22 July 2018

Hukuman mati

Mish’al Shareef, Pengacara Kondang di Saudi Antar Pulang WNI yang Bebas dari Hukuman Mati

KONFRONTASI -   Nurkoyah Marsan Dasan, WNI asal Rengasdengklok Karawang yang telah bebas dari hukuman mati di Arab Saudi akhirnya dipulangkan ke Indonesia pada Selasa, 3 Juli 2018, malam. Nurkoyah tiba di Jakarta pukul 15.40 WIB, 4 Juli 2018.

HM Prasetyo Tegaskan Tak Ada Moratorium Eksekusi Hukuman Mati

KONFRONTASI -  Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa tidak ada istilah moratorium terkait eksekusi bagi terpidana mati.

"Yang pasti istilah moratorium itu tidak ada. Kami tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusi," kata Prasetyo di gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/5).

Pemerintah India Akhirnya Resmikan Hukuman Mati Anak dibawah Umur

Konfrontasi - Pemerintah India, Sabtu (21/4/2018), memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati bagi pemerkosa yang korbannya berusia di bawah 12 tahun.

Langkah ini disepakati kabinet pemerintahan PM Narendra Modi dan sedang dikirim kepada presiden untuk disahkan. Demikian kantor berita Press Trust of India.

Setelah diteken presiden maka aturan baru ini harus mendapat persetujuan parlemen dalam waktu enam bulan sebelum bisa diundangkan.

Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu di Batam

Konfrontasi - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan ganjaran setimpal karena telah menyelundupkan narkoba yang beratnya sampai lebih dari 1 ton.

"Maksimallah apalagi 1 ton, 2-3 kg saja ancaman mati," kata Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (20/4/2018).

Pembunuh Pria Gay di Cawang Terancam Hukuman Mati

Konfrontasi - Polisi menjerat Petrus Paulus (21) dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana atas dugaan pembunuhan pria gay di Cawang, Jakarta Timur. Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi swasta itu terancam hukuman mati.

"Iya kita ya tetap terapkan pasal berlapis, (pembunuhan) berencana dan pembunuhan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Tony Surya Putra dilansir detikcom, Jumat (20/4/2018).

Soal Hukuman Mati Zaini Misrin, Pengamat: Indonesia Tak Perlu Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Saudi

KONFRONTASI-Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia Profesor Doktor Hikmahanto Juwana berpendapat, Pemerintah Indonesia tak perlu memutuskan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi dan kasus hukuman mati terhadap TKI tak akan mempengaruhi hubungan kedua negara.

Hikmahanto Juwana di Jakarta, Senin mengatakan, Arab Saudi memiliki kedaulatan dalam mengatur hukum di negaranya sendiri.

Karena itu, dalam hal kasus hukuman mati Muhammad Zaini Misrin, pemerintah Indonesia tidak bisa mencampuri keputusan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi.

"Langkah yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah tepat dengan memanggil duta besar Arab Saudi dan menyampaikan protes. Kita harus menghargai kedaulatan setiap negara," ujarnya dalam keterangan persnya.

Dia juga mengingatkan Pemerintah Indonesia agar tidak salah langkah apalagi sampai berniat memutus hubungan kedua negara.

Jika hal itu terjadi, maka yang rugi adalah Indonesia. Apalagi, kata dia, hubungan dua negara terlihat makin mesra setelah kunjungan Raja Arab Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Bahkan, kunjungan Raja Salman ke Indonesia mendapat sambutan yang meriah.

"Semua pihak harus melihat masalah ini secara proporsional. Tidak perlu sampai memutuskan hubungan diplomatik yang justru malah merusak hubungan kedua negara," katanya.

Hikmahanto juga menyatakan Konvensi Wina 1963 tak mengatur sanksi pemberian notifikasi hukuman mati warga negara asing (WNA).

Jadi, dengan alasan itu, Arab Saudi tak perlu menginformasikan tentang eksekusi mati TKI Muhammad Zaini Misrin kepada Pemerintah Indonesia.

Trump Minta Pengedar Narkoba Dihukum Mati

KONFRONTASI - Guna mengatasi epidemi kecanduan obat opioid, Presiden AS Donald Trump mengusulkan hukuman mati bagi pengedar narkoba.

Trump memaparkan rencana tersebut dalam pidato di New Hampshire, negara bagian yang terdampak parah oleh krisis opioid.

Trump berkata pemerintahannya berupaya mengubah undang-undang demi mengeksekusi para pengedar, namun upaya tersebut akan menghadapi penolakan keras secara politik.

Divonis Mati, Pembunuh Sekeluarga di Medan Menangis

Konfrontasi - Terdakwa pembunuh sekeluarga di Medan, Sumatera Utara (Sumut) Andi Lala divonis mati. Usai divonis mati, Andi Lala menangis dan enggan berkomentar. Ia terus menghapus air matanya. 

Sidang vonis itu berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumut, Jumat (12/1/2018) sore. Majelis hakim dipimpin Domingus Silaban dan jaksa penuntut umum yakni Kadlan Sinaga. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Andi Lala dengan pidana mati," kata Domingus Silaban.

Diancam Pasal Berlapis, Dr Helmi, Suami Dokter Letty Terancam Hukuman Mati

KONFRONTASI -  Penembak dokter Letty Sultri yang juga suaminya itu, dokter Helmi kini telah ditahan di Polda Metro Jaya. Adapun pelaku bakal dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, dokter Helmi itu saat ini telah berada di tahanan Polda Metro Jaya. Pelaku telah ditahan dan tidak ada perlakukan khusus, sama dengan tahanan lainnya.

Bakar Pria yang Mau Memperkosa, Fatimah Terancam Dipancung

Konfrontasi - Seorang tenaga kerja wanita asal Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, terancam dihukum pancung di Penang, Malaysia. Dia dituduh membunuh pria warga Bangladesh dengan cara membakar pakai minyak gas. 

Padahal, TKW bernama Fatimah berniat membela dirinya dari tindak kejahatan pemerkosaan. Dia  terpaksa menyiramkan minyak gas ke tubuh pria itu dan menyulutnya pakai korek, karena saat itu wanita berumur 37 tahun itu akan diperkosa oleh pria tersebut.

Pages