Kami

Din Syamsuddin: Pembubaran KAMI Bukti Adanya Kelompok Anti-demokrasi Radikal

KONFRONTASI-Pembubaran silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya menjadi bukti masih adanya kelompok-kelompok bersifat radikal.

Hal tersebut disampaikan Presidium KAMI, Din Syamsuddin yang menyesalkan pembubaran silaturahmi di mana turut pula dihadiri Gatot Nurmantyo.

Anggap Polisi Tak Profesional, Din Syamsuddin: KAMI Dibubarkan, Tapi KITA Dibiarkan

KONFRONTASI-Kritikan disampaikan kepada pihak aparat kepolisian berkenaan dengan silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya yang beruung pembubaran.

Menurut Presidium KAMI Din Syamsuddin, pembubaran atas dasar protokol kesehatan dan desakan kelompok Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA) yang menggelar demo di depan Gedung Jabal Nur, di Jalan Jambangan Kebon Agung, Kota Surabaya sebagai lokasi acara mencerminkan ketidakprofesionalan Korps Bhayangkara.

Makin Diserang, KAMI Makin Terbang

Oleh: Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Deklarasi KAMI terus bergaung di sejumlah daerah. Tanpa henti. Dari satu daerah ke daerah yang lain. Bagi mereka yang kecewa terhadap pemerintahan Jokowi, KAMI menjadi tempat yang tepat untuk berkumpul menyuarakan idealisme dan keprihatinan terhadap bangsa. 

Seiring berjalannya waktu, KAMI semakin membesar. Membesar jumlah pengikutnya, juga pengaruhnya. Pelan tapi pasti. 

KAMI Dibubarkan KITA, PA 212: Di Mana Kebebasan Berpendapat yang Dijamin Konstitusi?

KONFRONTASI-Penolakan oleh sekelompok massa terhadap silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya turut menjadi perhatian Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212, Damai Hari Lubis.

Diketahui, silaturahmi KAMI dihadiri langsung oleh Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo. Namun hal itu mendapat penolakan dari massa yang mengatasnamakan Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Adhie Massardi: Di Balik Surat KAMI untuk Jokowi, Salah Menganggap Komunisme Sudah Mati

KONFRONTASI -   Anggapan bahwa komunisme sudah mati terjadi karena kesalahan persepsi dan referensi selama ini. Faktanya, komunisme masih hidup dan segar bugar, lagi semakin perkasa.

Demikian dikatakan Adhie M Massardi yang merupakan salah seorang deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ketika menjelaskan surat yang dikirimkan organisasi itu kepada Presiden Joko Widodo mengenai kebangkitan komunisme gaya baru.

Prihatin Kebangkitan Neo-PKI, KAMI Surati Presiden dengan Tiga Tuntutan

KONFRONTASI-Menjelang peringatan G30S/PKI setiap 30 September, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyurati Presiden RI Joko Widodo.

Surat bernomor 014/PRES-KAMI/B/IX/2020 yang ditandatangani tiga Presidium KAMI Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, dan Din Syamsuddin menyampaikan kepada Kepala Negara bahwa KAMI dan banyak rakyat Indonesia merasa prihatin dan membangkitkan trauma dengan adanya gejala dan gelagat kebangkitan neo komunisme dan PKI Gaya Baru.

Aktivis Malari 74: Ditekan, KAMI Makin Dapat Simpati Rakyat

KONFRONTASI -   Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) makin mendapat simpati setelah mendapat tekanan pihak-pihak tertentu termasuk penolakan deklarasi di berbagai daerah maupun rencana pelaporan Gatot Nurmantyo dan Presidium KAMI ke polisi. Demikian dikatakan aktivis Malapeta Limabelas Januari (Malari) 74 Salim Hutadjulu dalam pernyataan kepada suaranasional, Ahad (20/9/2020). “Deklarasi KAMI di Magelang didemo, di Bekasi juga. Lucunya di Surabaya KAMI sudah dideklarasi tapi ada yang mau mendemo,” ungkapnya.

PMII Surabaya Ancam Bubarkan Deklarasi KAMI, Syahganda Nainggolan: Mahasiswa itu Pakai Otak Bukan Otot

KONFRONTASI -– Rencana deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Kota Surabaya mendapat penolakan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya.

Bahkan PMII Surabaya siap menurunkan massa untuk membubarkan deklarasi KAMI di kota pahlawan itu. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum PC PMII Surabaya Nurul Haqqi.

Menanggapi ancaman itu, Sekretaris Badan Pekerja KAMI Syahganda Nainggolan angkat bicara. Menurutnya apa yang dilakukan oleh PMII Surabaya tak mencerminkan sikap dan prilaku mahasiswa.

Pages