IHSG

Sudah naik 4,71% dalam sepekan kemarin, IHSG rawan terkoreksi pada Selasa (10/11)

KONFRONTASI -   Indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,38% ke level 5.356,01 pada perdagangan Senin (9/11).

Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mayoritas sektor di awal pekan ini memang menghijau. Penguatan paling signifikan dicatatkan oleh sektor pertambangan hingga 2,38%. Setelahnya disusul oleh sektor infrastruktur hingga 1,18%. 

IHSG hari ini (9/11) diperkirakan menguat lagi, saham-saham ini bisa jadi pilihan

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG hari ini (9/11) diperkirakan menguat. IHSG berhasil ditutup menguat signifikan 1,43% di level 5.335,53 pada 6 November 2020. 

Menurut Nafan Aji Analis Binaartha Sekuritas, pergerakan IHSG hari ini berdasarkan indikator MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola three outside up candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation. Nafan menyebut, pergerakan IHSG hari ini (9/11) berpeluang menuju ke resistance terdekat.

Dibayangi profit taking, IHSG terkoreksi 0,20% di awal perdagangan Jumat (6/11)

KONFRONTASI -    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi di awal perdagangan Jumat (6/11), dibayangi aksi ambil untung. Mengutip RTI pukul 09.16 WIB, indeks turun 0,20% ke level 5.250,81.

Tercatat 156 saham naik, turun126 saham turun, dan 182 saham stagnan. Total volume perdagangan 1,85 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 1,4 triliun.


Enam dari 10 indeks sektoral membebani langkah IHSG. Sektor keuangan paling dalam penurunannya 0,58%. Sementara, sektor aneka industri paling tinggi kenaikannya 1,09%.

Saham big cap: IHSG terkoreksi Selasa (27/10), ICBP, TLKM, UNVR turun paling dalam

KONFRONTASI -   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,31% ke 5.128,23 pada Selasa pekan lalu (27/10). IHSG tertekan saham-saham big cap yang lesu. Di pekan lalu, perdagangan saham hanya berlangsung dua hari karena ada libur panjang.

Selasa (27/10), dari 10 saham big cap dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun, 4 saham diantaranya melemah, 2 saham menguat dan 4 saham lainnya stagnan harganya.

Saham big cap dengan kenaikan market cap tertinggi harian, Selasa (27/10):

1. BBRI (0,60% | Rp 410,29 triliun)

Rupiah Tembus Rp16 Ribu/USD, IHSG Terjungkal

KONFRONTASI-Rupiah semakin anjlok. Nilai mata uang Indonesia babak belur di tengah pandemik virus corona (Covid-19).

Setelah tembus Rp 15.000 per dolar AS pada Selasa lalu (17/3). Hari ini, Kamis (19/3), rupiah tembus Rp 16.000 per dolar AS, tepatnya Rp 16.052 per dolar AS pada pukul 10.32 WIB.

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia terkoreksi sebesar 5,29 persen atau berada di angka 4.101.

IHSG Tergerus Tajam, BEI Terus Komunikasi dengan OJK

KONFRONTASI-Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan terus berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun signifikan.

"Komunikasi jalan terus. Kami monitoring market secara cermat dan hati-hati," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo kepada wartawan di Jakarta, Senin.

IHSG awal pekan ini anjlok hingga 6,58 persen ke level 5.136,81, level terendah dalam tiga tahun terakhir.

BEI: IHSG Menguat, Investor Asing Net Buy Rp226,13 Miliar

KONFRONTASI -   Investor asing mencatatkan aksi beli bersih pada perdagangan hari ini, Selasa (11/2/2020), di saat IHSG ditutup menguat tipis.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp226,13 miliar pada perdagangan hari ini.

 

IHSG Diyakini Kembali Menguat pada Februari

Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

 

KONFRONTASI -  Meskipun mengalami pelemahan sepanjang Januari 2020, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan kembali menembus angka 6.000 pada Februari.

Menurut Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar selain kekhawatiran terhadap virus Corona, ketidakpastian pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan urusan Brexit juga turut memainkan peran dalam anjloknya IHSG.

Pages