17 October 2018

Investasi

Usir LSM Asing Ilegal Perusak Iklim Investasi

KONFRONTASI-Pemerintah diminta untuk mengusir sejumlah lembaga swadaya masyarakat atau LSM asing bidang lingkungan hidup yang beroperasi di Indonesia. LSM itu diduga menjadi perpanjangan tangan melakukan kampanye hitam yang merusak ekonomi dan iklim investasi Indonesia.

Pascareformasi, kehadiran LSM asing yang beroperasi di Indonesia malahan menjadi blunder bagi perekonomian nasional. Mereka bahkan enggan melaporkan kegiatan maupun sumber pendanaannya kepada pemerintah.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira menjelaskan, jejaring LSM dari luar negeri bebas masuk Indonesia tanpa ada pelaporan maupun registrasi kepada pemerintah Indonesia. Sementara di Malaysia, pemerintah setempat memberikan pengawasan ketat bagi LSM transnasional yang ingin beroperasi.

"Pada kenyataannya, NGO (non-governmental organizations/LSM), melanggar regulasi karena tidak terdaftar di pemerintah. Kebebasan sekarang ini menjadi kebablasan akibatnya blunder bagi perekonomian Indonesia," kata Bhima dalam diskusi Forum Jurnalis Sawit (FJS) di Jakarta, Jumat (5/10).

Bhima menyebutkan persoalan hambatan dagang dan kampanye hitam dapat dipetakan ke dalam beberapa isu misalkan di Amerika Serikat yang muncul isu dumping dan persaingan biofuel. Di Uni Eropa, sawit diadang persoalan lingkungan dan Hak Asasi Manusia (HAM). Lain halnya dengan India yang menghadapi masalah neraca dagang.

"Isu negatif sawit terus dipoles dengan berbagai cara. Di Uni Eropa, sawit diserang isu buruh anak dan lingkungan," kata Bhima.

Jika persoalan ini tidak segera ditangani, dampaknya sangat luas terhadap neraca perdagangan dan investasi luar negeri. Bhima mengatakan surplus perdagangan Indonesia terus menyusut semenjak beberapa tahun terakhir.

Indonesia beruntung memiliki sawit yang menjadi penyumbang utama ekspor nonmigas. Akan tetapi, perhatian pemerintah terhadap sawit belum serius sehingga daya saintg komoditas ini sulit berkembang.

"Tetapi jika pemerintah tidak menjaga komoditas (sawit) dari gangguan. Maka nasib sawit akan seperti komoditas rempah-rempah yang sekarang kita dengar cerita kejayaannya saja," kata Bhima.

Ada Monopoli, Perusahaan Asing Tolak Investasi di Indonesia

KONFRONTASI-Duta Besar Amerika Serikat Joseph R. Donovan Jr menyampaikan peranan perusahaan asing yang sudah lama berada di Indonesia untuk menarik investasi. Menurutnya, penggerak terbaik untuk mendatangkan investor baru ke Indonesia adalah investor lama.

Setiap perlakuan pemerintah terhadap mitra ekonomi yang sudah ada merupakan sinyal bagi investor baru. Jadi, ketika pemain lama meninggalkan sebuah negara karena ada perubahan aturan atau kontrak, akan menjadi peringatan bagi investor baru untuk berpikir hati-hati sebelum memasuki pasar.

JK Sebut Tenaga Kerja China di Sulawesi Tengah untuk Percepatan Investasi, Ah Masa?

KONFRONTASI -   Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Indonesia sangat membutuhkan tenaga kerja asing untuk kebutuhan investasi. Salab satu investasi yang dibutuhkan Indonesia saat ini berasal dari luar.

"Kalau investasi dari luar pasti dia bawa modal dan teknologi. Kalau dia ada bawa modal tentu mereka ingin menjaga modalnya ini, maka manajemennya tentu dia ingin pegang," kata JK di kantornya di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

 

Dua Bandara Ini Butuh Investasi Rp500 Miliar

KONFRONTASI-PT Angkasa Pura II membutuhkan sekitar Rp300-500 miliar untuk investasi pengembangan Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Fatmawati Bengkulu yang pengelolaannya baru diserahkan dari pemerintah, yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

Pemerintah Kota Padang Bidik Peluang Investasi dari Saudi

KONFRONTASI -  Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat membidik peluang investasi dan kerja sama dengan Arab Saudi, guna mempercepat pengembangan ekonomi daerah itu.

Hal ini juga memanfaatkan Saudi Vision 2030 yang lebih mengedepankan kerja sama ekonomi dengan banyak negara.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebutkan ada potensi kerja sama investasi dari Arab Saudi, mengingat Indonesia dan negara tersebut tengah berupaya meningkatkan kemitraan di bidang ekonomi.

Bursa Efek Indonesia: Masyarakat Cenderung Memikirkan Untung Ketika Investasi

KONFRONTASI -  Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masyarakat cenderung hanya memikirkan untung ketika ingin melakukan investasi tanpa mencari tahu tentang risiko.

Trik Merencanakan Investasi

KONFRONTASI -   Melakukan investasi bukan merupakan perkara gampang bagi sebagian orang. Mengapa? Jangankan mau memulai investasi, mendengar kata investasi saja sudah alergi. Pemberitaan mengenai hilangnya dana nasabah, pembobolan rekening dan  investasi bodong yang marak di beberapa media membuat kita takut untuk berinvestasi.  Banyak nasabah yang mengalami kerugian investasi akibat dari praktek tidak terpuji para oknum praktisi keuangan. 

 

Ini Kata Bappenas: Nilai Dampak Teror Bom Temporer ke Investasi

KONFRONTASI -   Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, dampak teror bom di Jawa Timur, tidak berdampak besar kepada investasi di Tanah Air.

Jika pun ada dampak, dia mengklaim hanya bersifat temporer.

"Saya rasa temporer dampaknya. Tetapi, saya rasa minat investasi masih tinggi," kata Bambang ditemui di JS Luwansa, Jakarta, Senin 14 Mei 2018.

Sektor Ini Menjadi Primadona Investasi Modal Ventura 2018

KONFRONTASI -  Industri financial technology atau fintech serta layanan kesehatan diproyeksikan akan menjadi primadona bagi perusahaan modal ventura dalam menanamkan investasinya pada tahun ini.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura Indonesia untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Jefri R. Sirait mengatakan, dua industri yang bakal menjadi tren investasi pada tahun ini adalah fintech dan layanan kesehatan.

Banyak Dana Asing Kurang Betah di RI, Ini Kata Bank Indonesia

Konfrontasi - Aliran dana jangka pendek atau disebut hot money diwaspadai Bank Indonesia bisa membuat stabilitas ekonomi RI terganggu. Karena itu ada beberapa upaya yang terus dilakukan untuk menekan lajunya di masa depan. 

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi menjelaskan, untuk bisa mengurangi ketergantungan terhadap aliran jangka pendek pemerintah dan swasta harus mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan luar negeri. Untuk mengurangi pembiayaan asing tersebut stabilitas ekonomi harus bisa dijaga. 

Pages