26 January 2020

Jokowi

Daftar Harta Menteri Baru Jokowi, Siapa Paling Kaya?

KONFRONTASI -   Susunan menteri untuk kabinet Indonesia Maju 2019-2024 telah resmi dilantik. Berbagai menteri terpilih ini berasal dari berbagai macam bidang, mulai dari politikus hingga pengusaha.

Menurut data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), rata-rata menteri memiliki harta miliaran, ada juga yang memiliki harta puluhan juta hingga triliunan. Namun, ada sebagian nama menteri yang masih belum masuk ke dalam data LHKPN.

Berikut daftar harta kekayaan menteri menurut data LHKPN:

Ini Kabinet Politik, Bukan Kabinet Kerja

KONFRONTASI-Presiden Jokowi akhirnya berhasil membentuk Kabinet Kerja yang kedua. Dari nama-nama yang dipanggil satu hari sebelumnya, reaksi publik biasa-biasa saja apalagi jika IHSG pun ikut pingsan. Publik tidak banyak kenal dengan wajah-wajah baru dan hanya "ingin lihat bukti kerjanya".

Bukan Kabinet Kerja

Komposisi Tim Ekonomi Jokowi Kurang Meyakinkan

KONFRONTASI-Komposisi menteri di bidang ekonomi dinilai kurang meyakinkan untuk memberikan hasil terbaik dari persoalan ekonomi saat ini. Harmoni guna mencapai tujuan yang diharapkan akan sulit terwujud.

“Lebih banyak yang tidak tepat di posisinya jika kita mengukur dari masalah perekonomian yang ada serta target ke depan,” ujar Direktur Data Indonesia Herry Gunawan di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Ini Alasan Jokowi Tunjuk Nadiem Jadi Mendikbud

KONFRONTASI-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengaku berat hati dan sedih harus meninggalkan para driver Gojek yang disebutnya sebagai bagian dari keluarga. Namun kesedihan itu harus dilalui untuk kepentingan bangsa yang lebih besar khususnya di sektor pendidikan.

Kualitas Tim Ekonomi Jokowi Jilid II Makin Terdegradasi

KONFRONTASI-Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, mengatakan terjadi penurunan kualitas dalam tim ekonomi dalam Kabinet Indonesia Maju, dibanding periode sebelumnya Kabinet Kerja.

Bhima menyoroti , yang ia anggap, tidak sebanding dengan pendahulunya, Darmin Nasution.

"Saya kira pak Darmin lebih paham kebijakan makro ekonomi dibandingkan Airlangga. Jadi ini penurunan kualitas kabinet ditengah tantangan resesi ekonomi didepan mata," ujar Bhima dilansir SINDOnews, Rabu (23/10/2019).

Rizal Ramli: Ekonomi Harus Tumbuh 7-8%, Visi Pak Jokowi Tidak Bakal Terwujud Karena Menteri Ekonominya Tidak Dirombak

KONFRONTASI- Visi Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam pidato perdananya sebagai presiden periode kedua di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta terancam tidak bisa dicapai bila kinerja pemerintah di sektor ekonomi tidak dibenahi secara total.

Rizal Ramli Ingatkan: Ketika Visi Tidak Nyambung Dengan Policy Dan Personalia, Buntutnya Tragedi!

KONFRONTASI- Tokoh nasional dan Ekonom senior Dr. Rizal Ramli kembali mengingatkan visi Presiden Joko Widodo di 2045 tidak akan tercapai kalau salah memilih menteri di sektor ekonomi. Dalam pidato perdanya usai pelantikan, Jokowi menargetkan agar rakyat Indonesia pada tahun 2045 pendapatannya Rp 27 juta per kapita per bulan.

Tito Karnavian Dianggap Pantas Jadi Mendagri

KONFRONTASI-DPR sudah menyetujui surat yang dikirimkan Presiden Jokowi perihal pemberhentian Tito Karnavian sebagai Kapolri. Sebelum surat dikirim ke DPR, Jokowi sudah memanggil Tito. Tito dikabarkan akan masuk kabinet kerja jilid II pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Pengamat Intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta, menilai tepat jika Tito menjadi narkoda di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Tito Karnavian sangat tepat untuk tugas Mendagri," ujar Stanislaus, Selasa (22/10/2019)

Prabowo Mau Jadi Menteri Jokowi, PAN Kaget

KONFRONTASI-Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengaku kaget dengan keputusan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mau menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf.

Dia mengaku kaget karena Prabowo merupakan mantan kompetitor Jokowi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 namun menjadi menteri di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,

“Tentu kita kaget juga pak Prabowo mau jadi menteri ya,” kata Yandri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (22/10).

Apa yang Terjadi Ketika Sri Mulyani Lakukan Austerity Policy (Kebijakan Pengetatan) ?

Apa yang Terjadi Ketika Sri Mulyani Lakukan Austerity Policy (Kebijakan Pengetatan)

Oleh: Gede Sandra

Tiga tahun lalu. Saat Sri Mulyani baru memasuki Kabinet Jokowi pada Agustus 2016, dengan dalih untuk mengamankan defisit, ia memotong anggaran hingga Rp 137 triliun di APBN. Ini adalah kebijakan austerity (pengetatan anggaran) yang pertama.  

Pages