Jokowi

Cakra Buana PDIP Kecewa Jokowi, Bukan Perhatikan Rakyat Malah Bangun Dinasti Politik untuk Anak & Mantu

KONFRONTASI -   Tak bisa dipungkiri saat ini banyak anggota Satuan Tugas (Satgas) Cakra Buana Ormas Sayap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resah dan kecewa karena banyak kebijakan Presiden Jokowi yang tak sesuai komitmen. Jokowi malah sibuk membangun dinasti politik menyiapkan anak dan mantunya serta iparnya sebagai pimpinan daerah ketimbang perhatikan rakyatnya sendiri.

Aktivis HAM: Jokowi dan Kabinetnya Sebaiknya Mundur !

KONFRONTASI- Pegiat/aktivis  hak asasi manusia (HAM), Natalius Pigai turut menyoroti angka kematian akibat virus corona atau Covid-19 di Indonesia yang lebih tinggi 0,8 persen dari kematian global. Pigai sarankan Jokowi dan kabinetnya mundur.

Diketahui, data per, Senin (3/8), total positif corona di tanah air sebanyak 113.134 orang, dan dinyatakan meninggal dunia  5.302 orang.

Gus Romli: Insya Allah Kita Akan bereskan Krisis ini dalam waktu Setahun

KONFRONTASI- Tokoh bangsa/teknokrat senior Dr Rizal Ramli (Gus Romli) yang merupakan sosok kepercayaan Presiden Gus Dur dalam mengatasi krisis ekonomi menyatakan, bahwa berilah saya waktu  1 tahun, insya Allah kita akan bereskan krisis ini. Gus Romli menyampaikan kepada Prof Racmat Wahab, tokoh Khittah NU yang asli Jombang dan juga dua kali menjadi Rektor Universitas  Negeri Yogyakarta, kemarin.

Gus Romli Ingatkan Pemerintah dan LBP: ‘’ Kok Baru Sadar Sekarang? Kemana aja ? Kok Telat Mikir?’’

KONFRONTASI- Tokoh bangsa/teknokrat senior Dr Rizal Ramli (Gus Romli) mengingatkan  Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan (LBP) .  ‘’ Kok baru sadar  sekarang? Kemana aja ? Kok telat mikir?’’ ujar Gus Romli, panggilan akrabnya di kalangan santri Nahdliyin. Ekoomi terpuruk di tangan Jokowi, sementara LBP-Menkeu Sri Mulyani dll tak mampu membalikkan situasi ,bahkan kondisi makin buruk lagi.

Iwan Sumule: Patut Diduga Jokowi Mau Kosongkan Brankas Negara

KONFRONTASI -    Sri Mulyani, Wimboh Santoso dan Raden Pardede menempati posisi strategis di era pemerintahan Jokowi. Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) Iwan Sumule curiga ketiganya bakal membuat kas negara kosong.

"Patut diduga presiden yang masih mau menggunakan mereka bukan untuk memenuhi brankas negara, melainkan mengosongkan brankas negara," kata Iwan Sumule di akun twitter @KetumProDEM, Sabtu 1 Agustus 2020.

Cakra Buana PDIP Kecewa pada Jokowi, RR: Wajar, Ada Beban Moral

KONFRONTASI -   Meski secara organisasi belum menyatakan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, tetapi tak bisa dipungkiri bahwa banyak anggota Satuan Tugas (Satgas) Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resah dengan kondisi bangsa saat ini.

Bahkan, tidak sedikit anggota Satgas yang kecewa karena banyak kebijakan Presiden Jokowi yang tak sesuai komitmen.

Para Santri dan Nasionalis: Gus Romli, Tolong Pimpin NKRI untuk Pemulihan Ekonomi dan Mengatasi Corona

KONFRONTASI- Di hadapan Cakra Buana PDIP,  Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), dan Laskar Adat Betawi (LAB). tokoh nasional/teknokrat senior Dr Rizal Ramli (RR) menegaskan presiden merupakan pemimpin negara,'' Mohon maaf, kalau Rizal Ramli yang pimpin Indonesia, gampang nih, mau ekonomi nanti minus 3 persen atau minus 4 persen, kasih waktu saya 1 tahun, insya Allah kita akan bereskan krisis ini.''   

Mayjen TNI (Purn) Deddy S Budiman: Dik Jokowi lebih Baik Mundur Demi Kedaulatan, Keutuhan NKRI dan Keselamatan Bangsa

KONFRONTASI- Demi martabat rakyat, keselamatan bangsa dan negara serta menghindari krisis kepercayaan rakyat yang lebih dalam, yang bisa menimbulkan huru-hara (chaos) sosial, maka sebaiknya Presiden Jokowi mundur atau mengundurkan diri. Demikian saran dan himbauan Mayjen TNI-AD (Purn). Deddy S Budiman, mantan staf ahli Panglima TNI.

Rizal Ramli: Beri Saya Waktu untuk Pimpin, Insya Allah Satu Tahun Krisis Ini Selesai !

KONFRONTASI- Tokoh nasional/ekonom senior  Rizal Ramli (RR) menyatakan, bahwa banyak saat ini pemerintah tidak bersyukur terhadap kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bahkan menurutnya, banyak pejabat lebih memilih meminta-minta kepada pihak asing.

“Indonesia itu seperti ada cawan emas di atas… tapi bangsa kita, pejabat kita justru lebih senang memotong kelapa, batoknya dijadikan tempat untuk meminta-minta kepada pihak asing,” tegas Menko Ekuin Presiden Gus Dur itu  kemarin di Jakarta.

Pages