18 October 2019

Jokowi

Rizal Ramli: Indonesia Tidak Akan Punah, Tapi Bisa Pecah Kalau Ekonomi Payah dan Pemimpinnya Lemah

KONFRONTASI -   Tokoh nasional yang juga ekonom senior, Rizal Ramli, mengatakan dengan isu Papua yang rawan, sangat mungkin Indonesia tidak akan punah, akan tetapi Indonesia bisa terpecah kalau ekonomi buruk dan payah serta kepemimpinan lemah. Hal itu diungkap Rizal Ramli saat menjawab pertanyaan jurnalis Kompas TV, Aiman dalam acara bertema "Apakah Indonesia punah, fakta atau fiksi?"

Jilid I Gagal, Jokowi Harus Tempatkan Tim Ekonomi Baru Kabinet Keduanya

KONFRONTASI -   Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menganggap tim ekonomi kabinet Jokowi jilid I terbukti gagal. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah pencapaian dan angka- angka yang diraih mereka. 

Menurut Ichsan, Jokowi sebaiknya menempatkan orang-orang baru pada tim ekonomi di kabinet jilid keduannya.

"Kalau mau sukses dia (Jokowi) mesti cari orang tidak terperangkap ke dalam mainstrem, tidak terperangkap pada apa yang dilakukan jilid pertama,” ujar Ichsan saat berbiancang dengan Haluan.co, Rabu (16/10/2019).

Bang Uchok: Di Era Jokowi-JK Banyak Koruptor 'Pesta'

KONFRONTASI-Sepertinya Presiden Jokowi harus hati-hati memilih dan menaruh para pembantunya. Jangan terbujuk 'rayuan gombal' para parpol yang menawarkan kader terbaik yang dinilai pantas masuk dalam kabinet.

Tapi setelah duduk di kursi menteri, ada di antara mereka yang tersandung kasus tindak pidana korupsi hingga menyeretnya ke dalam penjara.

"Saat ini korupsi terjadi di semua lini dan level, baik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif," kata Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, Rabu (16/10/2019).

Said Didu: Lima Tahun ke Depan Jokowi akan Cuci 'Piring Kotor' yang Dibuatnya Sendiri

KONFRONTASI-Selama lima tahun ke depan, Presiden Joko Widodo akan ‘mencuci piring’ sendiri atas kekotoran yang dia buat dalam periode pertama kepemimpinannya.

Demikian disampaikan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu dalam sebuah video, Rabu (16/10/2019).

“Setidaknya ada lima piring besar yang dibuat kotor. Pertama piring kotor BUMN, kedua infrastruktur, ketiga utang dan pendapatan negara, keempat penegakan hukum dan keadilan dan kelima menyejahterakan masyarakat,” tegas dia.

Pengusaha Harapkan Kabinet Jokowi-Maruf Bisa Bangun Kepercayaan Pasar

KONFRONTASI-Kalangan pelaku usaha berharap kabinet ekonomi Jilid II diisi oleh orang-orang yang bisa membangun kepercayaan pasar terhadap iklim usaha dan investasi Indonesia ke depannya. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengatakan, menteri-menteri ekonomi di kabinet jilid II sebaiknya diisi oleh orang yang kompeten, menguasai bidangnya, dan memiliki track record yang meyakinkan pasar.

Perbedaan Ekonom Nobel Ekonomi 2019 dan Ekonom Nahkoda ‘Jokowinomics’

KONFRONTASI- PENGHARGAAN Nobel Ekonomi tahun 2019, yang dikenal juga sebagai Sveriges Riksbank Prize in Economic Sciences in Memory of Alfred Nobel 2019, diraih oleh Esther Duflo, Abhijit Banerjee, dan Michael Kramer.

Dua nama pertama adalah pasangan suami istri sesama professor dari MIT, Amerika Serikat, yang berasal dari negara berbeda, Ester Duflo dari Perancis, sedangkan Abhijit Banerjee berasal dari India.

Ini Alasan PKS Masih Ogah Bertemu Jokowi

KONFRONTASI-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mantap memilih berada di luar pemerintahan alias menjadi oposisi bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak sekadar beroposisi, PKS baru mau bertemu Jokowi setelah kembali dilantik sebagai Presiden RI 2019-2024 pada Minggu depan (20/10).

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera, parpol berlambang bulan sabit kembar itu akan menemui Presiden Jokowi setelah kabinet baru terbentuk.

Ini yang Ditawarkan Prabowo untuk Jokowi

KONFRONTASI-Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memaparkan sikap politiknya di hadapan ribuan kader dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (16/10/2019).

"Sikap politik pertama Pak Prabowo sudah menyerahkan konsepsi terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan energi pertahanan dan keamanan yang kuat," kata Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak di Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu, (16/10/2019).

Ssst... Pak Jokowi Sedang Puyeng

KONFRONTASI-Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut Presiden Joko Widodo puyeng memikirkan porsi kabinet untuk parpol koalisi. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tidak membantahnya.

"Pastilah puyeng hadapi banyak orang," kata Moeldoko di kantornya, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).

Saat Pilpres 2019, Jokowi didukung PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura, PSI, Perindo, PKPI, dan belakangan oleh PBB. Usai Pilpres, Demokrat, Gerindra, dan PAN dikabarkan akan merapat ke koalisi Jokowi.

Adopsi IT ala Jokowi bikin RI makin Lemah. Ekonomi cuma 4,8%-4,9%, Merosot dan Suram. Harus ada Terobosan, kata World Economic Forum

 KONFRONTASI- Adopsi teknologi informasi dan komunikasi  membuat Indonesia menjadi negara yang lemah daya saingnya. Di sub-indikator ini, Indonesia menempati peringkat 72 dari 141 negara. Kemudian, pasar tenaga kerja Indonesia juga patut mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Pages