Kabupaten Lebak

Gempa Kembali Guncang Lebak, 2.760 Rumah Rusak

Konfrontasi - Gempa berkekuatan 6,1 SR kembali mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (26/1/2018) pukul 13.34 WIB.

Guncangan gempa tersebut menyebabkan dampak cukup besar. Masyarakat Lebak dan sekitarnya masih sering merasakan gempa susulan.

"BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) memantau sudah ada 53 kali gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil," kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Jumat (26/1).

Menurut Sutopo, gempa susulan ini adalah peristiwa alamiah. Setelah gempa besar biasanya diikuti gempa-gempa susulan dalam rangka mencari keseimbangan sistem lempeng yang ada.

Posko BNPB terus melakukan update pendataan gempa 6,1 SR. Terdapat 73 kecamatan di sembilan kabupaten/kota pada tiga provinsi yakni Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta yang terdampak.

Satu orang meninggal dunia akibat gempa yaitu Nana Karyana (40) karena serangan jantung. Saat gempa, korban tengah memperbaiki atap genteng rumah. "Korban kaget, jatuh kemudian pingsan dan akhirnya meninggal dunia," ujarnya.

Sutopo menambahkan ada 11 orang luka-luka. Tujuh di antaranya luka berat dan empat ringan. Sebanyak 2.760 unit rumah rusak, dengan perincian 291 rusak berat (RB), 575 rusak sedang RS), dan 1.894 rusak ringan (RR).

"Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak adalah daerah yang paling banyak terdapat kerusakan bangunan rumah karena posisinya berdekatan dengan pusat gempa," paparnya.

Dua Kali Gempa di Waktu Berdekatan, BPBD Lebak: Masih Aman

Konfrontasi - Dua gempa bumi di selatan Banten terjadi di waktu yang berdekatan. Meski begitu, BPBD Lebak menyatakan situasi di lokasi masih aman.

Gempa berkekuatan 5,0 skala Richter terjadi pada pukul 17.12.48 WIB. Pusat gempa berada di 81 km arah barat daya Lebak, dengan kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya, gempa juga terjadi pada pukul 11.48.23 WIB. Berkekuatan 5,2 skala Richter, pusat gempa berada di 79 kilometer arah barat daya Lebak dengan kedalaman 11 kilometer.

Produksi Padi Di Banten Melimpah, Ini Dia Penyebabnya

Konfrontasi - Kabupaten Lebak dan Serang masih merayakan panen raya padi hingga hari ini. Demikian dikatakan oleh Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), Haris Syahbuddin di Jakarta, Jumat (5/1/2018).

"Salah satu titik panen di Kabupaten Lebak hari ini berlangsung di Desa Banjarsari Kecamatan Warung Gunung, tepatnya di Poktan Bojong Neros," ujar Haris.

Kata Haris, 1.794 hektar sawah siap panen di Kecamatan Warung Gunung. 73 kelompok tani yang terdiri dari 3.362 orang mengelola seluruh sawah yang mampu menghasilkan 6,4 ton gabah kering per hektar. 

Sekedar informasi, acara panen hari ini di kelompok tani Bojong Neros juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dede Supriatna beserta perwakilan BPTP Balitbangtan Banten, Penyuluh, Babinsa, dan Petani anggota kelompok tani.

"Poktan Bojong Neros cukup berbangga dengan setiap hasil panen yang diperolehnya.  Sejak tahun 2008, Poktan ini sudah menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo) 4.1 dan hasilnya cukup memuaskan petani karena meningkatkan produktivitas hingga 25 persen," jelasnya.

Kata Haris, dukungan inovasi teknologi seperti penggunaan Jarwo dan irigasi, benih bermutu, pemupukan berimbang dan dukungan penggunaan alat dan mesin pertanian menjadi kunci keberhasilan panen di Banten.

"Seluruh hal tersebut didiseminasikan kepada petani melalui kegiatan penyuluhan. Dengan adanya irigasi, petani di lokasi ini dapat melakukan penanaman selama 5 kali dalam dua tahun," ungkapnya.

