Indef

Indef Anggap Kemenko Marves dan BPIP Layak Dibubarkan

KONFRONTASI-Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) layak dibubarkan.

"Kalau lembaga, BPIP. Karena dalam setahun Rp217 miliar," ujar Bhima Yudhistira dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Menanti Perombakan Kabinet, Sabtu (4/7/2020).

Neraca Perdagangan Surplus USD743 Juta, INDEF: Ini Surplus Semu!

KONFRONTASI-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2020 mengalami surplus mencapai USD743 juta. Angka ini berasal dari ekspor sebesar USD14,09 miliar dan impor USD13,35 miliar.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai surplus neraca dagang pada Maret 2020 sebesar USD743 juta hanya bersifat semu.

Luhut Mau Undang Turis Asing, INDEF: Sia-sia, Mereka Juga Takut Datang ke Sini Selama Corona Belum Teratasi

KONFRONTASI-Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dianggap hanya bermimpi dapat mengundang turis asing di saat dunia internasional meragukan penanganan pemerintah Indonesia menghadapi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira yang merasa aneh dengan statemen LBP akan mengundang besar-besaran bagi turis asing seperti China, Korea Selatan dan Jepang yang telah pulih dari krisis Covid-19 untuk meningkatkan pendapatan negara di sektor pariwisata.

Jangan Sampai Skandal BLBI Berulang, Penerbitan Recovery Bond Mesti Dikaji Ulang

KONFRONTASI-Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira meminta pemerintah untuk mengkaji ulang rencana penerbitan surat utang pemulihan atau recovery bonds bagi dunia usaha terdampak COVID-19.

"Tidak perlu lagi melakukan recovery bonds karena risiko cukup bahaya baik secara ekonomi dan politik," katanya di Jakarta, Senin.

Ia menilai skema surat utang pemulihan bagi dunia usaha itu dikhawatirkan bisa mengulangi bantuan likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang pernah dikucurkan sekitar tahun 1998.

Batasi Impor Beras agar Ekonomi Tidak Bertambah Anjlok

KONFRONTASI-Pemerintah mesti menjamin kebutuhan pokok selama masa darurat wabah virus corona yang diprediksi selama tiga bulan ke depan agar tidak terjadi kepanikan.  

Salah satunya dengan membatasi impor sejumlah komoditas terutama beras lokal. Sebab, 52 persen beras yang berada di gudang Bulog merupakan beras impor.
Begitu kata ekonom Indef Bhima Yudhistira dilansir RMOL.id sesaat lalu di Jakarta, Rabu (18/3). 

Ekonom Harapkan Postur Kabinet Jokowi-Maruf Diharapkan Cerminkan Komitmen Perjuangan

KONFRONTASI-Pengamat Ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati berharap orang-orang yang akan masuk dalam postur kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin periode 2019-2024 bisa mencerminkan komitmen perjuangan membangun Indonesia.

Enny mengatakan bahwa berbagai target yang disampaikan oleh Jokowi dalam pidato pelantikan presiden akan mudah diimplementasikan jika menteri yang terpilih memang memahami dan menguasai bidangnya.

Jika Ukuranya RPJMN, INDEF Nilai Target Perkonomian Selama 5 Tahun Belum Tercapai

KONFRONTASI -  Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto menyatakan, bila melihat perkembangan ekonomi lima tahun terakhir, maka target perekonomian secara umum relatif belum tercapai bila ukurannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Kecil Kemungkinan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

KONFRONTASI- Ekonom INDEF Bhima Yudhistira menilai kecil kemungkinan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar enam persen pada Rapat Dewan Gubernur Kamis (20/6) esok, karena mendesaknya kebutuhan sektor riil untuk mendapat keringanan pembiayaan, guna melakukan ekspansi dalam menggerakkan roda perekonomian.

Impor Bawang Putih Rentan Perburuan Rente

KONFRONTASI-Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Sugiyono Madelan mengingatkan rencana pemerintah mengimpor bawang putih berpotensi menimbulkan ekonomi rente yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

"Kalau itu dilakukan pemerintah, hanya melahirkan motif rente-rente ekonomi," kata Sugiyono dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Sugiyono menjelaskan diskresi penugasan ini dapat membuat persaingan usaha menjadi tidak kompetitif dan membuat produk bagus dari luar terhambat masuk ke dalam negeri.

Pages