18 October 2018

Jepang

Tragis, Penjaga Kebun Binatang Tewas Diterkam Harimau Putih

KONFRONTASI-Tragis nasib yang dialami seorang penjaga kebun binatang di Jepang. Ia tewas setelah diterkam harimau putih yang langka. Pengawas kebun binatang mengatakan, petugas bernama Akira Furusho (40 tahun) itu ditemukan dalam kandang di Hirakawa Zoological Park di Kota Kagoshima.

Seperti dilansir dari New York Times pada Selasa (9/10), Kyodo News melaporkan, Furusho ditemukan dalam kondisi mengalami pendarahan di leher pada Senin (8/10) malam. Direktur kebun binatang Akinori Ishido mengatakan, tidak ada orang di sekitar saat kejadian itu.

Badai Trami Hantam Jepang, Jutaan Orang Dievakuasi

KONFRONTASI-Sekitar 3,7 juta penduduk di 19 prefektur di Jepang dievakuasi akibat badai trami yang menyapu Okinawa dan beberapa wilayah lainnya Sabtu (29/9).

Kemarin, Minggu (30/9) Trami bergerak menuju Pulau Honsu, pulau terbesar di Jepang. Japan Times melaporkan, 76 orang terluka. Belum ada laporan korban tewas.

Trami membawa angin dengan kekuatan tertinggi mencapai 222 kilometer per jam. Cukup untuk membalik sebuah mobil. Karena itulah, pemerintah Jepang mewanti-wanti penduduknya supaya tak keluar rumah.

Soal Tenaga Kerja Berkualitas, Jepang Butuh Indonesia

KONFRONTASI - Kebutuhan tenaga kerja di Jepang semakin meningkat, hal tersebut karena sumber daya manusia negeri Matahari Terbit dari kalangan muda mengalami penurunan yang signifikan, sementara jumlah kalangan usia lanjut yang butuh perawatan khusus terus bertambah.

Presiden Direktur PT OS Selnajaya Indonesia, perusahaan Jepang yang menangani pemagangan tenaga kerja untuk dikirim ke Jepang, menyampaikan harapannya akan kebutuhan Jepang terhadap SDM tenaga kerja dari Indonesia.

Inilah Tradisi Tidur saat Jam Kerja di Jepang yang Disebut Inemuri

KONFRONTASI -  Istilah inemuri mulai populer setelah dikaji oleh Brigitte Steger (dosen senior dari Downing College, Cambridge) yang pernah tinggal di Jepang pada akhir periode 1980-an.

Kala itu, Jepang sedang berada di puncak Bubble Economy dan orang-orang sangat sibuk bekerja, sehingga hampir tak punya waktu untuk tidur di rumah. Tetapi, saat di tempat kerja, orang-orang tersebut justru diperbolehkan tidur saat jam sibuk perusahaan.

Gempa 7,8 SR Guncang Lepas Pantai Fiji

KONFRONTASI-Gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter menggoyang wilayah lepas pantai timur dan tenggara Suva, ibu kota Fiji, namun tidak berpotensi tsunami, demikian pantauan lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), Kamis.

Jepang Siap Belajar ke Indonesia Tangani Terorisme

KONFRONTASI - Suasana akrab dan hangat terjadi saat utusan pemerintah Jepang mengunjungi Yayasan Lingkar Perdamaian di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (31/7/2018). Mereka terharu bisa melihat langsung puluhan mantan teroris yang kini justru berjibaku menggaungkan perdamaian. Delegasi Jepang pun siap belajar banyak dari Indonesia untuk melakukan cara-cara lunak (soft power approach) untuk menangani terorisme di negaranya.

Pemerintah Jepang Loloskan RUU Guna Melindungi Perokok Pasif

KONFRONTASI -   Anggota parlemen Jepang telah meloloskan rancangan undang-undang guna memperkuat langkah untuk mencegah bahaya kesehatan akibat menjadi perokok pasif.

Majelis Tinggi di Parlemen meloloskan RUU tersebut dengan suara mayoritas pada sidang umum hari Rabu (18/07/2018) guna mengubah undang-undang kesehatan.

