Kekerasan Seksual

Amber Heard Beri Kesaksian Kekerasan Seksual Johnny Depp

Konfrontasi - Amber Heard memberikan bukti tentang dugaan kekerasan seksual yang dilakukan mantan suaminya, Johnny Depp, secara tertutup. Kesaksiannya itu diizinkan setelah sang pengacara beragumen Heard tak boleh dipaksa membuka klaim di depan media.

Heard adalah saksi kunci dalam kasus pencemaran nama baik, di mana Depp menuntut surat kabar The Sun dan editor rekanannya, Dan Wootton atas artikel yang menyebut bintang Pirates of the Caribbean itu pemukul istri.

Sales Alat Dapur Pembunuh Bocah 9 Tahun di Sidrap Dijerat Pasal Berlapis

Konfrontsi - Aviors Christover, oknum sales alat dapur membunuh bocah 9 tahun di kamar mandi rumah korban di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Polisi menyebut pelaku akan dijerat pasal berlapis.

"Kita jerat pasal berlapis dengan ancaman kurungan 15 tahun," terang Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika, Jumat (21/2/2020).

KPAI Dorong Semua Pihak Cegah Kekerasan Seksual Anak di Sekolah

KONFRONTASI -   Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong keterlibatan semua pihak untuk melindungi anak dari aksi kekerasan seksual di satuan pendidikan.

“Untuk melindungi anak-anak dari kekerasan seksual maka perlu pelibatan semua pihak, mulai dari orangtua, guru/sekolah, masyarakat dan negara dalam memastikan upaya-upaya nyata untuk mencegah dan mengatasi kekerasan seksual terhadap anak-anak,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (31/12).

Telkom University Bandung, Akhirnya Beri Pernyataan Soal Dugaan Kekerasan Seksual yang Dialami Mahasiswinya

PIHAK Telkom University akhirnya beri pernyataan soal dugaan kasus kekerasan seksual yang dialami salah satu mahasiswi angkatan 2018./ /DOK. PIKIRAN RAKYAT

 

 

KONFRONTASI -  Kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami salah satu mahasiswi Telkom University viral di media sosial.

Kasus ini pertama kali terungkap saat akun Instagram United Voice Bandung mengunggah kronologi kasus dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh seorang mahasiswi angkatan 2018.

Korban Kekerasan Seksual Aktivis Malang Corruption Watch Berstatus Mahasiswi

Konfrontasi - Dua perempuan yang disebut menjadi korban dugaan kekerasan seksual aktivis Malang Corruption Watch (MCW) berstatus mahasiswi.

Korban pertama yang disebut X datang dan mengenal pelaku untuk mencari data demi memenuhi tugas kuliah. Korban berikutnya disebut dengan Y merupakan jurnalis yang aktif di pers mahasiswa.

Hari Anak Nasional 2019: Program Perlindungan Anak Tidak Ada Kemajuan

Konfrontasi - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli 2019 ini diharapkan menjadi evaluasi bagi Pemerintahan Presiden Jokowi terhadap upaya, aksi dan regulasi yang telah digulirkan dalam hal perlindungan anak. Aktivis perlindungan anak yang juga Anggota DPD RI Fahira Idris menilai selama hampir lima tahun ini, program perlindungan anak tidak mengalami kemajuan signifikan.

KPAI: Pelaku Kekerasan Seksual di Sekolah Didominasi Guru dan Kepsek

Konfrontasi - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kekerasan seksual yang dialami anak di sekolah umumnya dilakukan guru dan kepala sekolah. Pelaku didominasi guru agama dan guru olahraga.

"Pelaku kekerasan seksual di lembaga pendidikan formal, masih didominasi oleh guru dan kepala sekolah," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam Diskusi Publik 'PR Pendidikan di Hari Anak' di Bakoel Koffie, Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Cerita Korban Perkawinan Pesanan yang Kabur dari China

Konfrontasi - Salah seorang wanita asal Kalimantan Barat, bernama Monika menjadi salah satu korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perkawinan pesanan di China.

Monika menceritakan, awalnya ia berkenalan dengan tiga orang wanita perantara pencari jodoh atau mak comblang pada September 2018 untuk dinikahkan dengan laki-laki asal China. Dengan iming-iming sejumlah uang dan hidup sejahtera dirinya mau untuk menikah dengan laki-laki tersebut.

Setelah menikah, dia kemudian langsung dibawa ke China. Meski sempat menaruh curiga lantaran tidak boleh mengunggah foto ke media sosial, namun karena diyakinkan aman oleh mak comblang dirinya pun berangkat ke China.

"Curiga soalnya mereka bilang pas foto itu kamu jangan ke media, foto kita nanti ketahuan polisi bahaya. Saya tanya ke mak comblangnya ini aman enggak sih? Resmi enggak sih? Dia bilang, kamu aman," kata Monika di Kantor LBH Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Namun setelah tiba di China, harapan hidup sejahtera hilang setelah pada kenyataannya justru mendapat kekerasan oleh sang suami dan pelecehan dari mertuanya. Ia juga dipekerjakan merangkai bunga untuk dijual tanpa upah. Merasa tidak sesuai dengan janji sebelum pernikahan, Monika menghubungi mak comblang namun tidak dapat dihubungi.

"Mak comblangnya ada tiga semuanya perempuan, Jakarta satu, Singkawang satu, Pontianak satu orang. Pasa saya hubungi enggak ada kabar semua enggak aktif semua nomornya. Semuanya bohong," tuturnya.

Monika, korban perkawinan pesanan di Tiongkok (Foto: Rizky/Okezone)

KPPA: Kekerasan Seksual Terhadap Anak Terjadi Secara Daring

KONFRONTASI -  Sekretaris Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dermawan mengatakan bahwa anak-anak menjadi sasaran eksploitasi seksual secara dalam jaringan (daring) dengan berbagai cara.

“Salah satunya melalui materi yang mengandung muatan kekerasan seksual terhadap anak secara nyata atau simulasi secara eksplisit,” kata dia ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (19/2).

Korban Kekerasan Seksual dan Terorisme Tak Lagi Dijamin BPJS

KONFRONTASI -  Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tak akan lagi memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang diakibatkan tindakan penganiayaan dan korban terorisme.

Hal ini terungkap dalam revisi Peraturan Presiden tentang Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang baru-baru ini diteken Presiden Joko Widodo.

Lihat juga: Jokowi Instruksikan BPJS Kesehatan Perbaiki Sistem Keuangan

Pages