inflasi

BI Perkirakan Inflasi Juni 2020 Turun Jadi 0,02 Persen

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada Juni 2020 turun menjadi 0,02 persen secara month to month (mtm). Sehingga secara tahun kalender sebesar 0,93 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,79 persen (yoy).

"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu II Juni 2020, inflasi Juni 2020 diperkirakan sebesar 0,02 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya," tulis Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko dalam keterangan persnya, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Tak Perlu Cetak Uang, Batalkan Saja Proyek Infrastruktur dan Pemindahan Ibu Kota Baru

KONFRONTASI-Rekomendasi Badan Anggaran DPR RI untuk mencetak uang dengan jumlah Rp 600 triliun dalam rangka menyelamatkan ekonomi dari dampak virus corona dipertanyakan publik.

Direktur Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Abdul Chair Ramdhan mengatakan, kebijakan mencetak uang tanpa ada underlying asset yang jelas akan berimplikasi terjadinya laju inflasi dan depresiasi mata uang.

Cetak Uang Rp600 T Dikhawatirkan Picu Hiperinflasi

KONFRONTASI-Anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Syaifullah Tamliha mengatakan pemerintah harus hati-hati dalam mengambil kebijakan bidang ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, kebijakan yang diputuskan benar-benar mempunyai dampak positif untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia.

“Jika salah mengambil keputusan perekonomian Indonesia bisa terpuruk makin dalam,” kata Tamliha, Selasa (19/5).

Inflasi Mengancam Jika BI Cetak Uang Rp 600 T, Ini Solusi DPR

KONFRONTASI -   Badan Anggaran (Banggar) DPR RI memberi masukan agar Bank Indonesia (BI) mencetak uang sampai Rp 600 triliun untuk turut serta dalam menangani dampak Corona. Dalam cetak duit ini, inflasi menjadi sering disebut menjadi ancaman. Apa kata DPR?

Ketua Badan Anggaran MH Said Abdullah mengatakan, dalam cetak uang ini inflasinya bisa dihitung. Dia bilang, dengan BI mencetak uang Rp 600 triliun maka inflasinya diperkirakan 5-6%.

Inflasi Ramadhan 2020 Diprediksi Lebih Rendah dari 2019

KONFRONTASI-Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi di masa bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Gubernur BI, Perry Warjiyo menyampaikan, inflasi di masa-masa tersebut biasanya tinggi.

"Tapi saat ini ada pembatasan sosial skala besar, diminta tidak mudik, jadi kenaikannya akan jauh lebih rendah dari dulu," katanya dalam telekonferens rutin mingguan, Kamis (9/4).

Mengenal Sejarah Dinar dan Dirham, Mata Uang yang Berasal dari Romawi dan Persia

Konfrontasi - Dinar yang menjadi nilai tukar uang umat Islam pada masa lalu memiliki nilai intrinsik berupa emas. Para ahli sejarah pun mencatat adanya alat tukar tersebut membuat nilainya stabil dengan alat tukar lainnya.

Tidak ada istilah atau fenomena inflasi dan deflasi pada masa tersebut. Pada saat ini pun, nilai seekor kambing masih sama dengan ketika masa Rasulullah SAW, yakni berkisar 1 dinar atau Rp 2,2 juta.

Tekan Inflasi, Gubernur BI Sarankan Beli Tiket Mudik Lebaran Jauh-jauh Hari

Konfrontasi - Bank Indonesia (BI) imbau masyarakat membeli tiket pesawat mudik dari jauh hari sebelum lebaran, selain agar mendapatkan tiket. Hal itu juga untuk menekan inflasi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk jauh-jauh hari merencanakannya (pemebelian tiket untuk mudik), sehingga memang tidak menjadi tekanan-tekanan inflasi yang tinggi dari sisi tarif angkutan udara," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di kantornya, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Bank Indonesia Yakin Inflasi Ramadan dan Idulfitri Terjaga

Konfrontasi - Bank sentral meyakini tekanan inflasi selama Ramadan dan Idulfitri akan tetap terkendali seiring dengan diterapkannya sejumlah strategi oleh tim pengendali inflasi.

Bahkan, Bank Indonesia (BI) melihat potensi inflasi keseluruhan pada 2019 akan turun dari proyeksi awal sebesar 3,5 persen dari kisaran sasaran yang ditetapkan 2,5-4,5 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengakui inflasi Ramadan dan Idulfitri memang selalu naik. Namun, peningkatan ini akan diatasi oleh upaya menjaga pasokan bahan pangan.

Kenaikan UMP Diyakini Tak Berdampak Signifikan Terhadap Laju Inflasi

KONFRONTASI-Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan pemerintah, diyakini oleh Pengamat Ekonomi dari Center of Reform on Economis (CORE) Indonesia Mohammad Faisal tidak akan berdampak besar ke Inflasi. Menurutnya inflasi akan tetap terjaga dalam level aman sesuai target pemerintah.

"Tidak ada terlalu pengaruh yang karena UMP enggak bikin inflasi berubah dan tetap terjaga. Jadi itu tidak masalah," ujar Faisal saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Cabai Merah Jadi Salah Satu Pemicu Inflasi di Oktober 2018

KONFRONTASI-Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan kenaikan harga cabai merah menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi pada Oktober 2018 sebesar 0,28 persen.

"Harga cabai merah ini memberikan andil inflasi 0,09 persen di kelompok bahan makanan," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Suhariyanto menambahkan komoditas lain yang ikut menjadi penyebab terjadinya inflasi adalah bensin jenis Pertamax, Pertamax Turbo maupun Pertalite, tarif sewa rumah, dan beras.

Pages