Irjen M Iriawan

Rotasi Jabatan Irjen M Iriawan, dari Kapolda Jadi Asisten Logistik

Konfrontasi - Dalam surat Telegram Polri dengan nomor ST/1768/VII/2017 tertanggal 20 Juli 2017, Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan digeser dari jabatannya.

Pasca keputusan itu M Iriawan akan menempati pos sebagai Asisten Logistik Kapolri. Terbitnya surat tersebut rupanya telah didengar langsung olehnya.

Dia mengaku bersyukur dipercaya dalam jabatan baru. “Alhamdulillah. Makasih ya,” ujar M Iriawan, Jumat (21/7/2017).

Kapolda Metro Jaya: Siapapun Gubernurnya, Yang Penting Jakarta Aman

KONFRONTASI - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan terus melakukan pengamanan jelang pencoblosan Pilgub DKI yang akan jatuh pada 15 Februari Pengamanan juga dilakukan terhadap berita hoax yang kerap muncul di dunia maya.

"Kami mengimbau kepada masyarakat jangan mudah percaya dengan berita yang ada di medsos, karena kalau itu resmi pasti dijelaskan kepada publik secara resmi dan formal, kalau di medsos itu banyak sekali berita dibuat ingin mengadu domba," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis 9 Februari 2017.

Atribut Parpol Bertebaran, tapi Kapolda Tegaskan Aksi 412 Tidak Ada Kampanye. Ha ha

Konfrontasi - Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan mengatakan bahwa Aksi Kebhinekaan di Bundaran Hotel Indonesia tidak disertai dengan kampanye salah satu calon Gubernur Pilkada DKI Jakarta. Meski begitu, ia mempersilahkan Panwas dan Bawaslu RI menilai sendiri gelaran aksi bertemakan ‘Kita Indonesia’ tersebut.

“Silahkan Panwas dan Bawaslu yang menilai sendiri. Tapi yang jelas, tak ada kampanye di sini dan saya sudah sampaikan itu,” terang Iriawan kepada wartawan di Pos Polisi Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2016).

Soal Pengamanan Demo 4 November, Kapolda Metro: Tidak Ada Instruksi Tembak di Tempat

KONFRONTASI-Pernyataan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan tentang perintah tembak di tempat kepada pendemo yang melakukan aksi anarkistis pada Jumat (4/11) mendatang telah membuat geger banyak pihak.

Rencananya, sejumlah organisasi kemasyarakatan akan menggelar Aksi Bela Islam II untuk mendesak kepolisian menangkap Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok karena diduga menista Alquran. Ormas keagamaan termasuk Front Pembela Islam (FPI) akan mengerahkan massa lebih besar ketimbang aksi pada 14 Oktober lalu.