kamu dalam puisi senjaku

Kamu dalam Puisi Senjaku

senja telah jauh

meninggalkanku yang masih

termangu di beranda

segelas teh teronggok di meja

puntung puntung rokok

berserak

tak tersisa asap

tahu kemana perginya?

 

tak peduli derak ranting yang

tertiup angin

kulewati bersama imagi

mengembara liar

 

seekor tupai melompat

ke pohon jambu

tak tahu apa yang dicarinya

akankah ia pulang ke sarang?

 

gelap semakin pekat

suara jangkrik menjadi musik

menemani serangga malam