Kartu Kuning

Bijaklah Menerima Kritik Rakyat

Oleh: Ange S. Septia
Lingkar Studi Perempuan Peradaban – LSPP

Kartu kuning Zaadit Taqwa Ketua BEM UI masih menjadi fenomenal. Setuju atau tidak, begitulah kondisi rakyat yang mampu melihat fakta denga mata terhormat. Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) menuturkan, aksi yang dilakukannya merupakan bentuk evaluasi bagi Jokowi dan Kabinet Kerja yang dipimpinnya. Dia dan sejumlah mahasiswa UI lain telah menyiapkan tiga tuntutan yang dalam aksi di Stasiun Kereta API UI.

Heboh Kartu Kuning Buat Presiden Jokowi

Oleh: Asp Syam

Jangan terlena dengan Kartu Kuning. Bangunlah kesadaran ditengah makin meningkatnya ketegangan di tahun politik 2018 menuju Pilpres 2019.

Zaadit Takwa tiba-tiba namanya melejit seperti bintang melambung kelangit karena berani kasak-kusuk memberikan kartu kuning kepada Presiden Jokowi ditengah acara resmi perayaan Ulang Tahun (Dies natalis) UI (Universitas Indonesia).

Pragmatisme,Kartu Kuning UI Dan Gebrakan Gugatan SBY

Oleh: Eddy Junaidi

 

Sebagai paham etis, pragmatisme menyatakan bahwa yang baik adalah yang dapat dilaksanakan, berdampak positif dan bermanfaat, padahal realitanya tidak selalu pragmatisme membawa kebaikan. Seperti halnya kondisi objektif masyarakat Indonesia dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dinilai pragmatis-transaksional sehingga mengabaikan etika dalam berpolitik.

Kartu Kuning: Sirine Membusuknya Peradaban Bangsa Indonesia

Oleh: Haris Rusly*

Kami terhentak, kaget, ketika menonton sebuah video perilaku seorang Kepala Negara yang memperlakukan rakyatnya persis seperti binatang. Video itu dengan bangga diposting oleh Ketua Umum salah satu partai Islam di akun twitternya.

Dalam video yang di-viralkan di sejumlah media sosial itu, si Kepala Negara yang terkenal dengan jargon revolusi mental itu, menebar atau melemparkan bingkisan dari dalam mobil dinasnya yang sedang berjalan melewati jalanan.

Unknown PKS, Politik, Dan Kartu Kuning

KONFRONTASI  -   Ketua BEM UI Zaadit Taqwa, yang mengacungkan 'kartu kuning' ke Presiden Jokowi, diisukan sebagai kader PKS karena akun Twitter @Zaaditt. Namun Zaadit membantah dirinya kader partai berlambang bulan sabit kembar itu.

 

"Ah PKS nggak, nggak ada buktinya juga," kata Zaadit kepada wartawan di gedung Pusgiwa UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

 

Bangkitlah Pemuda dan Mahasiswa, Acungkan Kartu Kuning-mu!!

Oleh: Wenry Anshory Putra*

Setiap zaman pasti melahirkan generasinya sendiri, dan setiap generasi pasti punya caranya sendiri dalam menghadapi tantangan dan problematika zamannya.

Demikianlah doktrin sejarah telah menggariskan bahwa perubahan dunia adalah sejarah Pemuda dan Mahasiswa. Dalam sejarahnya, Pemuda dan Mahasiswa telah menggoreskan tinta emasnya sebagai avant garde dalam setiap perubahan yang terjadi pada sebuah bangsa.

“Kartu Kuning Itu Berat, Biar Aku Saja!”

Kamu lucu Mahasiswa..
kamu gak takut ditembak, ditangkap apalagi diculik?

Kamu gak bakal mikir kalau bakal ditembak sniper?
Karena jangankan 10 meter.. 100 meter aja, halal itu paspampres gagah itu tembak kamu..
kamu bisa mati seketika..
kuliah kamu berhenti,
orang tua kamu menangis,
dan apa balasannya?
Paling kamu jadi viral berita..

“Mahasiswa ditembak mati, karena mencoba menerobos presiden..”

Iskandar Alisyahbana, ITB dan Kartu Kuning ORDE BARU

Oleh: Edy Budiyarso

Bandung belum beranjak siang di awal Januari 1978. Lelaki setengah baya berbadan tinggi, dengan langkah tergopoh-gopoh, masuk ke ruangan Panglima Kodam Siliwangi di Jalan Aceh di pusat Kota Bandung. Tamu tak diundang itu langsung berkacak pinggang di depan Panglima Siliwangi, "Waarom hebben jullie mijn huis beschoten?" - Mengapa kalian menembaki rumah saya?

Kartu Kuning untuk Presiden Jokowi - UI dan UGM Dibanding-bandingkan Soal Asmat

KONFRONTASI -  Siapa sangka, lima hari sebelum heboh aksi kartu kuning Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Zaadit Taqwa terjadi pada Jumat 2 Februari 2018, ternyata kampus Universitas Gajah Mada sudah lebih dulu mengirim utusannya untuk terjun langsung ke Asmat, Papua, menangani permasalahan gizi buruk di sana.

Artinya, sebelum Zaadit menyodorkan 'kartu kuning' ke presiden, kampus UGM sudah lebih dulu menerjunkan aksi nyata ke permasalahan gizi buruk di Papua.

Pages