India

RI Bakal Impor 100.000 Ton Daging Kerbau India

KONFRONTASI -  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto siang ini menggelar rapat koordinasi ketersediaan pangan dan perdagangan di kantornya. Salah satu hasil rapat tersebut, pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor 100.000 ton daging kerbau India demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"(Impor) ya beberapa yang terkait dengan daging kerbau. Daging kerbau baru 100.000 ton ke Bulog," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Aksi Solidaritas Muslim RI Desak India Hentikan Kekerasan Terhadap Umat Islam

KONFRONTASI-FPI, GNPF-Ulama, dan PA 212 mendesak Pemerintah India segera menghentikan kekejaman dan pelanggaran HAM berat yang dilakukan kelompok Hindu radikalis, ekstrimis, dan intoleran di India. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga didesak mengambil langkah diplomatik dan politik dalam kapasitasnya sebagai bagian penting dari Gerakan Non Blok (GNB) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) atas kekejaman yang terdjadi di India tersebut.

Pemerintah RI Didesak Bersikap Tegas atas Pembantaian Muslim di India

KONFRONTASI-Ratusan umat Islam di Kota Medan, Sumatera Utara, meminta agar Pemerintah Indonesia untuk berperan dala penyelesaian konflik antarumat beragama di India yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Kami minta agar Pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap konflik yang terjadi di Negara India, karena banyak saudara-saudara kita yang seiman dan seaqidah di sana yang dibantai," kata Koordinator Aksi Razali Taat, di Medan, Senin

Teroris Hindu Merebak di India: Hindu Radikal India Serang Muslim, Korban Tewas 38 Orang

KONFRONTASI -   Korban tewas dalam aksi kekerasan yang dilakukan kelompok Hindu radikal terhadap Muslim India bertambah dari 32 menjadi 38 orang. Menurut laporan, jumlah korban ini berasal dari kedua belah pihak.

Konflik yang dipicu oleh Citizenship Amendment Act (CAA) atau Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan ini tercatat sebagai konflik terburuk di New Delhi dalam beberapa dekade.

FPI, PA 212 dan GNPF Ulama Ajak Umat Islam Bersatu Melawan Pembantaian Muslim di India

KONFRONTASI-Tindakan kekerasan terhadap umat Islam di seluruh India telah memantik reaksi dari umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kekerasan terjadi mulai dari Jammu Kashmir di utara hingga Tamil Nadu di Selatan, Gujarat di Barat hingga Assam di bagian timur India.  

Kelompok Hindu ekstrimis radikalis India disebut-sebut melakukan perusakan, pembakaran dan penghancuran terhadap mesjid mesjid bahkan Al Qur'an sebagai kitab suci umat Islam.

Kecam Kekerasan atas Muslim India, Menag: Umat Agar Kedepankan Toleran

Konfrontasi - Kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum dengan mengatasnamakan agama terjadi di India. Data hingga Kamis, 27 Februari 2020, tercatat setidaknya ada 27 Muslim India yang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi prihatin dan mengecam keras peristiwa kekerasan atas nama agama tersebut. Menag mengimbau agar umat beragama di India tidak merusak nilai kemanusiaan atas nama agama.

Parlemen Indonesia Desak India Redam Konflik Antar-agama

KONFRONTASI-Puluhan orang tewas dan ratusan terluka akibat bentrokan antara umat Hindu dan umat Muslim di timur Ibu Kota New Delhi, India, Selasa (25/2).

Kerusuhan tersebut berawal dari aksi demonstrasi menentang Undang-Undang Kewarganegaraan yang mengizinkan India memberi status kewarganegaraan terhadap imigran yang menerima persekusi di negara asalnya seperti Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan.

Namun, UU itu hanya berlaku bagi imigran pemeluk agama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain Muslim. 

Google Hapus 600 Iklan Aplikasi yang Mengganggu, Kebanyakan dari China

Konfrontasi - Google menghapus sedikitnya 600 aplikasi mengganggu dari toko aplikasi Play Store. Tak hanya itu, pengembang aplikasi-aplikasi ini juga diblokir.

Penghapusan ratusan aplikasi dari Play Store ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan penipuan iklan seluler yang sering terjadi.

Mengutip The Verge, Jumat (21/2/2020), kebijakan Google tidak mengizinkan adanya iklan yang ditampilkan ketika aplikasi tidak digunakan serta iklan yang menipu pengguna untuk mengklik secara tidak sengaja.

India slum-dwellers sent eviction notices ahead of Trump visit

KONFRONTASI-Slum-dwellers in the city of Ahmedabad say they have been served eviction notices by municipal authorities as the home state of Prime Minister Narendra Modi prepares to host US President Donald Trump on February 24.

The slum is close to the Motera Stadium where Modi and Trump are expected to attend an event dubbed "Kem Chho Trump" (How are you, Trump) along the lines of the "Howdy Modi" extravaganza the US president organised for the Indian prime minister in Houston last September.

Pages