Jeremy Hunt, Menlu Inggris Sebut Istrinya Dari Jepang, Padahal Dari Cina

KONRONTASI   -   Menteri Luar Negeri Inggris yang baru, Jeremy Hunt, sedang dalam kunjungan resmi ke Cina, tetapi kekeliruannya yang memalukan malah menjadi berita utama.

Hunt berusaha mengambil hati tuan rumah dengan menyebutkan istrinya orang Cina, tetapi dia justru menyebutnya sebagai "orang Jepang".

Dia kemudian memang segera memperbaiki diri dan para hadirin yang ada di ruangan langsung tertawa.

Tetapi kesalahan ini tetap menjadi berita utama dan Hunt sendiri mengatakan ini adalah sebuah "kesalahan besar".

Jepang Bersiap Hadapi Badai Tropis Dahsyat

KONFRONTASI-Jepang bersiap untuk menghadapi topan kuat yang perlahan-lahan mendekati pantai bagian tengah negara tersebut Sabtu, karena badai tropis itu mungkin membawa hujan lebat ke daerah-daerah yang telah dilanda banjir dan tanah longsor.

Dampak Topan Jongdari sudah dirasakan di Odawara, Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo, tempat polisi menerima panggilan darurat sekitar pukul 19.00 waktu setempat dan melaporkan bahwa beberapa kendaraan termasuk ambulans terjebak di jalan yang terendam air di dekat laut karena gelombang yang tinggi, lapor Kyodo.

Polisi mengatakan satu orang dari salah satu kendaraan itu hilang.

Topan itu, yang datang kurang dari sebulan setelah hujan lebat menghancurkan wilayah Jepang Barat, diperkirakan akan memasuki daratan Jepang Tengah pada jam tertentu pada Ahad dini hari.

Pemerintah setempat di daerah yang dilanda bencana, tempat ribuan orang tinggal di tempat penampungan, mendirikan instalasi baru serta meminta warga yang tinggal di rumah mereka untuk mengungsi lebih awal sebagai tindakan pencegahan.

Haruo Nanri (80), yang telah tinggal di sebuah sekolah dasar di kota Hiroshima setelah bencana hujan, menerima perintah evakuasi baru ketika dia bersiap untuk kembali ke rumah setelah membersihkan tanah dari rumahnya.

"Saya pikir akhirnya saya bisa pulang," kata Nanri, setelah memutuskan untuk memperpanjang masa tinggalnya di sekolah karena topan mulai mendekat.

Gelombang Panas di Jepang Tewaskan 65 Orang

KONFRONTASI-Gelombang panas yang "belum pernah terjadi sebelumnya" di Jepang telah menewaskan sedikitnya 65 orang dalam sepekan menurut para pejabat pemerintah pada Selasa.

Dalam sepekan hingga Minggu, sedikitnya 65 orang tewas akibat gelombang panas sementara 22.647 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, kata Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana dalam sebuah pernyataan.

Kedua angka itu adalah "yang terburuk dalam pekan musim panas" sejak badan itu mulai mencatat jumlah korban jiwa akibat gelombang panas pada Juli 2008 menurut juru bicara badan cuaca itu kepada AFP.

Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana pada Selasa mengatakan bahwa total 80 orang telah tewas akibat cuaca panas sejak awal Juli, dan lebih dari 35.000 lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. Di antara korban yang meninggal dunia, ada anak lelaki umur enam tahun yang hilang kesadaran dalam perjalanan pulang dari kunjungan lapangan.

"Saat rekor gelombang panas berlanjut meliputi negeri, kebijakan mendesak dibutuhkan untuk melindungi anak-anak sekolah," kata juru bicara pemerintah Yoshihide Suga kepada reporter pada Selasa.

Pemerintah mengatakan akan menyediakan dana untuk memastikan seluruh sekolah dilengkapi dengan pendingin udara pada musim panas mendatang.

Kurang dari setengah sekolah umum di Jepang yang memiliki pendingin udara, dan angkanya hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan taman kanak-kanak negeri.

Suga mengatakan pemerintah juga akan mempertimbangkan perpanjangan libur musim panas anak sekolah saat gelombang panas melanda.

Pages