Uum, anggota kelompok tani Bojong Neros mengatakan keunggulan penggunaan sistem tanam Jarwo adalah proses pemupukan yang mudah, irit dan tidak banyak menggunakan tenaga kerja dalam proses pertumbuhannya. Meski demikian Ia akui penyuluhan oleh pemerintah memiliki peran penting dalam keberhasilan panen kali ini.

Ciputra Group Sediakan 1.000 Rumah DP 1%

Konfrontasi - Ciputra Group tengah mengambangkan kota baru di daerah Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lahan yang luasnya 2.000 hektar ini sudah mulai pembangunan 10.000 unit rumah yang dilakukan secara bertahap.

Dari 10.000 unit tersebut, 8.000 unit rumah merupakan khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) non subsidi yang harganya sekitar Rp 200 jutaan ke bawah, sedangkan sisanya untuk bangunan komersial.

Kokom Tewas Usai Jembatan Lapuk di Lebak Ambrol

Konfrontasi - Kokom (31), warga Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten tewas setelah jatuh dari jembatan gantung lapuk.

Camat Sobang, Kabupaten Lebak, Yadi, di Lebak, Minggu (19/2/2017), menjelaskan, lokasi jembatan gantung lapuk itu di Kampung Lebak Dalem Desa Cikawah, Kecamatan Sobang. "Kondisi jembatan gantung itu rusak parah bagian papan penyangga patah dan banyak berlubang-lubang," katanya.

Banjir Lebak, Kementerian PU Pera Janji Normalisasi Tiga Sungai

Konfrontasi - Banjir yang melanda 14 kecamatan di Kabupaten Lebak sejak Kamis, 5 Februari 2017 diakibatkan meluapnya Sungai Ciliman dan anak sungai seperti Sungai Cisimeut, Sungai Cimadur dan Cibinuangeun yang terletak di wilayah Lebak Selatan.

Akibat banjir, kegiatan belajar-mengajar SMPN 1 Leuwidamar dihentikan karena air memasuki lingkungan sekolah hingga ketinggian setengah meter.

Ribuan Rumah di Lebak dan Pandeglang Banten Terendam Banjir

Konfrontasi - Sungai di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten meluap sejak Kamis (5/2) kemarin. Akibatnya, sebanyak 5.232 rumah terendam banjir.

"Banjir melanda 14 kecamatan di Kabupaten Lebak sejak Kamis (5/2) dini hari akibat meluapnya Sungai Ciliman anak anak-anak sungai," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Sabtu (11/2/2017). 

Operasi Pasar Lebak Dibanjiri Ibu-ibu Rumah Tangga

Konfrontasi - Sejumlah ibu rumah tangga di Kabupaten Lebak, Banten, memadati lokasi operasi pasar (OP) cabai yang digelar pemerintah daerah setempat.

"Kami sangat terbantu melalui OP itu dapat meringankan beban ekonomi keluarga karena harga cabai merah keriting dijual Rp40.000/kg, padahal harga di pasaran Rp69.000/kg," kata Imas (45) seorang ibu rumah tangga warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (22/1/2017).

Gelar Latihan Bela Negara Bersama FPI Berujung Pencopotan Dandim Lebak

Konfrontasi - Dandim Lebak, Kolonel Czi Ubaidillah dicopot dari jabatannya karena menggelar latihan Bela Negara untuk anggota Front Pembela Islam (FPI). Ubaidillah dianggap menyalahi prosedur karena tak melapor ke atasan.

"Ditemukan kesalahan prosedur yaitu Dandim tidak berlapor terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum menyelenggarakan kegiatan Bela Negara," ujar Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi Letkol Arh M Desi Ariyanto dilansir merdeka.com, Minggu (8/1/2017).

Wisatawan Mancanegara Minati Tenun Baduy

Konfrontasi - Kerajinan tenun hasil produksi masyarakat adat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, diminati wisatawan domestik dan mancanegara.

"Keunggulan tenun Baduy itu, selain rajutan sendiri yang dikerjakan secara tradisional juga warnanya berbeda dengan tenun lain di Tanah Air," kata Meti, seorang perajin Baduy warga Kadu Ketug, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Sabtu (21/5/2016).

Pages