Hukuman mati

Jaksa Agung Ingin Pelaksanaan Hukuman Mati Dilaksanakan Sebelum Puasa

Konfrontasi - Jaksa Agung, HM Prasetyo berharap eksekusi terhadap terpidana mati dapat dilaksanakan sebelum pelaksanaan bulan puasa. Puasa sendiri diprediksi akan mulai 6 atau 7 Juni mendatang. 

Namun demikian, diakuinya pelaksanaan eksekusi terbentur dengan masih adanya proses hukum pengajuan kembali PK yang diajukan terpidana mati tersebut.

AS tidak Akan Hukum Mati Penyerang Konsulat Benghazi

KONFRONTASI - Jaksa federal Amerika Serikat tidak akan menjatuhkan hukuman mati dalam kasus Abu Khatallah, pria yang bertanggungjawab dalam serangan 2012 di konsulat Amerika di Benghazi, Libya, menurut dokumen pengadilan yang diajukan Selasa (10/5).

Khatallah ditangkap pada 2014 dan dibawa ke Amerika Serikat untuk diadili di pengadilan federal di Washington DC, kata Reuters dalam laporannya.

Juru bicara Departemen Kehakiman Emily Pierce mengatakan Jaksa Agung Loretta Lynch yang membuat keputusan.

Indonesia Pimpin Pernyataan Bersama Mengenai Hukuman Mati di UNGASS

KONFRONTASI - Ketua delegasi RI, Dubes RI untuk Badan PBB di Wina, Rachmat Budiman, mewakili Indonesia memimpin penyampaian posisi bersama like-minded countries terkait hukuman mati pada pembukaan the United Nations General Assembly Special Session on the World Drug Problem (UNGASS) yang berlangsung di Markas PBB New York.

Kalah Perang, ISIS Bakar Hidup-Hidup Anggotanya Sendiri di Depan Umum

Konfrontasi - Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) baru-baru ini dilaporkan telah mengeksekusi anggota kelompoknya sendiri dengan cara dibakar hidup-hidup. Hal ini dilakukan lantaran ISIS kalah dalam perang di Kota Ramadi, Irak.

Dilansir laman Emirates247, Jumat (15/1/2015), anggota ISIS ini dibakar lantaran mencoba melarikan diri ke Mosul setelah kalah perang. Parahnya lagi, eksekusi itu dipertontonkan langsung di depan publik.

Pemerintah Iran Kutuk Saudi Eksekusi Mati Ulama Syiah

Konfrontasi - Kementerian Luar Negeri Iran mengancam Arab Saudi dengan mengatakan negera kerajaan itu akan menanggung risiko tinggi karena telah mengeksekusi ulama terkemuka Syiah di Saudi, Nimr al-Nimr, Sabtu (2/1/2016) ini.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Hossein Jaber Ansari mengutuk keras eksekusi itu, apalagi eksekusi  dilakukan setelah Iran yang didominasi Syiah berulang kali meminta Saudi yang mayoritas Sunni untuk mengampuni sang ulama.

Pages