Hong Kong

Beijing akan Lawan Demo di Hong Kong

KONFRONTASI-Tiongkok, Selasa (30/9) menyebut unjukrasa pro-demokrasi di Hongkong tidak sah, sementara media pemerintah menegaskan Beijing tidak akan menyerah tetapi menunggu opini publik untuk melawan protes itu.

Puluhan ribu orang, yang berada di pusat bisnis internasional, berikrar tidak akan menghentikan blokade-blokade mereka di jalan hingga pihak berwenang Beijing memberi mereka pemilihan demokratis untuk memilih pemimpin mereka.

Demonstran Hongkong Tolak Tuntutan Hentikan Unjuk Rasa

KONFRONTASI - Para pengunjuk rasa Selasa menolak tuntutan segera mengakhiri aksi-aksi mereka yang telah melumpuhkan pusat kota itu.

Jumlah mereka membengkak untuk malam ketiga sebelum libur nasional yang diperkirakan akan memperkeras kampanye bagi pemilihan bebas, lapor AFP.

Para pemimpin protes yakin mereka akan mampu mengendalikan kerumunan Selasa malam dan Rabu untuk libur Hari Nasional, yang tahun ini menandai ulang tahun ke-65 berdirinya Tiongkok Komunis.

Hong Kong Rusuh, Wall Street Tumbang

KONFRONTASI - Saham-saham di Wall Street berakhir lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), ketika pekan yang penuh dengan data ekonomi mulai berlangsung sementara investor mengamati kerusuhan politik di Hong Kong.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 41,93 poin (0,25 persen) menjadi ditutup pada 17.071,22, sedikit menguat dari terendah 16.934,43 pada pagi hari, lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 kehilangan 5,05 poin (0,25 persen) pada 1.977,80, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq turun 6,34 poin (0,14 persen) menjadi 4.505,85.

Hong Kong shares fall, banks close amid protests

KONFRONTASI - In Hong Kong, shares have tumbled and banks have temporarily closed down as protesters demanding election reforms continue to take to the streets despite confrontation by police forces.

On Monday, shares fell and Hong Kong’s dollar dropped to a six-month low while some schools, businesses, and banks closed down as a result of the protests.

Banks in Hong Kong including HSBC, Citigroup, Bank of China, Standard Chartered, and DBS temporarily closed down some branches.

Gerakan Anti-Demokrasi di Hong Kong Bergerak Masif, Awas !

KONFRONTASI- Hati-hati dengan penipuan di Hong Kong ini… Sangat massif dan terstruktur!

Hati-hati kalau di pinggir-pinggir jalan di Hong Kong Anda diminta mengisi formulir, memberi nomor KTP Hong Kong, lalu tanda tangan, seperti terlihat di foto ini. Mereka adalah kelompok yang sedang menggalang dukungan untuk MENOLAK demokrasi di Hong Kong. Nama mereka memang “Gerakan Damai dan Demokrasi”, tapi sebenarnya mereka MENOLAK demokrasi di Hong Kong atau menolak gerakan “Occupy Central” (warga menduduki Central untuk menyampaikan aspirasi).

Pages