17 February 2020

Istana Negara

Ketum HMI Klarifikasi Kericuhan di Istana Negara

Konfrontasi - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) membantah tudingan yang dialamatkan kepada anggotanya. Sejak aksi damai 4 November berujung ricuh, HMI dituduh sebagai biang keroknya. "Sumber kericuhan berasal dari belakang barisan HMI," ungkap Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir.

Pengamat: Kemampuan Demokrasi Umat Islam RI Meningkat

Konfrontasi - Ada yang tak tersorot secara serius oleh Istana Negara mengenai aksi unjuk rasa pada Jumat, 4 November 2016. Banyak kalangan, bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap ada aktor politik yang menunggangi demo itu, sehingga terjadi kericuhan pada malam harinya.

Pengamat politik Islam, Fachri Ali justru memiliki pandangan berbeda. Menurut dia, pergerakan massa yang masif pada Jumat kemarin adalah pembuktian terjadinya peningkatan kemampuan orang atau kelompok beragama Islam dalam mengorganisasi dirinya.

Massa FPI Tengahi Ricuh HMI vs Polisi di Depan Istana Negara

Konfrontasi - Demonstrasi menuntut pengusutan kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, akhirnya berlangsung ricuh.

Kerusuhan pecah setelah kelompok dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berusaha merangsek ke Kompleks Istana Merdeka dan melempari petugas yang berjaga membentuk barikade.

Anies Baswedan Temui Pakar Saat Aksi 4 November

Konfrontasi - Calon gubernur Jakarta, Anies Baswedan mengatakan kegiatan kampanyenya untuk memenangkan Pilkada tidak terganggu dengan adanya ‎aksi unjuk rasa.

Menurutnya aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah ormas Islam di depan istana negara Jumat malam, tidak ada sangkut pautnya dengan Pilkada Jakarta.

Adapun kosongnya kegiatan blusukan bertemu warga seperti yang dilakukan hari sebelumnya, menurut Anies lantaran ia bertemu tim pakar atau ahli.

Ubedilah Badrun Sebut Jokowi Lebih Senang Berdendang Ketimbang Dengarkan Aspirasi Rakyat

Konfrontasi - Presiden Joko Widodo dinilai telah melecehkan ratusan ribu masa demonstrasi yang merangsek ke Istana Negara untuk menyampaikan aspirasi umat Islam. Sebab, Jokowi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya malah keluar Istana secara mendadak sekitar pukul 11.00. 

"Meninggalkan demonstran, lebih memilih meninjau proyek kereta bandara di Soekarno-Hatta," kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Sosial dan Politik (Puspol) Indonesia, Ubedilah Badrun, Jumat (4/11).

Komisioner Komnas HAM: Dunia Kemanusiaan Berterima Kasih kepada Umat Islam Indonesia

Konfrontasi - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Maneger Nasution mengamati langsung Aksi Bela Alquran 4 November. Menurut dia, dunia kemanusiaan berterima kasih kepada umat Islam Indonesia.

"Saya, dan mungkin siapa pun, yang menyaksikan lautan manusia hari ini di sekitar Monas dan Istana Medan Merdeka, pasti merinding. Muslim Indonesia telah mencontohkan pelaksanaan demonstrasi secara bermatabat," ujarnya, Jumat (4/11/2016).

BMKG Jelaskan Tak Turun Hujan Saat Aksi Bela Islam Jilid II

Konfrontasi - Sebagaimana telah diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, bahwa pada hari ini, Jumat (4/11/2016), antara siang menjelang sore muncul potensi hujan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Pantauan Radar Cuaca BMKG menunjukkan daerah pertumbuhan awan hujan yang terkonsentrasi di wilayah Selatan dan Barat Daya Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Siap Temani "Tidur" Pendemo di Depan Istana

Konfrontasi - Hingga pukul 18.00 WIB, para pengunjuk rasa 'Aksi Bela Islam Jilid II', tak kunjung membubarkan diri dari depan Istana Negara. Meskipun begitu, pihak kepolisian tidak terlihat akan membubarkan paksa para demonstran yang berjumlah ribuan orang tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi M. Iriawan mengaku akan membiarkan para demonstran jika memang ingin bertahan di depan Istana Negara. Meskipun, hal tersebut bertentangan dengan Undang-undang No 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum.

Umat Muslim di Ternate Akan Duduki Istana Jika Kasus Ahok Tak Diproses

Konfrontasi - Massa aksi bela Islam berbagai elemen di Ternate, Maluku Utara, Jumat (4/11/2016) menggelar aksi di depan masjid raya Al-Munawwar menuntut agar kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diproses secara hukum.

Koordinator massa Zainal Wahda Imam dalam orasinya menyatakan, kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok dengan menyebut QS Al-Maidah ayat 51 agar segera dituntaskan, karena sangat berimplikasi terhadap gangguan Kamtibmas.

Ahmad Dhani Sebut Pemerintah Idiot Jika Lindungi Ahok

Konfrontasi - Musisi yang juga calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani, menyentak massa Aksi Bela Islam II yang digelar di depan Istana Negara, Jumat (4/11/2016). Dhani yang membawa serta istrinya dalam aksi kali ini, Mulan Jameela, menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dihukum karena telah menistakan agama Islam.

“Kalau pemerintah melindungi Gubernur Idiot (Ahok), berarti pemerintah juga idiot,” tegas Dhani dari atas mobil komando.

Pages