15 August 2018

JK

JK Yang Nyaris "Husnul Khotimah" Runtuh Seketika

KONFRONTASI - Wakil Presiden Jusuf Kalla kebelet kembali menjadi calon wakil presiden untuk petahana Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.Hal itu disampaikan Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (30/7).

Jika Tak Jadi Cawapres Jokowi, Jusuf Kalla Akan Netral, Belum Tentu Dukung Jokowi 2019

KONFRONTASI- Keinginan Jusuf Kalla mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019 bisa gagal jika Mahkamah Konstitusi tak mengabulkan uji materi Pasal 169 huruf N Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Jika hal itu terjadi, ke mana arah dukungan Jusuf Kalla apabila ia tidak menjadi cawapres bagi Jokowi? "Ah, kita belum tahu, nanti kita lihat siapa calon yang ada," ujar Kalla dalam wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi yang tayang di Kompas TV, Kamis (26/7/2018) malam.

Benarkah Megawati dan Jokowi ada dibalik Manuver Jusuf Kalla ke MK?

KONFRONTASI- Manuver Jusuf Kalla maju ke Mahkamah Konstitusi agar bisa jadi wapres ketiga kali, sangatlah buruk bagi demokrasi dan bangsa ini. Bahkan para intelektual LIPI, UI, Unair  dan UGM menilai manuver JK itu  bersifat ambisius, pribadi dan contoh buruk bagi generasi penerus. Langkah ambisius JK  itu menuai cemooh publik dan sinisme masyarakat madani karena menabrak nilai, norma dan aturan pembatasan jabatan wapres/presiden dua periode.

Rizal Ramli: Bang Jusuf Kalla sudah Offsett, Jangan terlalu mendengarkan Sofyan Wanandi

KONFRONTASI- Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli terang-terangan mengkritik Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dinilainya ngotot ingin maju menjadi wakil presiden untuk ketigakalinya.

"Bang Yusuf Kalla @yusufkala, maaf Abang sudah offsett, sudah too much. Saya sangat hormati Kakak Mufidah Kala. Jangan terlalu mendengarkan Sofyan Wanandi, hopeng Abang yang justru mencelakakan Abang. Abang wes wareg .. weslah," kata Rizal Ramli melalui akun Twitter @RamliRizal.

Kalau Gugatan JK Dikabulkan MK, Dosen Unair Airlangga PhD: SBY Bisa Jadi Maju Lagi. Kacau dan Rusak !

 Uji materi Undang-Undang (UU) Pemilu tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden dinilai beberapa pihak akan berdampak buruk bagi kehidupan bernegara di Indonesia jika sampai dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Itu diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi. Menurutnya, apabila MK mengabulkan gugatan itu maka bisa bertentangan dengan semangat konstitusi RI dalam membatasi kekuasaan.

JK, ya Sudahlah !

Oleh : Aznil

 

 

Banyak japri masuk ke WA saya ketika 76 organ relawan dan ormas dalam Pekan Jokowi  ke 1 merumuskan kriteria dan sosok cawapres pendamping  Jokowi 2019. Ada yang memandang sinis atas kegiatan kami lakukan namun banyak juga  memberi apresiasi atas keberanian Poros Benhil tidak pasrah pada kehendak sekelompok elit politik menentukan arah Indonesia.

Andrianto : JK Terlalu Ambisus Berkuasa, Segera Bertobatlah

KONFRONTASI -   Publik terguncang jelang pendaftaran pilpres, tiba – tiba Jusuf Kalla (JK) gugat Mahkamah Konstitusi (MK) soal jabatan Wapres yang tanpa batasan.

Hal ini menimbulkan opini yang tidak enak di kalangan pengamat politik, salah satunya Andrianto, ia menyebut, Ada apa dengan JK?

“Ada dua hal yang pertama konon JK cawapres terkuat Jokowi dari berbagai survey. Namun harus di ingat survey cuman alat ukur, hari ini belum tentu hasil Akhir,” ungkap Andrianto, melalui keterangan tertulis, Senin (23/7).

Memburu Kekuasaan, Jusuf Kalla Dianggap Keterlaluan dan Beri Contoh Buruk bagi Generasi Penerus

KONFRONTASI-  Perburuan kekuasaan Jusuf Kalla, sang politisi gaek,  melalui Mahkamah Konstitusi meresahkan rakyat banyak. Perburuan kekuasaan JK itu tidak senonoh, tidak patut, dan menimbulkan prasangka buruk dari publik bahwa JK sangat haus kekuasaan meski usianya tua gaek dan sudah dua kali jadi wapres RI.

Disebut Jubir JK Sedang Korslet, Ini Respon Rizal Ramli

KONFRONTASI- Juru Bicara Wakil Presiden Jusuf Kalla, Husain Abdullah, membalas pernyataan ekonom Rizal Ramli, yang menyebut JK sebagai orang yang berbahaya. Husain mengaku cukup mengenal Rizal Ramli. Apalagi keduanya berada dalam satu grup WA dan kerap bertegur sapa.

"Cuma kadang-kadang abang saya itu, biasa korslet. Menyebut Pak JK berbahaya atau pemerintahan Jokowi bisa jatuh, itu beliau lagi korslet," kata Husain kepada VIVA, Sabtu 21 Juli 2018.

Zainal Arifin Mochtar FH-UGM :Jabatan Wapres ( JK) Dibatasi Demi Menghindari Otoritarianisme

KONFRONTASI- Penyakit dalam sistem presidensial adalah godaan menuju otoriter. Atas alasan itu, pasal 7 UUD 1945 dan pasal 169 huruf (n) UU 7/2017 tentang Pemilu membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Pages