Javad Zarif

Soal Sanksi Baru AS, Menlu Iran: AS akan Menyesal atas Langkah Konyol Itu

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan menyadari, cepat atau lambat, bahwa kebijakan anti-Iran tidak akan membawa hasil yang diinginkan.

"Pemerintah AS akan menyesal dengan mengambil langkah-langkah konyol ini," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (7/11).

Iran Minta Syiah dan Sunni Bersatu Lawan Ekstrimis

KONFRONTASI - Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyebut bahwa serangan bom bunuh diri di Kabul kemarin merupakan contoh dari kebobrokan kelompok militan ISIS. Karena itulah ia menyerukan agar Syiah dan Sunni bersatu melawan ekstrimis.

"Syiah dan Sunni adalah korban dan haru bersatu untuk melawan ekstrimis," tulisnya dalam akun twitter resminya.

Ia pun mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam serangan di Kabul tersebut.

Obama-Zarif Berjabat Tangan, Parlemen Iran Murka

KONFRONTASI-Kabar bersalamannya Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif dengan Presiden AS Barack Obama memicu keluarnya umpatan "Matilah Amerika" di parlemen Tehran dan sekaligus tudingan ada gerakan mata-mata.

Kementerian Luar Negeri Iran sendiri meluruskan kabar ini dengan mengatakan Obama dan Zarif tidak disengaja berpapasan, namun tidak membantah adanya jabat tangan seperti dilaporkan kantor berita semi resmi ISNA.

Kejadian itu sendiri terjadi di Majelis Umum PBB di New York, Senin waktu AS.