13 December 2019

Jokowi

Pidato Jokowi Tidak Singgung Pemberantasan Korupsi, ICW: Kami Tidak Kaget

KONFRONTASI-Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut sudah memprediksi pidato pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menyinggung isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

"Bagi kami tidak mengagetkan, karena pengabaian isu hukum dalam pernyataan resmi Jokowi memang sudah berkali-kali hal ini terjadi," ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Prabowo: Saya Diminta Bantu Presiden di Bidang Pertahanan

KONFRONTASI-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama wakilnya Edhy Prabowo keluar dari Istana Kepresidenan Jakarta, usai menghadap Presiden Jokowi terkait calon menteri, Senin (21/10).

Di tangan Edhy, tampak dua map putih yang sebelumnya juga dibawa para calon menteri yang sudah lebih dulu dipanggil suami Iriana itu. Keduanya keluar sekitar Pukul 17.12 WIB, atau hampir satu jam berada di dalam istana.

Jokowi Harus Singkirkan Tim Ekonomi Lama Jika Ingin Dongkrak PDB

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan keinginan mulai yakni Produk Domestik Bruto tembus US$7 triliun pada 2045. Tepat satu abad RI berdiri pendapatan per capita mencapai Rp324 juta per tahun. Menanggapi ini peneliti menilai, keinginan PDB bisa tinggi asalkan tim ekonomi lama dibuang.

"Cita-cita kita pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp 324 juta/tahun atau, Rp 27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita," papar Jokowi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019.

Mau PDB Tinggi,Jokowi Harus Buang Tim Ekonomi Lama

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keinginan mulai yakni Produk Domestik Bruto (PDB) tembus US$7 triliun pada 2045. Tepat satu abad RI berdiri pendapatan per capita mencapai Rp324 juta per tahun.

"Cita-cita kita pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp 324 juta/tahun atau, Rp 27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita, papar Jokowi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Presiden Jokowi Bertemu Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di Istana Negara

KONFRONTASI -   Usai dilantik, Presiden Joko Widodo langsung bertemu Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di Istana Merdeka Jakarta, Minggu malam (20/10/2019).

Presiden Jokowi didampingi oleh tiga menteri Kabinet Kerja jilid I, yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun.

Warga Diminta Tiru Kerukunan Prabowo dan Jokowi

KONFRONTASI -   Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rudy Susmanto mengajak masyarakat Kabupaten Bogor meniru kerukunan dua tokoh nasional, yaitu Prabowo Subianto dengan Joko Widodo.  Kedua tetap saling berkomunikasi kendati kerap beda cara pandang.

"Pilpres dan Pileg sudah usai, kita contoh dua tokoh nasional, Pak Prabowo dan Pak Jokowi yang mewakili aspirasi pilihan masyarakat Indonesia," ujarnya di Cibinong.

Investor Asing Sudah Tak Peduli dengan Jokowi Effect

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan memperkenalkan nama-nama menteri yang dipilih untuk mengisi Kabinet Kerja Jilid II pada besok pagi, Senin (21/10/2019). Namun, kata Jokowi, dirinya belum tentu akan melantik para menteri pada hari yang sama.

Terkait nama-nama menteri, beberapa kalangan menunggu siapa yang akan mengisi pos tim ekonomi, untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan target pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

PDIP Dipastikan Dapat Jatah Kursi Menteri Terbanyak

KONFRONTASI-PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu dan partai politik (parpol) utama pengusung Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin mendapatkan jatah kursi menteri terbanyak dalam periode kedua kepemimpinan Jokowi. Kepastian itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela tasyakuran pelantikan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Jokowi Perlu Ekonom yang Sanggup Berikan Pertumbuhan Ekonomi 7,5-8%

KONFRONTASI- Ingin Pendapatan Perkapita Rakyat Rp 324 juta/tahun di Tahun 2045?  Jokowi Perlu Ekonom yang Sanggup Berikan Pertumbuhan Ekonomi 7,5-8%

Rizal Ramli Ingatkan Bonus Demografi Bisa Jadi Fatal Buat RI

Pages