17 November 2019

Jokowi

Investor Asing Sudah Tak Peduli dengan Jokowi Effect

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan memperkenalkan nama-nama menteri yang dipilih untuk mengisi Kabinet Kerja Jilid II pada besok pagi, Senin (21/10/2019). Namun, kata Jokowi, dirinya belum tentu akan melantik para menteri pada hari yang sama.

Terkait nama-nama menteri, beberapa kalangan menunggu siapa yang akan mengisi pos tim ekonomi, untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan target pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

PDIP Dipastikan Dapat Jatah Kursi Menteri Terbanyak

KONFRONTASI-PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu dan partai politik (parpol) utama pengusung Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin mendapatkan jatah kursi menteri terbanyak dalam periode kedua kepemimpinan Jokowi. Kepastian itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela tasyakuran pelantikan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Jokowi Perlu Ekonom yang Sanggup Berikan Pertumbuhan Ekonomi 7,5-8%

KONFRONTASI- Ingin Pendapatan Perkapita Rakyat Rp 324 juta/tahun di Tahun 2045?  Jokowi Perlu Ekonom yang Sanggup Berikan Pertumbuhan Ekonomi 7,5-8%

Rizal Ramli Ingatkan Bonus Demografi Bisa Jadi Fatal Buat RI

Ekonom Harapkan Postur Kabinet Jokowi-Maruf Diharapkan Cerminkan Komitmen Perjuangan

KONFRONTASI-Pengamat Ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati berharap orang-orang yang akan masuk dalam postur kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin periode 2019-2024 bisa mencerminkan komitmen perjuangan membangun Indonesia.

Enny mengatakan bahwa berbagai target yang disampaikan oleh Jokowi dalam pidato pelantikan presiden akan mudah diimplementasikan jika menteri yang terpilih memang memahami dan menguasai bidangnya.

Ini Harapan Ketum Muhammadiyah Pada Jokowi-Maruf

KONFRONTASI-Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa mengemban amanah rakyat sebaik-baiknya.

Hal ini disampaikannya jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Minggu (20/10).

"Selamat kepada Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf Amin selaku Presiden dan Wapres, semoga bisa mengemban amanah sebaik-baiknya guna membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju, adil, makmur, bersatu, bermartabat, dan berdaulat," ujarnya.

Bukan Sekadar Merah, Rapor Tim Ekonomi Jokowi Tak Layak Tulis

KONFRONTASI -  Perekonomian di Indonesia tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam periode pertama Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hal ini menunjukkan bahwa rapor para pembantu Jokowi di bidang ekonomi tak layak ditulis.

Peneliti Founding Fathers House, Dian Permata mengatakan, persoalan ekonomi di Indonesia bukan hal yang baru terjadi. Namun telah menjadi persoalan sejak awal kepemimpinan Presiden Jokowi pada 2014 lalu.

Rizal Ramli: Indonesia Tidak Akan Punah, Tapi Bisa Pecah Kalau Ekonomi Payah dan Pemimpinnya Lemah

KONFRONTASI -   Tokoh nasional yang juga ekonom senior, Rizal Ramli, mengatakan dengan isu Papua yang rawan, sangat mungkin Indonesia tidak akan punah, akan tetapi Indonesia bisa terpecah kalau ekonomi buruk dan payah serta kepemimpinan lemah. Hal itu diungkap Rizal Ramli saat menjawab pertanyaan jurnalis Kompas TV, Aiman dalam acara bertema "Apakah Indonesia punah, fakta atau fiksi?"

Jilid I Gagal, Jokowi Harus Tempatkan Tim Ekonomi Baru Kabinet Keduanya

KONFRONTASI -   Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menganggap tim ekonomi kabinet Jokowi jilid I terbukti gagal. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah pencapaian dan angka- angka yang diraih mereka. 

Menurut Ichsan, Jokowi sebaiknya menempatkan orang-orang baru pada tim ekonomi di kabinet jilid keduannya.

"Kalau mau sukses dia (Jokowi) mesti cari orang tidak terperangkap ke dalam mainstrem, tidak terperangkap pada apa yang dilakukan jilid pertama,” ujar Ichsan saat berbiancang dengan Haluan.co, Rabu (16/10/2019).

Bang Uchok: Di Era Jokowi-JK Banyak Koruptor 'Pesta'

KONFRONTASI-Sepertinya Presiden Jokowi harus hati-hati memilih dan menaruh para pembantunya. Jangan terbujuk 'rayuan gombal' para parpol yang menawarkan kader terbaik yang dinilai pantas masuk dalam kabinet.

Tapi setelah duduk di kursi menteri, ada di antara mereka yang tersandung kasus tindak pidana korupsi hingga menyeretnya ke dalam penjara.

"Saat ini korupsi terjadi di semua lini dan level, baik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif," kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, Rabu (16/10/2019).

Pages