Kami

Setelah Puji UU Cipta Kerja, Jenderal Gatot Nurmantyo: Catat! Saya Keluar dari KAMI Jika Jadi Parpol

KONFRONTASI -   Baru saja pernyataannya yang berisi pujian terhadap UU Cipta Kerja mengejutkan sebagian kalangan anti Omnibus Law, Jenderal Gatot Nurmantyo membuat pernyataan baru: 'Saya akan keluar dari KAMI kalau jadi partai politik." 

Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo mengaku akan keluar dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) jika menjadi partai politik.

Gatot menerangkan KAMI dibentuk dengan tujuan gerakan moral masyarakat Indonesia.

Terutama untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.

Rizal Ramli Ingatkan di ILC TV One: Dwifungsi TNI dihilangkan, namun Kepolisian RI menjadi Multifungsi

KONFRONTASI- Tokoh nasional  Rizal Ramli (RR) mengingatkan pemerintah bahwa penangkapan para aktivis pergerakan (KAMI) sungguh norak dan tak manusiawi. Bahkan saat ini, ketika dwifungsi TNI dihilangkan, malah Kepolisian RI menjadi multifungsi dan penanganan polisi terhadap aktivis malah berwatak fasis yang sangat bertentangan dengan UU Polri sebagai pengayom rakyat. Semua itu harus diubah dan direformasi sebagaimana amanat reformasi  demokrasi 1998.

Deklarator KAMI: Pemerintahan Jokowi Sudah Masuk Dalam Perangkap Instabilitas Sosial dan Kerusuhan Konstitusi

KONFRONTASI-Salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) menduga pihak intelijen pemerintahan Joko Widodo telah memasuki area instabilitas sosial.

Delkarator dan Komite politik KAMI, Gde Siriana Yusuf mengatakan, indikasi bahwa inteiljen telah bermainan merekayasa sebab sangatlah kuat.

Kata Siriana Jokowi telah masuk dalam perangkap instabilitas sosial dan kerusuhan konstitusi.

Apa ‘Ndak’ Lebih Baik Gatot Nurmantyo Fokus untuk Keluarin Tokoh KAMI dari tahanan? kata Rizal Ramli

KONFRONTASI- Tokoh Nasional Rizal Ramli berharap, agar Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo fokus pada pembebasan para tokoh KAMI yang ditangkap.

Seperti diketahui, hingga saat ini ada sejumah aktivis KAMI yang ditangkap polisi di antaranya. Mereka sendiri juga merupakan petinggi KAMI yakni Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat dan Anton Permana.

Permintaan RR begitu ia disapa sendiri didasari oleh pernyataan Gatot Nurmantyo yang justru memuji omnibus law UU Cipta Kerja.

Soal Tokoh KAMI, Prof Jimly Asshiddiqie: Ditahan Saja Tidak Pantas Apalagi Diborgol

KONFRONTASI -– Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Jimly Asshiddiqie geram melihat perlakukan rezim ini kepada tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan.
Jumhur dan Syahganda ditangkap karena dianggap menyebarkan informasi provokatif dan haox di media sosial terkait UU Cipta Kerja (Ciptaker).
Jumhur dan Syahganda serta sejumlah aktivis KAMI ditampilkan dalam rilis kasus di Bareskrim Polri, Kamis (15/10).

 

Apakah Tersangka kasus Joko Chandra juga di borgol dan di pamerkan dengan jaket tahanan kayak Syahganda dan Jumhur?

KONFRONTASI- Kepolisian menuai kritik publik akibat memborgol  aktivis Syahganda Nainggolan dan M Jumhur Hidayat di depan publik. '' Oh ya apakah Jenderal Jenderal polisi yang jadi Tersangka kasus Joko Chandra juga di borgol dan di pamerkan dengan jaket tahanan??? Mungkin ada yg tahu? Supaya adil !'' kata mantan Menkeu Fuad Bawazier yang juga Pembina Gerindra.

Terkait demo Omnibus Law, Gatot Nurmantyo, Pimpinan KAMI Terkesan Chicken Out atau Takut terkena Koersi?

KONFRONTASI- Tuduhan terkait demo Omnibus Law UU Cipta Kerja ditanggapi oleh Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo. “Sebenarnya hal ini tidak perlu repot-repot, ada BIN, ada Polisi yang sudah teruji, kan tinggal cari saja. Sangat mudah sekali. Yang membakar pos, CCTV kan ada.

Gatot Nurmantyo: KAMI Sudah Siap dengan Segala Resiko, Tak Perlu Dikasihani

KONFRONTASI-Kader dan simpatisan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak perlu meributkan soal penangkapan delapan petinggi KAMI karena diduga terkait kericuhan di demo omnibus law UU Cipta Kerja.

Deklarator KAMI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa delapan orang yang ditangkap itu merupakan tokoh-tokoh pejuang.

Pages