Hong Kong

Pemimpin Hong Kong Akhirnya Cabut RUU Ekstradisi

KONFRONTASI - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam akhirnya mengumumkan bahwa dirinya akan mencabut secara permanen RUU ekstradisi, yang telah memicu aksi-aksi demo selama tiga bulan terakhir dan membuat kota itu jatuh ke dalam krisis.

Pengumuman pencabutan RUU ekstradisi ke China itu disampaikan Carrie Lam dalam statemen video yang dirilis via kantornya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/9/2019).

Hong Kong police say rioters push city to verge of dangerous situation

KONFRONTASI - Violent protests have pushed Hong Kong to the verge of a very dangerous situation; say officials a day after the city saw some of the fiercest clashes between rioters and security officers.

People took to the streets for the second consecutive day, on Sunday, as part of weeks-long protests, which initially erupted in mid-June in protest to a proposed extradition bill.

210 Channel Youtube Dinonaktifkan Terkait Hoax

Konfrontasi - Raksasa teknologi Amerika Serikat, Google, mengumumkan layanan video streaming YouTube telah menonaktifkan 210 channel-nya pada Kamis (24/8/2019).

Dilansir dari Reuters, ratusan channel itu tampaknya terlibat dalam operasi pengaruh terkoordinasi soal protes Hong Kong.

Penutupan ini beberapa hari setelah Twitter dan Facebook berhasil membongkar kampanye hitam.

Operasi penyebaran hoax ini disebut berasal dari China, yang bertujuan untuk mendiskreditkan demonstrasi dan pengunjuk rasa di Hong Kong.

Hong Kong Bergolak, Sewa Tempat Tinggal Diprediksi Anjlok

KONFRONTASI-Sewa tempat tinggal Hong Kong diprediksi menurun karena protes anti-pemerintah terus berlanjut di kota. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Royal Institute of Chartered Surveyors yang dirilis pada Kamis (22/8), para profesional real estate memperkirakan sewa di pulau utama Hong Kong akan jatuh dua persen pada tahun depan.

Hasil itu merupakan pembalikan dari perkiraan kenaikan tiga persen dalam survei sebelumnya yang diadakan tepat saat protes skala besar dimulai pada Juni.

Dua Polisi Hong Kong Ditangkap Gara-gara Pukuli Tersangka di Rumah Sakit

KONFRONTASI-Dua polisi Hong Kong ditangkap karena memukuli seorang pria yang menjadi tersangka dan baru saja ditangkap. Pemukulan yang terjadi di rumah sakit setempat itu terekam kamera yang videonya menjadi viral secara online.

Seperti dilansir AFP dan Channel News Asia, Rabu (21/8/2019), video yang terekam dari CCTV rumah sakit itu, menunjukkan dua polisi berseragam berulang kali memukuli seorang pria yang terbaring di ranjang rumah sakit.

Hong Kong Bergolak, Australia Ikut Bergerak

KONFRONTASI-Demonstrasi di Hong Kong ikut memancing reaksi dari warga China di negeri kanguru Australia. Bahkan, Polisi di Melbourne, Australia, sampai mengeluarkan peringatan pada Sabtu setelah terjadi bentrokan kecil antara pendukung dan penentang gerakan protes Hong Kong.

Bentrokan berlangsung selama demonstrasi, yang diikuti beberapa ratus orang dari komunitas China di Melbourne pada Jumat (16/8) malam.

Hong Kong Bergolak, Pasukan Paramiliter China Bergerak

KONFRONTASI-Citra satelit menunjukkan ada mobilisasi kendaraan angkut personel lapis baja dan kendaraan lainnya milik paramiliter Cina. Perlengkapan militer tersebut ditempatkan di gelanggang olahraga di Shenzhen, yang lokasinya berseberangan dengan Hong Kong.

Citra satelit itu dikumpulkan pada Senin (12/8) oleh Maxar, perusahaan teknologi ruang angkasa yang berkantor di Amerika Serikat (AS). Citra tersebut menunjukkan ada sekurangnya 500 unit kendaraan militer Cina terparkir di lapangan sepak bola di Shenzhen Bay Sports Center, yang menghadap ke Pelabuhan Hong Kong.

Media di Cina mengatakan, mobilisasi tersebut hanyalah bagian dari latihan militer yang sudah direncanakan sebelumnya. Sejumlah video yang diunggah di media sosial pada Senin pagi lalu menunjukkan kendaraan militer Cina berduyun-duyun masuk ke Shenzhen. Media milik Pemerintah Cina, Global Times, mengunggah kompilasi video yang memperlihatkan truk-truk militer konvoi berbaris di Shenzhen.

Video propaganda itu menunjukkan sejumlah pengangkut personel lapis baja, truk, dan kendaraan lain milik Angkatan Kepolisian Bersenjata Rakyat Cina ada di jalan-jalan Kota Shenzhen. Mereka adalah polisi paramiliter yang bertanggung jawab atas pengendalian kerusuhan dan kontraterorisme.

Dalam laporan Global Times pada 6 Agustus, ada 12 ribu petugas polisi, tank, helikopter, dan kendaraan amfibi yang berkumpul di Shenzhen. Mereka tampaknya sedang melakukan latihan operasi antihuru-hara.

Namun, sejumlah pihak menilai mobilisasi ini menunjukkan ada ancaman dari Cina daratan untuk meningkatkan penggunaan kekuatan terhadap unjuk rasa pro demokrasi di Hong Kong. Mobilisasi alat militer ini juga terjadi hanya beberapa saat setelah Pemerintah Cina mengatakan bahwa unjuk rasa di Hong Kong menunjukkkan tunas terorisme. Hong Kong diguncang unjuk rasa pro demokrasi sejak dua bulan terakhir.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku intelijen AS memberi tahunya bahwa Cina sedang memobilisasi angkatan bersenjata ke Hong Kong. "Intelijen kami telah memberi tahu saya Pemerintah Cina memindahkan pasukan ke perbatasan dengan Hong Kong. Semua orang harus tenang dan aman!" cicit Trump di Twitter.

Bandara Hong Kong kembali beroperasi. Masakapai penerbangan milik Hong Kong, Cathay Pacific Airways, mengatakan, unjuk rasa telah menghentikan 272 penerbangan dan berimbas terhadap 55 ribu penumpang. Perusahaan ini juga telah memecat dua pilot yang ikut berunjuk rasa.

China Tak Izinkan Dua Kapal AS Kunjungi Hong Kong

KONFRONTASI-China menolak kunjungan dua kapal Angkatan Laut Amerika Serikat ke Hong Kong dalam beberapa pekan mendatang, kata pejabat AS pada Selasa, saat krisis politik di bekas jajahan Inggris tersebut semakin parah.

Pejabat, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menuturkan kapal transportasi Green Bay meminta izin untuk dapat mengunjungi Hong Kong akhir Agustus ini, sementara itu kapal penjelajah Lake Erie meminta izin masuk pada September.

Pages