Iran

Dampak Konflik Iran-AS, Investor di Negara Berkembang Main Aman

Konfrontasi - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satunya, berdampak pada volatilitas yang membahayakan ekonomi dalam jangka panjang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, dengan adanya konflik ini, investor akan takut untuk berinvestasi ke pasar negara berkembang. Sehingga, ada kecenderungan untuk bermain aman.

Butut Terbunuhnya Panglima Militer Iran dan Irak, AS Perbarui Sistem Peringatan Terorisme Nasional

Konfrontasi - Pada Sabtu (4/1/2020), Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat memperbarui Sistem Peringatan Terorisme Nasional (NTAS) di tengah memanasnya hubungan dengan Iran. Hubungan AS-Iran memanas setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pasukannya menyerang rombongan Panglima Garda Revolusi Iran, Qassim Sulaimani pada Jumat (3/1).

Soleimani Terbunuh, Iran Ancam Akhiri Kehadiran AS di Kawasan

KONFRONTASI-Mayor Jenderal IRGC, Hossein Salami menegaskan, bahwa respon atas kematian komandan Pasukan Quds Korps IRGC, Qassem Soleimani akan sangat keras. Salami mengatakan, hal itu mungkin dapat mengakhiri kehadiran pasukan Amerika Serikat (AS) di kawasan.

"Pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani akan diikuti dengan pembalasan strategis yang pasti akan mengakhiri kehadiran AS di wilayah ini," kata Salami dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (5/1/2020).

Iran Memanas, KBRI Siap Evakuasi WNI

KONFRONTASI-- Situasi di Iran makin memanas usai Amerika Serikat (AS) membunuh komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Jenderal Qassem Soleimani.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran pun siap melakukan evakuasi bagi para warga negara Indonesia (WNI) di Iran jika ada perintah evakuasi. Kantor diplomatik itu telah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada para WNI terkait situasi di negara para Mullah yang telah memanas.

Komandan Pasukan Quds Dibunuh, Sekutu AS Takut Jadi Target Balas Dendam Iran

KONFRONTASI-Setelah pembunuhan komandan Pasukan Quds, Jenderal Qassem Soleimani, sekutu-sekutu Amerika Serikat (AS) di Teluk merasa takut karena berada di garis depan pembalasan Iran.

Soleimani tewas pada Jumat pagi bersama beberapa orang, termasuk komandan milisi Syiah Irak, setelah konvoi mobil mereka dihantam serangan rudal pesawat nirawak Amerika di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Serangan—diperintahkan oleh Presiden Donald John Trump—terjadi beberapa hari setelah serangan massa milisi Irak terhadap Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Israel Waspada Usai Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran

Konfrontasi - Israel menggelar rapat keamanan darurat setelah Amerika Serikat (AS) menewaskan Komandan Garda Revolusi Iran dalam serangan drone di Irak. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mempersingkat kunjungan kenegaraan di Yunani untuk pulang lebih awal.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (4/1/2019), Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, memimpin rapat jajaran keamanan yang dihadiri para komandan militer Israel, Dewan Keamanan Nasional dan badan intelijen Mossad. 

Amerika Serikat akan Kirim 3.500 Pasukan ke Timur Tengah Usai Bunuh Jenderal Iran

Konfrontasi - Amerika Serikat (AS) akan mengerahkan lebih dari 3.500 tentara tambahan ke kawasan Timur Tengah. Pengerahan ini diumumkan setelah serangan drone militer AS menewaskan Komandan Pasukan Quds pada Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak.

Harga Minyak Naik, Rupiah Terpukul

Konfrontasi - Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, mengatakan meningkatnya harga minyak dunia akibat dampak geopolitik di Timur Tengah, memengaruhi pergerakan nilai tukar hari ini Jumat (3/1/2020).

Di pasar spot Jakarta, rupiah ditutup melemah 37 poin atau 0,27 persen di level Rp 13.930 per dolar AS, berbanding posisi hari sebelumnya Rp 13.893 per dolar AS.

Iran in worst days of sanctions: Rouhani

Iranian President Hassan Rouhani said on Tuesday that the country is passing “the worst days” of sanctions imposed by the U.S., praising the people for their resistance and patience. 

 

KONFRONTASI -  

Addressing a ceremony arranged to inaugurate subway train in the western part of Alborz province, Rouhani hailed people for their firm stance and resistance in hard days of sanctions.

Iran's Rouhani welcomes Japan opt-out of U.S.-led naval mission in Gulf

KONFRONTASI-Iranian President Hassan Rouhani on Saturday welcomed Japan’s decision not to join a U.S.-led naval mission in the Gulf and said he had discussions on ways of “breaking” U.S. sanctions on a trip to Tokyo.

Friction between Tehran and Washington has increased since last year when U.S. President Donald Trump pulled the United States out of Iran’s 2015 nuclear deal with six nations and re-imposed sanctions on the country, crippling its economy.

Pages