kebangsaan

Aksi Islam dan Kebangsaan 2 Desember: Revolusi Putih kembali ke UUD45 Asli

KONFRONTASI- Para inteligensia Muslim dan Kebangsaan menghimbau agar Aksi Bela Islam III atau yang juga dikenal dengan aksi 212 (2 Desember 2016) merupakan Revolusi Putih kembali kepada UUD45 Asli untuk mewujudkan keadilan sosial dan maslahat rakyat.Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustadz Bahtiar Nasir, memberi istilah Aksi Bela Islam yang digelar di Jakarta sebagai Revolusi Putih. Aksi tersebut dipastikan berlangsung damai tanpa adanya kerusuhan.

Anak Perlu Mengenal Budaya Asli Daerah

Konfrontasi-Anak-anak Indonesia dinilai perlu mengenal kebudayaan asli daerah serta musik-musik tradisional sejak dini agar tumbuh karakter kebangsaan yang kuat.

"Banyak cara untuk mengajarkan anak-anak berbudi luhur dan mencintai kebudayaan bangsa. Salah satunya melalui buku dengan bercerita sambil dipadukan dengan musik tradisional budaya Indonesia," kata Helena Muljanto, Direktur Marketing Lily & Eddy, penerbit materi-materi edutainment (entertainment-education) melalui siaran pers di Jakarta, Rabu.

Wakil Ketua MPR : Indonesia alami problem Kebangsaan

KONFRONTASI-Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta menuturkan, bangsa Indonesia masih mengalami problematika kebangsaan yang disebabkan faktor internal dan eksternal.

 

"Ada beberapa hal yang berasal dari dalam negeri, seperti masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman atas ajaran agama keliru dan sempit, dan tidak harmonisnya pola interaksi antarumat beragama," kata Oesman Sapta saat sosialisasi di Pontianak, Selasa (28/10).

 

Pages