Kami

Prihatin Kebangkitan Neo-PKI, KAMI Surati Presiden dengan Tiga Tuntutan

KONFRONTASI-Menjelang peringatan G30S/PKI setiap 30 September, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyurati Presiden RI Joko Widodo.

Surat bernomor 014/PRES-KAMI/B/IX/2020 yang ditandatangani tiga Presidium KAMI Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, dan Din Syamsuddin menyampaikan kepada Kepala Negara bahwa KAMI dan banyak rakyat Indonesia merasa prihatin dan membangkitkan trauma dengan adanya gejala dan gelagat kebangkitan neo komunisme dan PKI Gaya Baru.

Aktivis Malari 74: Ditekan, KAMI Makin Dapat Simpati Rakyat

KONFRONTASI -   Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) makin mendapat simpati setelah mendapat tekanan pihak-pihak tertentu termasuk penolakan deklarasi di berbagai daerah maupun rencana pelaporan Gatot Nurmantyo dan Presidium KAMI ke polisi. Demikian dikatakan aktivis Malapeta Limabelas Januari (Malari) 74 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (20/9/2020). “Deklarasi KAMI di Magelang didemo, di Bekasi juga. Lucunya di Surabaya KAMI sudah dideklarasi tapi ada yang mau mendemo,” ungkapnya.

PMII Surabaya Ancam Bubarkan Deklarasi KAMI, Syahganda Nainggolan: Mahasiswa itu Pakai Otak Bukan Otot

KONFRONTASI -– Rencana deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Kota Surabaya mendapat penolakan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya.

Bahkan PMII Surabaya siap menurunkan massa untuk membubarkan deklarasi KAMI di kota pahlawan itu. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PC PMII Surabaya Nurul Haqqi.

Menanggapi ancaman itu, Sekretaris Badan Pekerja KAMI Syahganda Nainggolan angkat bicara. Menurutnya apa yang dilakukan oleh PMII Surabaya tak mencerminkan sikap dan prilaku mahasiswa.

Sikap Fadli Zon Soal KAMI Bagus Jika Dimulai Mundur dari Partai dan DPR

KONFRONTASI -   Direktur eksekutif lembaga riset politik Charta Politika Yunarto Wijaya mengomentari pernyataan anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon bahwa Indonesia membutuhkan oposisi non parlemen seperti Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia.

Menurut Yunarto yang disampaikan melalui akun Twitter @yunartowijaya, apa yang disampaikan Fadli Zon akan lebih bagus lagi kalau dimulai dengan dia mundur dari anggota partai dan anggota DPR.    

Prof Din Syamsuddin: KAMI mengajukan Pikiran Kritis dan Korektif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang Menyimpang

Oleh M. Din Syamsuddin Deklarator/Presidium KAMI
 
KONFRONTASI- KAMI mengajukan pikiran-pikiran kritis dan korektif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. Mengapa mereka tidak mau menanggapi isi, tapi berkelit menyerang pribadi, dan mengalihkan opini?
Seyogyanya mereka menjawab:

Din Syamsuddin: KAMI Harapkan Tanggapan Pemerintah, Bukan Buzzer Bayaran

KONFRONTASI-Gerakan moral dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang mengajukan pikiran-pikiran kritis dan korektif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945, justru dibalas dengan serangan personal dan penyesatan opini.

Hal inilah yang disayangkan deklarator KAMI, Din Syamsuddin terkait respons yang berkembang usai deklarasi KAMI yang menyatakan beberapa poin mengenai persoalan bangsa.

Setelah KAMI, Kini Mantan Relawan Jokowi-Maruf Amin Deklarasikan KITA

KONFRONTASI -   Mantan tokoh dan organ relawan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin mendeklarasikan KITA (Kerapatan Indonesia Tanah Air).

Deklarasi KITA digelar di Gedung Joeang, Jalan Menteng 31, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2020).

Maman Imanulhaq, salah satu deklarator yang juga mantan Direktur Relawan TKN Jokowi-Amin mengatakan, KITA adalah koalisi independen yang menyemai, mengembangkan, dan melestarikan Tanah Air Indonesia sebagai bagian dari diri, identitas, dan masa depan bersama.

 

KAMI Dan Menyelamatkan Indonesia

KONFRONTASI   -   Persoalan yang dihadapi akhir akhir ini memang menuju kehancuran  Negar Bangsa Indonesia Jika kita tidak membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.
Persoalan bangsa yang multi dimensi ini Indonesia sedang  menuju ke jurang kehancuran. Saat nya kesadaran kita sebagai bangsa dan Negara bangun dari tidur dan menyingsingkan lengan baju untuk bergerak untuk menyelamatkan Indonesia.o

Pages