9 April 2020

kambing

Polisi Bongkar Identitas Mayat Pria di Pusat Pemprov Banten, Ternyata Pelaku Maling Kambing

Konfrontasi - Polres Serang Kota berhasil mengungkap mayat pria tanpa identitas yang ditemukan di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Banten. Mayat pria tersebut diketahui bernama DD (40) warga Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

Berkurban untuk 52 Orang, Raffi Ahmad Gelontorkan 6 Sapi dan 11 Kambing

Konfrontasi - Mendapat rejeki yang berlimpah dari sederet pekerjaan yang dilakoninya Raffi Ahmad berkurban pada momen Idul Adha tahun ini. Tak tanggung-tanggung, Raffi kurban enam ekor sapi dan 11 ekor kambing.

Hewan yang dibeli Raffi untuk berkurban untuk tak hanya dipusatkan di kediamannya saja di Green Andara Residences. Soalnya, Raffi membaginya ke beberapa tempat.

Raffi Ahmad berkurban hewan dengan jumlah fantastis yakni enam ekor sapi dan 11 ekor kambing.

Beruang Madu Diduga 'Sembelih' Kambing Kurban Warga

Konfrontasi - Dua ekor kambing milik warga di Jorong Sungai Salak, Nagari Koto Tangah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat mati dengan bekas gigitan di leher dan isi perutnya keluar. Diduga hewan kaki empat itu diterkam beruang madu.

"Kejadian itu diketahui pada Sabtu (10/8) pagi oleh pemilik kambing, Rosmidar, yang rencananya dijadikan hewan kurban pada Minggu," kata Camat Tanjung Emas Abramis Yuzi, di Batusangkar, Minggu (11/8/2019).

662 Sapi dan Domba di Cimahi Dinyatakan Tak Laik Kurban

Konfrontasi - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi memeriksa 2.109 hewan kurban dari 54 titik se-Kota Cimahi. Total ada sapi 637 ekor sapi, 1.717 ekor domba dan 3 ekor kambing yang diperiksa. Dari jumlah itu 662 hewan dinyatakan tidak laik kurban dan sakit.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung sejak sepekan itu, 587 ekor sapi dinyatakan sehat dan laik kurban. Sementara ada 50 ekor yang belum cukup umur kurban dan 6 ekor sapi mengalami sakit atau cacat.

Turun 50 Persen, Penjual Hewan Kurban Mengeluh

Konfrontasi - Pedagang hewan kurban di Jakarta Barat mengeluhkan penjualan yang menurun pada H-2 Iduladha tahun ini.

Penurunan penjualan hewan kurban dirasakan salah satu pedagang hewan kurban Jalan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat bernama Ade, yang menyebut penjualannya turun 50 persen.

"Secara harga memang ada kenaikan tiap tahunnya dan itu wajar, tapi untuk penjualannya itu yang parah banget menurunnya," kata Andre, Jumat (9/8/2019).

Jelang Idul Adha, Penjual Domba di Nigeria Naikkan Harga

Konfrontasi - Menjelang Idul Adha 1440 Hijriyah, hewan ternak seperti Domba, Kambing, dan Sapi diburu umat Islam yang hendak berkurban. Di beberapa negara bagian di Nigeria seperti Lagos, Ogun, dan Osun, para pedagang memanfaatkan kesempatan mendekati Hari Raya Idul Adha dengan meningkatkan harga Domba jantan dan Kambing.

Sejumlah umat Muslim berbicara kepada Sahara Reporters, bahwa para pedagang menggandakan harga hewan kurban untuk mendapatkan lebih banyak uang dari pelanggan. 

Temukan Penyerang Kambing Misterius, Warga Malah Dikejar Juga

Konfrontasi - Tiga kambing di Candibinangun, Pakem Sleman ditemukan mati secara misterius, Jumat (15/12/2017).

Kandang ternak kambing gembel tersebut sebenarnya milik Guwarso warga yang tinggal di Jakarta. Pengelolaan ternak kambing tersebut dipercayakan kepada Supriyono.

Sehari-hari, kandang ternak tersebut ditunggu oleh Subardi,  warga Candirejo Candibinangun. “Jumlah ternak kambing yang dipelihara ada 93 ekor.

Indonesia Ekspor Babi ke Singapura

Konfrontasi - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, nilai ekspor Indonesia mengalami terus mengalami kenaikan tiap tahun. Hal ini salah satunya hasil dari program upaya khusus (Upsus) induk wajib bunting (Siwab).

Amran mengungkapkan, Indonesia telah mengekspor kambing dan ayam ke sejumlah negara. Bahkan peternak dalam negeri juga mengekspor babi ke Singapura.

Peternak Diminta Perlu Gali Potensi Kambing Kaligesing

Konfrontasi - Setiap Jumat malam ribuan kambing peranakan Etawah, khususnya Ras Kaligesing berdatangan ke Pasar Pendem dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sebagian kecil Jawa Barat.

Para peternak mengincar waktu transaksi Pasar Pendem yang hanya buka pada hari Sabtu (23/9/2017) di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Tidak kurang dari 1.000 ekor diperdagangkan, mulai dari anak kambing yang belum lepas sapih sampai kambing dewasa, termasuk yang sudah masuk masa pemerahan.

