17 August 2018

Iran

China, Russia defend trade ties with Iran after US sanctions

KONFRONTASI - China and Russia have repudiated new US sanctions on Iran, pledging to maintain trade ties with Tehran after President Donald Trump warned countries against doing business with the Islamic Republic.

"China has consistently opposed unilateral sanctions and long-armed jurisdiction," the Chinese Foreign Ministry said Wednesday, addressing Trump's decision Monday to reimpose sanctions on Tehran.

Tak Rela Iran Dikucilkan, Uni Eropa Melawan Ancaman AS

KONFRONTASI  -    Presiden Donald Trump mengancam siapa pun di dunia yang menjalin hubungan dengan Iran tidak akan bisa berbisnis dengan Amerika Serikat (AS). Namun, Uni Eropa (UE) nekat melawan ancaman Amerika Serikat (AS) dengan menolak mematuhi sanksi Washington yang dijatuhkan pada Iran tersebut.

Soal Sanksi AS, Rouhani: Tekanan Trump Tak akan Buat Iran Menyerah

KONFRONTASI-Presiden Iran Hassan Rouhani pada Senin (6/8) mengatakan rakyat Iran akan membuat Amerika Serikat menyesal karena memberlakukan lagi sanksi terhadap Republik Islam tersebut.

"Melalui persatuan dan solidaritas, rakyat Iran akan menghadapi dan melawan dengan keberanian kembalinya sanksi," kata Rouhani, sebagaimana dikutip Xinhua .

AS Kembali Berlakukan Sanksi atas Iran

KONFRONTASI-Amerika Serikat akan memberlakukan lagi sanksi atas Iran yang telah dibekukan berdasarkan kesepakatan nuklir bersejarah 2015, kata Pemerintah Presiden Donald Trump pada Senin (6/8), dalam upaya "meningkatkan tekanan atas Teheran".

Harga Minyak Pun Rebound, Ketika Iran Umumkan Akan Gelar Latihan Militer

KONFRONTASI -   Harga minyak berhasil pulih dari tekanan sebelumnya yang disebabkan tanda-tanda berlanjutnya suplai pasokan serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik US$1,30 dan berakhir di US$68,96 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Kamis (2/8/2018). Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 28% di bawah rata-rata 100 hari.

Iran Anggap Sanksi AS atas Turki Sebagai Bentuk Tekanan dan Pemerasan

KONFRONTASI-Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi terhadap Turki. AS menjatuhkan sanksi ekonomi kepada dua orang menteri Ankara.

Melalui akun Twiiternya, Zarif menyatakan keputusan AS mensaksi Turki menunjukan  Washington belum bisa lepas dari kebijakan berbasis tekanan dan pemerarasan.

Iran Tolak Tawaran Trump untuk Berunding

KONFRONTASI-Para pejabat tinggi Iran pada Selasa menolak tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengadakan pembicaraan tanpa syarat.

Mereka menganggap tawaran itu sebagai langkah tak berguna dan "suatu penghinaan" setelah Trump bertindak akan memberlakukan sanksi-sanksi atas Teheran menyusul penarikannya dari perjanjian nuklir.

Secara terpisah, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan penolakan Trump terhadap persetujuan itu yang dicapai tahun 2015 merupakan tindakan "ilegal" dan Iran tidak akan mudah terganggu dengan kampanye baru Washington untuk mencekik ekspor minyak vital Iran.

Trump Siap Berunding dengan Pemimpin Iran Tanpa Prasyarat

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan siap bertemu dengan pemimpin Iran tanpa prasyarat untuk merundingkan cara memperbaiki hubungan setelah Washington menarik diri dari perjanjian nuklir internasional tahun 2015.

"Jika mereka ingin bertemu, saya akan bersedia," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih saat ditanya apakah ia siap bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.

"Saya siap bertemu dengan siapa pun," kata dia, seperti dilansir Reuters.

Iran's Rouhani says it's up to Europe to save nuclear deal

KONFRONTASI-Iranian President Hassan Rouhani said on Tuesday the U.S. withdrawal from a nuclear deal was “illegal” and it was up to Europe to preserve the landmark accord with Tehran.

In May, the United States pulled out of the 2015 deal between world powers and Tehran under which international sanctions were lifted in return for curbs on its nuclear program.

U.S. President Donald Trump said on Monday he would be willing to meet Iran’s leader without preconditions to discuss how to improve ties.

PM Australia Tak Percaya Trump akan Serang Iran Bulan Depan

 

KONFRONTASI-Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan ia tidak memiliki alasan untuk percaya Presiden Amerika Serikat (AS) sedang merencanakan untuk membom fasilitas nuklir Iran.

ABC Australia melaporkan pada hari Jumat bahwa para menteri senior di pemerintahan Turnbull sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa AS membom fasilitas nuklir Iran, mungkin pada awal bulan depan.

Laporan itu mengutip sumber keamanan senior yang mengatakan fasilitas pertahanan rahasia Australia dapat digunakan untuk membantu Amerika mengumpulkan data intelijen dan mengidentifikasi target untuk membantu misi pemboman Iran mereka, dan bahwa badan-badan intelijen Inggris juga bisa digunakan.

Tapi Turnbull telah menolak laporan itu sebagai sebuah spekulasi. Ia bahkan mengatakan tidak memiliki alasan untuk percaya Trump sedang mempersiapkan konfrontasi militer.

"Saya melihat sebuah cerita hari ini mengklaim bahwa, di ABC, dan mengutip sumber-sumber senior pemerintah Australia," katanya. 

"Itu spekulasi, itu mengutip sumber anonim," tegasnya seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (28/7/2018).

Dia mengatakan sikap Trump terhadap Iran sudah diketahui, tetapi laporan ABC tidak mendapat manfaat dari "konsultasi" dengan kantornya, atau dengan kantor menteri pertahanan atau menteri luar negeri.

Retorika permusuhan antara Washington dan Teheran telah meningkat secara dramatis minggu ini dalam perang kata-kata antara Trump dan Presiden Iran, Hassan Rouhani.

Setelah presiden Rouhani memperingatkan AS seharusnya tidak "bermain dengan ekor singa", Trump menanggapi dengan mengatakan Iran akan menderita konsekuensi yang parah jika mengancam AS lagi.

Komandan militer senior Iran, Qassem Suleimani, membalas ancaman tweet Trump, membandingkan Trump dengan seorang penjudi dan pemilik kabaret. Suleimani mengatakan Iran akan menjadi orang yang "mengakhiri" perang antara kedua negara mereka.

Pages