15 June 2021

Humphrey Djemat

Humphrey Djemat Sebut Calon Menteri dari Luar Parpol Dimintai Mahar Rp500 Miliar

KONFRONTASI-Tokoh politik Humphrey Djemat kembali membeberkan dugaan adanya mahar calon menteri Rp500 miliar.

Hal itu disampaikan Humprey Djemat saat memberikan sharing terkait “Reformasi Partai Politik” dalam acara Vox Point Indonesia.

Ia mengungkap adanya praktik kotor dalam proses politik, yakni adanya mahar politik dalam pemilihan menteri.

“Pernah saya lontarkan mengenai masalah yang berkaitan dengan calon menteri diminta untuk semacam mahar Rp 500 miliar ya, calon menteri itu di luar partai,” ungkapnya, Sabtu (11/7).

Pengacara Ahok Bantah Miliki Sadapan SBY-Ketua MUI

KONFRONTASI-Pengacara kondang Humphrey Djemat yang menjadi anggota tim penasihat hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah anggapan yang menyebutnya memiliki sadapan pembicaraan antara Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

"Saya bilangnya komunikasi ya, bukan rekaman. Ini sudah (diketahui) jauh hari sebelum persidangan dan kami akan berikan kepada majelis hakim," kata Humprey dalam jumpa pers di sebuah restoran di Jakarta Pusat, Rabu (1/2) sore.

Pengacara Terdakwa Ahok Bantah Polisikan KH Ma'ruf Amin

KONFRONTASI - Humphrey Djemat, pengacara terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menepis rencana memperkarakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf Amin ke kepolisian.

Humphrey menjelaskan, Ma'ruf bukan saksi pelapor. Sedangkan yang dilaporkan pihaknya adalah Habib Muchsin dan Habib Novel atas dugaan mengeluarkan keterangan tidak benar di bawah sumpah.

Pengacara OC Kaligis Anggap Pernyataan Gerry Baru Klaim Sepihak

KONFRONTASI-Kuasa hukum Otto Cornelis Kaligis, Humphrey Djemat, menganggap pernyataan tersangka kasus suap M Yagari Bhastara alias Gerry, melalui kuasa hukumnya Haeruddin Masarro hanya klaim sepihak dari Gerry yang belum terbukti kebenarannya. Sebelumnya Gerry menyebut pemberian uang yang dilakukannya kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan atas perintah pengacara OC Kaligis.