Berkisah Sejarah Dan Kekuasaan

KONFRONTASI - Drama ‘Semangkuk Sup Makan Siang’ atau ‘Cultuurstelsel’ dipentaskan di Balai Budaya Rejosari Kudus, Sabtu (25/3) malam. Dalam pentas tersebut tiga aktor yang bermain yakni Theodorus Christanto, Rendra Bagus Pamungkas, dan Whani Dharmawan memikat penonton yang datang dengan pesan sejarahnya.

Keji, Pemerintah Tega Bodohi Rakyat Demi Menangkan Jagoan Istana

Oleh: Hariman Siregar

Tulisan ini saya buat dengan sepenuh kekecewaan. Tidak sampai nalar saya menyikapi manuver-manuver politik dalam Pilkada DKI Jakarta, yang kian lama kian kental nuansa main kayunya.

Kekuasaan ambrol, bukan lagi untuk memperkuat yang benar, melainkan mati-matian membela jagoannya. Demi kemenangan jagoan versi istana, bahkan melacurkan kebenaran, menginjak moralitas politik pun dilakukan. *Sungguh tragis*

KPK: Kepala Daerah Terpilih Menjaga Integritas, Sabar, Jangan Silau Akan Kekuasaan

KONFRONTASI -  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Thony Saut Situmorang mengimbau seluruh warga yang mengikuti pilkada agar menggunakan hak pilihnya untuk menentukan kepala daerahnya.

Saut juga menegaskan tidak salah memilih calon kepala daerah, karena semua calon yang akan dipilih adalah orang baik-baik.

"Bedanya tipis-tipis saja. Jadi gunakan hak pilih anda," kata Saut, Rabu (15/2).

Johan Budi: Saya Tidak Kemaruk Harta dan Kekuasaan

KONFRONTASI - Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi mengatakan dirinya tidak bernafsu terhadap harta, tahta (kekuasan), dan cinta, dalam mendaftarkan diri sebagai calon komisioner komisi antirasuah.

"Kalau ukuran orang selesai (dengan keinginan duniawi) itu soal tidak kemaruk harta, tidak bernafsu kekuasaan, tidak berpose dengan wanita, dan keinginan-keinginan lain, maka menurut saya, saya sudah selesai dengan itu," ujarnya saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin.

Pages