18 November 2019

Jokowi

Ketulusan Rizal Ramli untuk Bantu Pemerintah Pecahkan Masalah Ekonomi

Kritik Ekonom FE-UI untuk Luhut B Panjaitan Sebaiknya Direnungkan

Jika Nasdem Oposisi, Apa Resikonya Bagi Jokowi?

KONFRONTASI-Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin menilai kaolisi Jokowi-Ma'ruf Amin terlihat mulai tidak solid. Menurut Ujang, pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem menyiratkan hal tersebut.

"Iya, betul (koalisi Jokowi-Ma'ruf terlihat tidak solid," ujar Ujang Komaruddin di Jakarta, Senin (21/10/2019).

BEM UIN Jakarta Tuntut Jokowi Tuntaskan Janji Politiknya

KONFRONTASI-Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta atau UIN Jakarta turut menggelar aksi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI di depan Gedung Indosat, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Dalam aksinya, BEM UIN Jakarta menyoroti janji Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang belum dituntaskan di periode pertama memimpin Indonesia. Bahkan, BEM UIN Jakarta memberi rapot merah bagi kinerja Jokowi di periode pertama.

Rizal Ramli: Pak Jokowi Punya Cita-cita yang Besar, Tapi...

KONFRONTASI-Sejumlah tokoh telah dipanggil Presiden Jokowi untuk bergabung di kabinet, tak terkecuali dengan rivalnya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto, yang akan menempati sektor pertahanan.

Terkait hal tersebut, ekonom senior Rizal Ramli mengatakan sosok Prabowo tulus saat mengatakan ingin membantu pemerintahan Jokowi.

“Pada dasarnya Pak Prabowo itu baik hatinya, meskipun imagenya kayaknya galak banget gitu. Tapi dia gentlemen, apa yang dia katakan, itu yang dia kerjakan” ungkapnya dalam tayangan wawancara dengan Tvone, Senin (21/10/2019).

Pidato Jokowi Tidak Singgung Pemberantasan Korupsi, ICW: Kami Tidak Kaget

KONFRONTASI-Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut sudah memprediksi pidato pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menyinggung isu penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

"Bagi kami tidak mengagetkan, karena pengabaian isu hukum dalam pernyataan resmi Jokowi memang sudah berkali-kali hal ini terjadi," ujar Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz kepada wartawan, Senin (21/10/2019).

Prabowo: Saya Diminta Bantu Presiden di Bidang Pertahanan

KONFRONTASI-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama wakilnya Edhy Prabowo keluar dari Istana Kepresidenan Jakarta, usai menghadap Presiden Jokowi terkait calon menteri, Senin (21/10).

Di tangan Edhy, tampak dua map putih yang sebelumnya juga dibawa para calon menteri yang sudah lebih dulu dipanggil suami Iriana itu. Keduanya keluar sekitar Pukul 17.12 WIB, atau hampir satu jam berada di dalam istana.

Jokowi Harus Singkirkan Tim Ekonomi Lama Jika Ingin Dongkrak PDB

KONFRONTASI-Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan keinginan mulai yakni Produk Domestik Bruto tembus US$7 triliun pada 2045. Tepat satu abad RI berdiri pendapatan per capita mencapai Rp324 juta per tahun. Menanggapi ini peneliti menilai, keinginan PDB bisa tinggi asalkan tim ekonomi lama dibuang.

"Cita-cita kita pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp 324 juta/tahun atau, Rp 27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita," papar Jokowi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019.

Mau PDB Tinggi,Jokowi Harus Buang Tim Ekonomi Lama

KONFRONTASI -   Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keinginan mulai yakni Produk Domestik Bruto (PDB) tembus US$7 triliun pada 2045. Tepat satu abad RI berdiri pendapatan per capita mencapai Rp324 juta per tahun.

"Cita-cita kita pada tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendepatan per kapita Rp 324 juta/tahun atau, Rp 27 juta/bulan. Itu yang menjadi target kita, papar Jokowi di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Presiden Jokowi Bertemu Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di Istana Negara

KONFRONTASI -   Usai dilantik, Presiden Joko Widodo langsung bertemu Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di Istana Merdeka Jakarta, Minggu malam (20/10/2019).

Presiden Jokowi didampingi oleh tiga menteri Kabinet Kerja jilid I, yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung serta Duta Besar Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun.

Pages