Kabupaten Cirebon

Arus Balik Idul Adha 2020, Ribuan Kendaraan Pribadi Penuhi Gerbang Tol Cipali

Konfrontasi - Ribuan kendaraan memadati ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Kabupaten Cirebon, pada H+2 Lebaran Idul Adha 2020, Minggu (2/8/2020). Ribuan kendaraan yang didominasi mobil pribadi tampak antre saat memasuki Gerbang Tol Palimanan.

Satlantas Polresta Cirebon sudah menyiapkan rekaya lalu lintas untuk mengantisipasi jika terjadi penumpukan arus. Pihak pengelola jalan tol juga membuka 15 loket pembayaran untuk memudahkan transaksi dan kelancaran arus.

Gondol 30 Motor Lintas Provinsi, Polisi Lumpuhkan Spesialis Curanmor di Cirebon

Konfrontasi - Polres Cirebon Kota menangkap enam pelaku spesialis pencurian sepeda motor. Salah satu pelaku, inisial I, pernah mencuri 30 motor di Kota dan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, serta Kabupaten Brebes, Jateng.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Syamsul Huda mengatakan pelaku berinisial I diringkus polisi di kediamannya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Ia mengaku sudah menggondol puluhan motor.

Akibat Virus Corona, Kini Giliran Cirebon dan Bandung Masker dan Hand Sanitizer Mulai Langka

Konfrontasi - Ketersediaan masker dan hand sanitizer di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mulai mengalami kelangkaan. Hal tersebut diduga disebabkan oleh kekhawatiran masyarakat akan penyebaran virus Corona.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi mengaku telah menerjunkan satuan petugas untuk memantau ketersediaan kebutuhan pokok, termasuk masker dan hand sanitizer di pasaran.

Pesan KPK ke Pengusaha: Diperas Pejabat Segera Lapor

Konfrontasi - KPK menetapkan dua tersangka baru dari pihak swasta dalam kasus dugaan suap mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra. KPK mengingatkan para pelaku usaha menerapkan prinsip bisnis bersih.

"KPK juga mengingatkan pada pihak swasta, baik pelaku usaha dalam negeri ataupun korporasi yang terafiliasi dengan perusahaan di luar negeri agar melaksanakan prinsip bisnis secara bersih dan antikorupsi," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (15/11/2019).

Bocah 4 Tahun Meninggal Saat Puting Beliung Terjang Cirebon

Konfrontasi - Angin puting beliung menerjang kecamatan Panguragan, Cirebon, Jawa Barat. Akibat kejadian itu, seorang anak bernama Hendri meninggal dunia. 

"Meninggal dunia satu, umur 4 tahun tertimpa reruntuhan rumah," kata Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, saat dihubungi, Minggu (30/12/2018). Versi BPBD Jabar bocah yang meninggal berusia 3 tahun.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.10 WIB. Data kerusakan dan korban akibat kejadian tersebut masih didata.

Puting Beliung Terjang Cirebon, BPBD: 165 Rumah Rusak

Konfrontasi - Angin puting beliung menerjang Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Akibatnya ratusan rumah rusak terkena amukan angin puting beliung.
 
Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman mengatakan dari hasil pendataan sementara total kerusakan akibat angin puting beliung sebanyak 165 rumah. 
 

Korban Banjir di Cirebon Butuh Bantuan Logistik

Konfrontasi - Para pengungsi atau korban banjir di desa-desa yang berada di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, butuh bantuan. Hingga saat ini, kebutuhan logistik para korban tidak mencukupi.

"Banyak pengungsi di berbagai titik kurang makan dan minum, baju serta logistik lainnya serta rumah sebagian warga masih belum bisa dibersihkan," ucap Petakala Grage Disaster Management, Deddy Madjmoe, Cirebon, Sabtu (24/2/2018).

