IPW

Benarkah Kaki Tangan JK Masih Bercokol di Istana Wapres?

KONFRONTASI-Indonesia Police Watch (IPW) mengungkapkan di lingkaran Istana Wakil Presiden masih terdapat orang-orang mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sehingga “menyumbat” komunikasi tim sukses dan relawan dengan sang Wapres Maruf Amin.

Analis politik yang juga Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan, apabila itu benar, tentu menimbulkan pertanyaan besar, kenapa hal ini bisa terjadi?

IPW: Reshufle Kabinet Terganjal Protes dari Kubu Maruf Amin

KONFRONTASI-Indonesia Police Watch (IPW) menyebutkan bahwa peran Wakil Presiden Maruf Amin dalam pemerintahan ternyata sangat minim lantaran tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan maupun reshuffle kabinet.

Ketua Presidium IPW Neta S. Pane menyebut, informasi itu didapat IPW pada saat tim sukes maupun pendukung Maruf Amin melakukan pertemuan pada 20 Agustus 2020 bertepatan dengan hari libur 1 Muharam di Istana Wakil Presiden.

IPW Desak Mahfud MD Usut Tuntas Pemberi ‘Karpet Merah’ Djoko Tjandra di Mabes Polri

KONFRONTASI -   Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendorong Menko Polhukam Mahfud MD bertindak agresif dalam kasus DJoko Tjandra.

Hal itu lantaran pelarian buron kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali itu dibantu oleh sejumlah oknum jendral di Mabes Polri.

Demikian disampaikan Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2020).

IPW Anggap Kasus Djoko Tjandra Persekongkolan Jahat Para Jenderal Polisi

KONFRONTASI-Kasus Djoko Tjandra merupakan persekongkolan jahat para jenderal polisi untuk melindungi dan memberi keistimewaan pada buronan kelas kakap yang paling dicari Bangsa Indonesia itu.

Demikian dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dalam pernyataan persnya, Jumat (18/7/2020).

“Kasus Djoko Tjandra bukan akibat ulah pribadi dari oknum jenderal polisi di Bareskrim saja, seperti yang dikatakan Humas Polri,” ungkapnya.

IPW: Joko Tjandra Ternyata Berstatus Konsultan Bareskrim Polri, Sempat Berswafoto Sebelum Naik Jet Pribadi di Halim

KONFRONTASI -   Ternyata pekerjaan buronan kelas kakap Joko Tjandra saat ini adalah sebagai Konsultan Bareskrim Polri. Pantas saja dia mendapat keistimewaan luar biasa dan ‘karpet merah’ oleh institusi Polri yang seharusnya menangkapnya.

Demikian pernyataan Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane yang diterima urbannews.id, Jumat (17/7/2020).

IPW Desak Brigjen Prasetyo Utomo Dicopot Terkait Dugaan Pemberian Surat Jalan untuk Buronan Djoko Tjandra

KONFRONTASI-Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebut, surat jalan buron kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, diduga diteken Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo.

Brigjen Prasetyo Utomo, kata Neta, merupakan satu angkatan Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo di Akademi Kepolisian 1991.

Beri Surat Jalan Buronan Joko Tjandra, IPW Kecam Bareskrim Polri

KONFRONTASI -  Ind Police Watch (IPW) mengecam keras tindakan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri yang sudah mengeluarkan Surat Jalan kepada Joko Tjandra, sehingga buronan kelas kakap itu bebas berpergian dari Jakarta ke Kalimantan Barat dan kemudian menghilang lagi.

Hal itu disampaikan Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S. Pane dalam Siaran Pers IPW yang diterima Redaksi TangerangNet.Com, Rabu (15/7/2020).

IPW Minta Bebaskan Pecatan TNI Ruslan Buton, Polri Terlalu Paranoid

KONFRONTASI -   Indonesia Police Watch (IPW) meminta Mabes Polri segera membebaskan pecatan TNI Ruslan Buton.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, apa yang dituduhkan Polri kepada Ruslan tidak mempunyai dasar hukum yang jelas.

"Hanya menunjukkan sikap parno jajaran kepolisian yang tidak promoter," kata Neta dalam keterangan pers, Minggu (31/5).
Baca Juga:

    Ruslan Buton, Pecatan TNI yang Minta Jokowi Mundur Ditahan di Bareskrim

IPW: Kapolda Jatim Harus Belajar dari Menhan Prabowo agar Tidak Arogan Kepada Bawahan

KONFRONTASI-Sikap Kapolda Jawa Timur, Irjen Fadil Imran, yang mencopot Kapolsek Gubeng, Kompol Naufil Hartono, dibandingkan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kedua pejabat negara tersebut melakukan tindakan berbeda saat melihat bawahannya tertidur.

Fadil Imran diminta belajar dari Prabowo Subianto yang tak menonjolkan sikap arogansi kepada bawahan.

Pages