kasus

Kartu RJ Lino dan Tiga Pintu Masuk untuk Bongkar Skandal Pelindo II Sudah Terkuak

KONFRONTASI- RJ Lino mungkin susah bergerak dan mengelak, kartu trufnya sudah terungkap.  Sejauh ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) saat ini telah menggalang tanda tangan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait Pelindo II. Untuk efektivitas kerja Pansus, ada tiga pintu masuk untuk ungkap skandal ini. Apa saja?

Tiga pintu masuk itu untuk mengungkap lebih jauh persoalan yang terjadi di perusahaan plat merah itu. Dengan cara demikian, akan memudahkan kerja DPR dalam melakukan pengungkapan fakta terkait Pelindo II.

Tiga Surat Rahasia Sri Mulyani kepada SBY perlu Klarifikasi Cikeas, kata Pasek.

KONFRONTASI-Mantan politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika, tidak ingin menuduh bahwa Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi dalang dalam kasus bail out Bank Century. Menurut dia, SBY perlu memberi klarifikasi, termasuk pada tiga surat yang disebut telah dikirimkan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai penanganan Century.

Darmaningtyas: Go-Jek dan GrabBike Tidak Berhak Dapat Dukungan Pemerintah

KONFRONTASI- Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas menilai keberadaan Go-Jek dan GrabBike seharusnya tidak membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengusulkan agar ojek sepeda motor diatur undang-undang.

Ia berpendapat Go-Jek dan GrabBike pada dasarnya sama dengan ojek sepeda motor pada umumnya, yakni tidak dapat menjamin aspek keamanan dan keselamatan penumpangnya.

OC Kaligis Dua Kali Beri Uang ke Hakim PTUN Sebelum Sidang, kata Kuasa Hukum Gerry

KONFRONTASI-Kuasa hukum M Yagari Bhastara, Haeruddin Masarro mengatakan, pengacara Otto Cornelis Kaligis sempat dua kali memberikan uang kepada hakim Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan. Menurut pernyatan dari Gerry, kata Haeruddin, pemberian tersebut dilakukan saat pendaftaran perkara di PTUN dan sebelum sidang.

"Ada dua kali pemberian duit ke ketua pengadilan itu langsung dari OCK. Tanpa ada Gerry," ujar Haeruddin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7/2015).

Wah, Kaligis Suruh Gerry Pasang Badan

KONFRONTASI- Ini soal OC Kaligis. Kuasa hukum M Yagari Bhastara, Haeruddin Masarro, mengatakan, kliennya mengaku ditekan oleh pengacara Otto Cornelis (OC) Kaligis setelah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kaligis, kata Masarro, meminta Gerry "pasang badan" demi kelangsungan kantor firma hukum OC Kaligis and Associates.

Menurut Gerry, kata Haeruddin, peristiwa tersebut terjadi saat hari raya Idul Fitri, Jumat (17/7/2015).

Prestasi Buruk dan Bermasalah, Darmin Nasution Tidak Pantas Masuk Kabinet Jokowi

KONFRONTASI-  Untuk kesekian kali, Presiden Joko Widodo diingatkan bahwa sosok Darmin Nasution  berpotensi memiliki masalah hukum. Darmin  Nasution disebut-sebut ikut terseret kasus korupsi pajak Gayus Tambunan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusung Trisakti Soekarno  dan Nawa Cita diminta untuk lebih selektif dalam memilih figur yang akan diakomodir dalam Kabinet Kerja pada saat reshuffle nanti.

Usulkan Sri Mulyani ke Kabinet, Ekonom UGM A.Tony Prasetyantono Jerumuskan Jokowi ke Killing Ground

KONFRONTASI-Di hadapan Presiden Jokowi (29/06) di Istana Negara, ekonom asal UGM Tony Prasetyantono berpendapat bahwa tim ekonomi Jokowi ke depan pasca retooling harus dipimpin oleh ekonom yang dipercaya pasar. Seperti contohnya Sri Mulyani yang bermazhab neoliberal, neoklasik. Atas hal ini pengamat ekonomi dari  Universitas Bung Karno (UBK) Gede Sandra MA, menyatakan usulan Tony ke Presiden justru jerumuskan Jokowi menuju Killing Ground karena Neoliberalisme/Neokolonialisme  bertentangan dengan Nawa Cita dan Trisakti.

Beras Plastik itu Ancam Keselamatan Keluarga

KONFRONTASI-Setelah merasa lebih sehat, Naiman (55) korban beras plastik di wilayah Cipayung, Depok, Jawa Barat mengaku trauma. Pasalnya, setelah menyantap nasi bersama keluarga, Naiman bersama keluarganya mengalami mual dan pusing dan terpaksa dirawat di rumah sakit. Budaya makan nasi jelas tak bisa diganti dengan beras plastik yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan kita.

Dirinya mengaku secara tidak sengaja mengonsumsi nasi yang sebagian diduga dari bahan sintetis atau plastik hasil sumbangan dari warga Perumahan Depok Jaya.

Hari-hari Sepi 'Dukun' Guntur Bumi

Konfrontasi – Nasib tragis harus dihadapi ‘Dukun’ Cilik Guntur Bumi Al Qurthubi. Pria bernama asli Muhammad Susilo Wibowo ini mendekam di penjara Polres Balikpapan sendirian.

Guntur Bumi ditangkap karena kasus pencurian 200 gram emas senilai Rp 840 juta. Kapolres Balikpapan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Andi Azis Nizar mengatakan tersangka dijemput langsung setelah ditahan di Rutan Salemba Jakarta Pusat.

"Sejak itu belum ada yang menjenguk tersangka, baik keluarga atau siapa. Kondisinya sendiri sehat dan stabil," jelas Kapolres.

TKW Indonesia Dimutilasi Pria Hong Kong

Konfrontasi – Nasib tragis menimpa seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia. Sumarti Ningsih ditemukan tewas dalam koper oleh Polisi Hong Kong.

Pihak kepolisian Hong Kong menyatakan Sumarti dihabisi oleh Rurik Jutting di apartemen mewah wilayah Wan Chai, Hong Kong. Jutting membunuh dua wanita yang diketahui sebagai pekerja tuna susila. Kedua korban mati  tanpa busana dengan luka di leher.

Pages