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kabupaten Cirebon

Konfrontasi - Sekitar seribu rumah di delapan kecamatan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Cisanggarung dan meluapnya Sungai Cijangkelok menyusul curah hujan yang tinggi. 

"Delapan kecamatan yang terdampak, dan kurang lebih ada 25 ribu jiwa yang harus mengungsi," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman di Cirebion, Jumat (23/2/2018).

Kesal pada Istri, Ayah Tega Meminumkan Racun Tikus pada Bayi

Konfrontasi - Diduga marah kepada istrinya yang merantau ke Riau, seorang bapak muda meracuni anaknya sendiri yang masih bayi. Pria berbadan penuh tato itu meracuni anaknya sendiri dengan racun tikus.

Seusai meminumkan susu bercampur racun tikus ke anaknya,  M Taufik (27) mencoba bunuh diri. Ayah satu anak itu meminum air putih yang dicampur racun tikus sisa yang dibelinya.

Akibat reaksi racun tikus yang dicampurkan ke susunya tersebut, Kaisar Alfikar (14 bulan), tidak bertahan. Ia menghembuskan nafas terakhirnya tidak lama setelah dibawa ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon, Sabtu, 6 Januari 2018.

Balita yang sejak usia 2 bulan ditinggal ibunya merantau itu, berkali-kali muntah sehingga kehilangan banyak cairan tubuhnya, yang membuatnya tidak bisa bertahan.

Sementara ayahnya yang telah tega meracuninya, berhasil lolos dari maut. Sampai saat ini, M Taufik yang telah ditetapkan menjadi tersangka, masih dalam perawatan di RSUD Waled.

Sejauh ini, motif yang melatarbelakangi perbuatan nekat tersangka, akibat himpitan ekonomi dan kemarahan yang meluap kepada istrinya.

Cairan hitam

Peristiwa yang terjadi Sabtu, 6 Januari 2018 siang itu diketahui pertama kali oleh bibi Kaisar, Widyawati (42). Ia merasa heran dengan tangisan tanpa henti sang keponakan.

Warga Desa Babakan Losari Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon yang tinggal tidak jauh dari rumah korban, kemudian mencoba mencari tahu kondisi keponakannya.

Namun ia mendapati pintu dan jendela rumah bagian depan terkunci dari dalam. Sementara sang ayahnya juga tidak menyahut, ketika dipanggil-panggil. 

"Pintu dan jendela dikunci dari dalam. Saya keliling mencari-cari jendela yang bisa dibuka dan berhasil masuk lewat jendela belakang," ungkapnya.

Begitu berhasil masuk rumah, di dalam kamar, dia mendapati Kaisar yang dipeluk sang ayah menangis, sambil terus menerus memuntahkan cairan kehitaman.

Begitu juga kondisi Taufik yang dilihatnya memprihatinkan dengan tubuh lemah dan mengeluarkan cairan yang nyaris sama. Seketika itu pula, Widyawati langsung berteriak-teriak meminta pertolongan warga.

Tidak lama bersama tetangganya, Widyati melarikan Kaisar ke puskesmas yang kemudian merujuknya ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon.

Di rumah sakit, Kaisar masih terus memuntahkan cairan kehitaman hingga kondisi tubuhnya semakin lemas. Meski telah mendapat penanganan tim medis, nyawa Kaisar tak tertolong. Sabtu sore, dokter yang merawatnya menyatakan bocah itu meninggal dunia.

Sementara itu, Taufik yang juga dilarikan ke rumah sakit yang sama, masih dalam penanganan medis.

Widyawati tidak habis pikir dengan perbuatan nekat Taufik. Setahu Widyawati,Taufik menyayangi Kaisar dan total mengasuhnya sejak usianya dua bulan, karena istrinya, Karis merantau ke Riau. Selain mengasuh anaknya, Taufik juga kerja serabutan.

“Taufik bahkan menolak menyerahkan pengasuhan sang anak kepada mertuanya di Sukabumi,” katanya.

Pages