Imam Shamsi Ali

Ramadhan Itu Bulan Maghfirah!

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Salah satu bentuk misrepresentasi ajaran Islam di dunia Barat umumnya adalah bahwa Islam itu agama kebencian dan kekerasan. Konsep ketuhanan kerap kali ditampilkan sebagai Tuhan yang kasar, bengis, tiada belas kasih.

Kebodohan atau terkadang juga kebohongan ini sengaja dipromosikan untuk menumbuhkan rasa takut, bahkan kebencian kepada Islam. Didukung oleh prilaku segelintir orang yang mengaku Muslim yang memang demikian, semakin meyakinkan mereka jika Islam itu demikian adanya.

Puasa Itu Menyuburkan Ruhiyah

Oleh: Imam Shamsi Ali*

“Mankind is a spiritual being in a physical body”.

Kalau seandainya saya ditanya tentang defenisi manusia maka jawaban saya kira-kira seperti di atas. Bahwa manusia itu adalah wujud spiritualitas dalam sebuah bentuk fisikal.

Intinya adalah bahwa nilai (value) sejati manusia itu ada pada posisi ruhiyahnya. Kemuliaan, kehormatannya ditentukan oleh  nilai spiritualitasnya.

Puasa Ramadhan Itu Mengenalkan Batas-batas Hidup

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

 “Maka barangsiapa yang takut kepada Tuhannya dan menahan nafsu, maka sungguh syurgalah tempat kembalinya” (An-Naazi’aat). 

Segala sesuatu dalam hidup ini punya batas. Bahkan hidup itu sendiri ada batasnya. “Semua yang ada di atas bumi itu berakhir” (Al-Quran). Demikian penegasan Al-Quran. 

Being optimistic in the midst of Calamity

By. Imam Shamsi Ali* 

Islam is the religion of optimism and hope. Having faith as a Muslim gives us hope but being in despair is a sign of being ungrateful to Allah's blessings. 

Islam teaches us to be grateful all the time, and an important essence of that gratefulness is hope and optimism. That no matter how bitter the life is, how challenging and difficult the circumstance we live in, we are always being blessed abundantly by the Almighty Allah. 

Corona oh Corona!

Oleh: Imam Shamsi Ali*

Sejak kehadirannya kami banyak hal. Banyak hal yang selama ini kami lalai dan gagal paham. Terima kasih wahai Corona! 

Kehadirannya mengingatkan kami tentang kelemahan diri sendiri. Kami diingatkan tentang berbagai keterbatasan dan ketidak mampuan kami. Kami diingatkan betapa pengetahuan dan ilmu kami sangat sedikit dan terbatas. 

Lessons learned from Corona Virus

KONFRONTASI-Based on our theological belief stand point, we believe that nothing happens in life without any meanings and lessons to learn. And people of knowledge are commanded to ponder and reflect on every phenomenon of our life. 

The Quran told us: "And ponder of people of knowledge" (fa'tabiru yaa ulil albaab). 

Allah the Almighty reminds: "do you think we created you uselessly?". 

Memetik Hikmah dari Pandemik Corona dan Isolasi Diri

Teman-teman yang disayang Allah! 

Banyak di antara kita yang dipaksa oleh keadaan untuk mengurung diri di rumah masing-masing. Belum lagi yang memang harus mengkaratina diri karena dikhawatirkan terdampak virus Corona itu. Apalagi yang memang kotanya/negaranya sedang "lockdown" atau ditutup dari kegiatan apapun, kecuali yang bersifat emergensi. 

Hal ini pastinya tidak mudah. Apalagi untuk mereka yang terbiasa aktif dengan berbagai kegiatan di luar rumah. Pasti merasa tertekan, sempit, bahkan ada kecenderungan marah bahkan frustrasi. 

Isra Mi'raj dan Dunia Global

Oleh:Imam Shamsi Ali* 

 

Pengantar

Berhubung karena lockdown di kota New York dan banyak kota lainnya di dunia, saya ingin menggunakan waktu ini untuk menulis bersambung tentang Isra Mi'raj dalam berbagai sudutnya. Minimal saya akan menuliskan 12 pelajaran penting dari peristiwa Isra Mi'raj ini. 

Al-Isra Wal-Mi'raj dan Covid 19

Oleh: Imam Shamsi Ali* 

Di tengah kehebohan dunia tentang virus Corona atau Covid 19 saat ini, Umat ternyata banyak yang melupakan jika saat ini kita telah berada di bulan yang mulia. Salah satu bulan yang Allah doakan keberkahannya bersama sebulan setelahnya. 

"Allahumma baarik lanaa fii Rajab wa Sya'baan wa ballighna Ramadhan". (Ya Allah berkahi untuk kami bulan Rajab dan Sya'ban dan berikan kesempatan kepada kami untuk sampai ke bulan Ramadan". 

Menyoal Ijtima Jamaah Tabligh di Gowa Sul-Sel di Tengah Wabah Corona

KONFRONTASI-Berhubung banyaknya yang menyampaikan pertanyaan dan meminta pendapat saya tentang rencana ijtima Jamaah Tablig di Kabupaten Gowa, Sul-Sel, di tengah merebaknya Covid 19, berikut saya sampaikan pendapat pribadi saya. Semoga pendapat saya ini bisa menjadi pertimbangan bagi semua pihak sehingga dapat mengambil jalan keluar terbaik dan terbijak. 

Pages