Kambing Kaligesing yang diperdagangkan itu sebagian besar kelas B, C, dan D. Kelas A yang datang biasanya hanya beberapa ekor saja untuk melayani peternak khusus pembibitan.

Para peternak sudah paham dengan ciri-ciri asli Kaligesing, antara lain, telinga menjuntai ke bawah dengan lipatan terbuka ke depan, bentuk rahang bawah lebih menonjol, dan lengkungan hidung yang tajam ke bawah. Bulu lebat di bagian kaki belakang, punya gelambir di leher, serta warna dominan hitam di kepala.

Makin jauh dari karakteristik itu, harga jualnya makin rendah. Akan tetapi, justru banyak peternak yang hanya mengincar produksi susunya sehingga mengamati juga bentuk lain, yaitu ambing dan puting susunya.

Populasi kambing ras Kaligesing di Kabupaten Purworejo berdasarkan data akhir Juni 2017 tercatat 61.663 ekor. Sebanyak 75 persen populasinya ada di Kecamatan Kaligesing, sisanya tersebar di 16 kecamatan lainnya. Secara nasional ada sekitar 100.000 ekor. Namun, sebagian yang di luar Kaligesing ada yang sudah disilangkan dengan ras lain.

Kaligesing memang perupakan ternak kambing jenis perah yang diharapkan peternak mampu menghasilkan produksi susu terbanyak.

Sudah banyak turunan Kaligesing yang dibeli peternak dari Pasar Pendem mampu menghasilkan susu terbaik yaitu rata-rata produksi 1 liter sampai 1,5 liter per hari. 

Banyak juga pemda dari daerah lain sengaja membeli kambing Kaligesing langsung dari peternak di Kaligesing untuk mencetak peternak baru dengan harapan produksi susu bisa menjadi pendapatan mereka.

Namun, kebanyakan peternak di Kecamatan Kaligesing justru memelihara kambing untuk pembibitan dan mengabaikan potensi susunya.

Semua susu yang dihasilkan hanya diberikan kepada anak kambing. Peternak baru menjual kalau masih ada sisa setelah semua cempe atau anakan kambing sudah mendapat susu.

Sementara itu, seorang peternak yang mengharapkan susu kambing untuk dijual justru akan memberikan anakan kambing susu sapi, sementara susu kambingnya dijual kepada masyarakat. 

Harga susu kambing segar memang masih tinggi, yaitu Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per liter, sementara harga susu sapi hanya di kisaran Rp4.500 sampai Rp6.000 per liter.

Tidak Sadar

Banyak peternak di Kaligesing yang tak menyadari bahwa potensi susu dari kambing Kaligesing sangat tinggi bukan hanya 1 s.d. 1,5 liter/hari seperti yang banyak disampaikan sejumlah buku litelatur dan pengalaman peternak di daerah lain.

Jika pemeliharaan baik, termasuk pemberian makanan yang tepat, akan mampu meningkatkan produksi susu sampai 4 liter.

Hal itu sudah dibuktikan peternak muda, Krisbianto, di Desa Pandanrejo yang sejak 2 tahun lalu fokus pada produksi susu.

Ia sudah membuktikan bahwa produksi susu dari Kambing Kaligesing mampu menghasilkan pendapatan yang lumayan, tanpa mengurangi hak cempe untuk mendapatkan susu segar kambing.

Saat ini peternak di Kaligesing lebih fokus menghasilkan anakan atau cempe yang baik sesuai dengan karakterik khas dari ras Kaligesing.

Mengubah kebiasaan peternak untuk fokus juga pada produksi susu agar meraih pendapatan lebih baik memang sulit. Hal itu juga diakui Puji Atmoko Staf Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pangan Perikanan Kelautan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Purworejo.

Sudah ada bukti bahwa produksi susu dari ras Kaligesing cukup tinggi. Akan tetapi, mengajak peternak lain untuk berubah itu sulit, katanya.

Masih ada ketakutan peternak akan gagal memproduksi susu lebih baik dan perasaan sayang yang berlebihan pada anak kambing. Padahal, menurut Puji, dengan ambing yang sering diperah akan membuat kelenjar susu lebih sehat bahkan mengurangi kasus mastitis atau radang puting susu.

Kasus mastitis memang lebih banyak karena adanya sisa susu di puting yang akhirnya mengundang bakteri berkembang biak. 

Hal senada diungkap Krisbianto yang mengaku dengan pemerahan yang rutin justru jarang sekali ternaknya terkena mastitis.

Polisi Duga Anjing Misterius Pemangsa Domba di Malang Terlatih

Konfrontasi - Teror anjing misterius meresahkan warga di Kabupaten Malang dan Kota Malang, Jawa Timur. Sejauh ini sudah ada 41 hewan diterkam anjing misterius, sebagian besar mati di kandang, lainnya mati akibat luka gigit pada bagian leher dan paha.

Warga juga sudah ronda malam, namun anjing misterius itu masih memangsa hingga jumlah domba mati berlipat. Bahkan sebaran daerah operasi anjing misterius itu melebar dari Kabupaten Malang menuju ke Kota Malang.

Pages