Jokowi

Kondisi Makin Ngeri Jika Jokowi Terus Pimpin Indonesia

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bahwa kondisi saat ini cukup ngeri. Pasalnya, pandemi covid-19 mengahncurkan perekonomian Indonesia bahkan dunia.

Namun, menurut Pengamat Politik Muslim Arbi kondisi akan semakin ngeri jika Jokowi terus menjadi presiden dan memimpin Indonesia. Sebab, masyarakat terus terbelah dan ekonomi juga tak kunjung membaik.

“Kalau Presiden ngeri melihat kondisi saat ini, rakyat ngeri Jokowi mimpin terus negeri ini,” katanya kepada law-jsutice.co, Selasa (14/7/2020).

Rapor Kabinet Merah Karena Leadership Jokowi Lemah

KONFRONTASI-Akhir akhir ini berkembang isu reshuffle kabinet Indonesia Maju karena dinilai Menteri menteri Jokowi bekerja kurang memuaskan

Menanggapi hal tersebut, Pengamat politik Gde Siriana mengatakan kalau Menteri Jokowi bukan keledai yg hrs dipecut baru jalan cepat.

Menurutnya, rapor merah yang diterima oleh Kabinet Indonesia maju disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah Leadership Jokowi yang lemah.

Jokowi Prediksi Puncak Corona Agustus-September, Yakin?

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo menyatakan puncak virus corona (covid-19) diprediksi terjadi Agustus-September. Namun prediksi ini bisa berubah jika kasus corona terus melonjak.

"Kalau melihat angka-angka memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir. Tapi kalau kita tidak melakukan sesuatu, ya bisa angkanya berbeda," ujar Jokowi dalam pertemuan dengan media, Senin (13/7).

Seminar Leiden-Unimal-UMJ-Paramadina: Kebijakan Mengatasi Corona masih Setengah Hati. Perlu Fokus dan Partisipasi Masyarakat yang Luas

KONFRONTASI- Kebijakan pemerintah dalam mengatasi pendemi Corona dan krisis ekonomi terkesan setengah hati karena keterbatasan anggaran, keterbatasan pengalaman mengatasi pandemi dan kesulitan lainnya yang membuat hasilnya tidak maksimal dalam menghentikan kurva Corona di Indonesia. Namun demikian, pemerintah dan masyarakat harus terus saling memperkuat  pemberdayaan dan saling menguatkan kerjasama dalam mengatasi wabah Corona, krisis ekonomi dan krisis multidimensi dewasa ini.

Pages