17 December 2018

Iran

Rejim Zionis Telah Membuat Dunia Islam Terpecah Belah

KONFRONTASI-Rejim Zionis adalah penyebab utama di belakang perpecahan di kalangan dunia Islam, terutama negara regional, kata Kepala Dewan Strategi Iran Urusan Hubungan Luar Negeri Kamal Kharrazi dalam satu pertemuan dengan mantan perdana menteri Jordania Taher Al-Masri.

Sementara itu Al-Masri, yang sedang mengunjungi Teheran untuk menghadiri Konferensi Persatuan Islam, mengatakan musuh "menggoreng" situasi saat ini di negara Arab tertentu dan berusaha menyebarkan "Iranofobia".

Rouhani: Israel Rezim Palsu Bentukan Negara-negara Barat

KONFRONTASI-Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut Israel sebagai "tumor kanker" yang didirikan oleh Barat untuk memajukan kepentingan mereka di Timur Tengah. Hal itu diungkapkannya saat berpidato dalam Konferensi Persatuan Islam tahunan

"Salah satu hasil yang tidak menyenangkan dari Perang Dunia II adalah terbentuknya tumor kanker di wilayah (Timur Tengah)," kata Rouhani seperti dikutip dari ABC News, Minggu (25/11/2018).

Dia melanjutkan dengan menyebut Israel sebagai "rezim palsu" yang didirikan oleh negara-negara Barat.

Terlibat Spionase, Pejabat Kemenlu Iran Dipenjarakan

KONFRONTASI-Pengadilan Iran menghukum seorang pejabat Kementerian Luar Negeri-nya dengan 10 tahun penjara setelah menyimpulkan bahwa ia melakukan pemata-mataan, kata juru bicara kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, Minggu.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Bahram Qasemi mengatakan pejabat tersebut ditangkap tiga tahun lalu dan dikenai hukuman setahun kemudian. Masa hukumannya dikurangi pengadilan banding, kata laman kementerian itu. Qasemi tidak memberikan keterangan lebih rinci.

Soal Sanksi Baru AS, Menlu Iran: AS akan Menyesal atas Langkah Konyol Itu

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan, Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan menyadari, cepat atau lambat, bahwa kebijakan anti-Iran tidak akan membawa hasil yang diinginkan.

"Pemerintah AS akan menyesal dengan mengambil langkah-langkah konyol ini," kata Zarif dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Rabu (7/11).

Prancis Tegaskan Tolak Sanksi Baru AS atas Iran

KONFRONTASI-Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire, mengatakan, negaranya menolak sanksi terbaru yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS), atau apa yang dia sebut sebagai "polisi perdagangan" dunia, terhadap Iran. 

"Mengingat tindakan Washington di dunia di bawah nama "polisi perdagangan" dan melanjutkan sanksi AS terhadap rakyat Iran, Prancis berusah menentang tindakan Washington dan meningkatkan peran internasional Eropa," ucap Le Maire, seperti dilansir IRNA pada Rabu (7/11).

"Matilah Amerika" Menggema di Peringatan Revolusi Iran

KONFRONTASI-Kemarahan Amerika Serikat tak membuat pemerintah Iran dan rakyatnya gentar. Keputusan Presiden AS Donald Trump memberlakukan lagi sanksi ekonomi dianggap angin lalu.

Dari Teheran, Presiden Hassan Rouhani menegaskan bahwa Iran akan menghadapi tekanan AS. Dia yakin industri minyak mentah yang menopang perekonomian negara tidak akan hancur gara-gara sanksi.

"Amerika ingin menghentikan perdagangan minyak Iran. Tapi, kami tidak akan menyerah," tegasnya.

Sanksi AS Bidik Sumber Penghasilan Utama Iran

KONFRONTASI-Amerika Serikat, Senin, memberlakukan kembali sanksi-sanksi yang membidik sektor perminyakan, perbankan dan transportasi Iran dan mengancam mengambil tindakan tambahan untuk menghentikan "kebijakan-kebijakannya yang tak sah".

Iran says it will resist 'economic war' as U.S. revives curbs

KONFRONTASI-Iran said it would defy U.S. sanctions reimposed on it by Washington on Monday, denouncing as “economic war” the U.S. attempt to curb Tehran’s missile and nuclear programs and weaken its influence in the Middle East.

The U.S. move restores sanctions lifted under a 2015 nuclear deal negotiated by the administration of President Barack Obama and five other world powers. It adds 300 new designations in Iran’s oil, shipping, insurance and banking sectors.

European powers which continue to back the nuclear deal said they opposed the reimposition of sanctions and major oil buyer China said it regretted the move.

The restoration of sanctions is part of a wider effort by U.S. President Donald Trump to force Iran to further limit its nuclear work and to halt and missile program as well as its support for proxy forces in Yemen, Syria, Lebanon and other parts of the Middle East.

Switzerland said it is holding talks with the United States and Iran about launching a humanitarian payment channel to help food and drugs keep flowing to Tehran.

U.S. sanctions permit trade in humanitarian goods such as food and pharmaceuticals, but measures imposed on banks and trade restrictions could make such items more expensive.

U.S. Secretary of State Mike Pompeo said on Sunday the penalties set to return on Monday “are the toughest sanctions ever put in place on the Islamic Republic of Iran”.

However, Iran’s clerical rulers have dismissed concerns about the impact of sanctions on the economy.

“Today the enemy (the United States) is targeting our economy...the main target of sanctions is our people,” Iranian President Hassan Rouhani said.

Sanksi AS Terhadap Iran Miliki Konsekuensi Serius Terhadap Tatanan Dunia

KONFRONTASI-Sanksi-sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran akan memiliki "konsekuensi serius" bagi tatanan dunia, kata Republik Islam itu pada Selasa, beberapa hari sebelum sanksi-sanksi baru atas ekspor minyak Teheran berlaku.

Washington memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap perdagangan mata uang Iran, logam dan sektor otomotif pada Agustus setelah AS keluar dari perjanjian multinasional yang ditandatangani tahun 2015. Perjanjian itu mencabut sanksi-sanksi sebagai imbalan atas program nuklir Iran.

Iran's Rouhani says U.S. isolated against Iran

KONFRONTASI-Iranian President Hassan Rouhani said on Saturday that the United States was isolated among its traditional allies in its confrontation with Iran, and that even Europe was siding with Tehran against the reimposition of U.S. sanctions.

“It does not happen often that the U.S. makes a decision and its traditional allies abandon it,” Rouhani told parliament in a speech carried live on state television.

Pages