15 December 2019

Jokowi

Peran dan Tugas Presiden dan Wapres Harus Dipisahkan Jika Jokowi Jadi Presiden

KONFRONTASI- Jusuf Kalla (JK) bakal sangat dominan di istana sebagai the real president  jika Jokowi terpilih jadi Presiden. Maka, JK harus diberi tugas khusus seperti menyelesaikan konflik regional, dan masalah Papua serta perdamaian, namun jangan membentuk struktur kabinet, memilih menteri kabinet, jangan pula mengurusi  hubungan  pemerintah  dan DPR. Itulah pendapat analis politik Mohamad Nabil yang juga peneliti CSRC UIN Jakarta dan Andar Nubowo MA, Direktur Indo Strategi.

Kampanye Hitam Mencerminkan Para Capres Kita Parah. Harus dihapus Kampanye Hitam Itu

JAKARTA – Kehebohan kampanye hitam (black campaign) yang dikeluhkan capres dan tim suksesnya menjelaskan kepada kita bahwa mental capres-cawapres yang bertarung dalam pilpres 2014 ini parah.

 

“Mereka tidak memiliki kesiapan mental untuk memimpin bangsa yang besar seperti Indonesia,” ujar koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB.) Adhie M Massardi kepada wartawan.

 

Jokowi-PDIP Silau Dengan Tawaran Dana Untuk Posisi Cawapres?

Terkait dengan spekulasi mengenai siapakah Cawapres yang akan mendampingi Jokowi maka beredar rumor bahwa ada yang menawarkan dana sangat besar ,trilyunan, agar dia bisa menjadi Cawapres Jokowi. Namanya memang sudah sering beredar di semua media termasuk media online, dan memang selain keluarganya mempunyai konglomerat bisnis yang besar,juga didukung oleh pentolan organisasi perkumpulan dari bisnis yang besar.

Jokowi Menjawab Tuduhan Hashim Djojohadikusumo: Uang Yang Masuk Rp6 Milyar, Bukan Rp52 Milyar

Tuduhan adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, yang mengaku mengeluarkan Rp 52 miliar untuk pencalonan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta dibantah oleh calon presiden dari PDIP tersebut "Ah, itu sudah dibantah sama Pak Ahok juga, kan. Uang yang masuk ke dalam rekening kita itu Rp 6 miliar," ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/6/2014) malam. Kendati demikian, Jokowi mengatakan bisa saja Wakil Ketua DPP Gerindra itu benar-benar mengeluarkan uang dalam jumlah tersebut. Namun, penggunaan uang tersebut tanpa sepengetahuan Jokowi.

Pengamat Nilai Pencitraan Ala Jokowi Bodohi Rakyat

KONFRONTASI- Pengamat politik dari UIN Jakarta, Zaki Mubarak menilai sikap sederhana calon presiden (capres) Jokowi hanya sebatas pencitraan untuk menarik perhatian publik jelang Pilpres 2014. Sebab, sistem marketing atau kampanye ala Jokowi dianggap membodohi rakyat, penilaian ini disampaikannya pada pers, di Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Menurutnya, semakin modern masyarakat dan matang budaya politik, model pencitraan populisme yang dilebih-lebihkan tidak lagi efektif di Pilpres 9 Juli nanti. Sebab, rakyat sudah cerdas dalam menentukan pilihan.

Adik Kandung Prabowo Dibohongi Jokowi selama 1,5 Tahun, Habis Rp52 Milyar Biayai Jokowi jadi Gubernur DKI

KONFRONTASI- Adik kandung Prabowo Subianto yang juga Wakil Ketua Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, dirinya merasa dibohongi Joko Widodo selama 1,5 tahun. Kata Hashim, Jokowi mengaku tidak dapat dukungan biaya selama pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.

Politisi Nasdem bantah Jokowi keceplosan kampanye

JAKARTA, KONFRONTASI--Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Ferry Mursyidan Baldan, membantah calon presiden Joko Widodo (Jokowi) keceplosan kampanye saat memberikan sambutan dalam pengundian nomor urut capres-cawapres di Gedung KPU Pusat, Jakarta, Minggu.

"Pak Jokowi tidak keceplosan, dia berbicara terukur kok. Dia kalau pidato kan memang singkat, tidak suka yang panjang-panjang. Semua pernyataan dia kemarin itu, dalam kontrol dia kok," kata Ferry saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Senin.

Prabowo Ucapkan Terima Kasih, Jokowi Bicara Keseimbangan

Calon presiden (capres) Prabowo Subianto menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pihaknya dan penyelenggara pemilihan umum, dan capres Joko Widodo (Jokowi) bicara keseimbangan saat keduanya usai mendapatkan nomor urut menuju Pemilu Presiden 9 Juli 2014.

"Saya berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, juga semua pihak penyelenggara pemilihan umum, termasuk kepolisian dan TNI, serta media," ujar Prabowo, yang mendapat nomor urut satu (1) menuju Pilpres 9 Juli 2014, di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta, Minggu.

Prabowo-Hatta Nomor Urut 1, Jokowi-JK Nomor 2

KONFRONTASI-Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilu Presiden 2014. Dengan demikian, pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memperoleh nomor urut 2.

Pengundian nomor urut tersebut dilakukan di Gedung Komisi Pemilihan Umum, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (1/6/2014) siang. Pengundian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengambilan nomor oleh cawapres untuk mendapatkan urutan mengambil nomor undian. Tahap kedua untuk mengambil nomor urut capres-cawapres berdasarkan antrean.

Pengamat : Jokowi mampu mendepak Foke, tapi tak mudah ungguli Prabowo

KONFRONTASI--Jokowi terbukti mampu mengalahkan Fauzi Bowo alias Foke dalam Pilgub DKI Jakarta, tapi susah untuk mengungguli Prabowo, hal ini disampaikan penyair, pengamat sosial kemasyarakatan Warih W Subekti yang juga peneliti LSM Fredom Foundation Jakarta.

Pages