Hong Kong

Kanada Hentikan Traktat Ekstradisi, Pejabat Hong Kong Kecewa

KONFRONTASI-Para pejabat Hong Kong sangat kecewa dengan keputusan Kanada menghentikan traktat ekstradisi dengan kota itu dan mengecam Amerika Serikat (AS) ikut campur.

China menerapkan Undang-undang (UU) keamanan nasional baru di Hong Kong meski diprotes warga kota itu dan negara-negara Barat. Cengkeraman Beijing pun semakin kuat di pusat keuangan global itu.

Polisi Hong Kong Tangkap Ratusan Demonstran Penentang UU Keamanan

KONFRONTASI-Kepolisian Hong Kong menembakkan meriam air dan gas air mata serta menahan lebih dari 300 orang saat unjuk rasa menentang legislasi keamanan yang diterapkan China untuk membungkam pengkritik.

China merilis undang-undang (UU) keamanan baru setelah beberapa pekan ketidakpastian. Ribuan demonstran berkumpul untuk pawai tahunan memperingati penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China pada 1997.

AS Tegaskan Tak akan Diam atas UU Keamanan Hong Kong

KONFRONTASI-Amerika Serikat (AS) mengecam keras pengesahan undang-udang keamanan baru China terhadap Hong Kong. Washington kemudian menegaskan mereka akan terus mendukung kebebasan Hong Kong.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan, undang-undang keamanan yang disahkan oleh Partai Komunis China (PKC) adalah undang-undang yang kejam, yang ditujukan untuk mengakhiri kebebasan Hong Kong. Pompeo menuturkan, undang-undang ini juga mengungkap ketakutan terbesar PKC, yakni kehendak bebas dan kebebasan berfikir rakyatnya sendiri.

UU Keamanan China Bikin Perusahaan AS di Hong Kong Was-was

KONFRONTASI-Mayoritas perusahaan Amerika Serikat (AS) di Hong Kong mengkhawatirkan langkah Beijing untuk memberlakukan undang-undang keamanan nasional di pusat keuangan global itu, menurut survei Amcham.

Sebanyak 180 anggota Amcham mengikuti survei pada 1 hingga 2 Juni.

Sebanyak 30 persen responden menyatakan cukup prihatin dan sebanyak 53,3 persen sangat prihatin tentang pemberlakuan undang-undang keamanan nasional yang bertujuan untuk mengatasi pemisahan diri, subversi, terorisme dan campur tangan asing di Hong Kong.

Kerusuhan Meluas di AS, China: Pemandangan yang Indah untuk Dilihat

Konfrontasi - Media milik Pemerintah China pada akhir pekan ini membidik Pemerintah AS karena banyaknya kota di negeri Paman Sam dicekam aksi protes dan kerusuhan yang dipicu oleh kematian pria berkulit hitam, George Floyd. Media itu lantas membandingkan kerusuhan di AS tersebut dengan gerakan prodemokrasi di Hong Kong.

Beijing memang telah lama dibuat geram oleh kritik yang datang bertubi-tubi dari Barat, terutama Washington DC, atas penanganan protes prodemokrasi yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.

Donald Trump Hapus Perlakuan Khusus untuk Hong Kong, Ribuan Mahasiswa Kena Imbasnya

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memerintahkan untuk menghapus perlakuan khusus bagi Hong Kong.

Ini merupakan respons atas upaya China memberlakukan undang-undang (UU) keamanan nasional di wilayah semi-otonomi tersebut.

Menurut dia, China melanggar otonomi Hong Kong dengan memberlakukan UU Keamanan.

"Kami akan mengambil tindakan untuk mencabut perlakuan istimewa Hong Kong," katanya, seraya menambahkan, AS juga akan menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang dianggap bertanggung jawab.

China Terapkan UU Keamanan Pada Hong Kong, Jepang Was-was

KONFRONTASI-Jepang mengaku sangat prihatin tentang langkah parlemen China untuk melangkah maju dengan undang-undang (UU) keamanan nasional untuk Hong Kong. UU ini dikhawatirkan oleh para pengamat dapat membahayakan otonomi khusus dan kebebasan Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut Hong Kong sebagai mitra yang sangat penting, menggarisbawahi hubungan ekonomi yang erat dan pertukaran orang-ke-orang.

Hong Kong's veteran pro-democracy activists defiant as they hear charges in court

KONFRONTASI-Some of the 15 pro-democracy activists arrested in police raids in Hong Kong showed defiance on Monday as they appeared in court to hear charges of participating in illegal anti-government demonstrations last year.

Veteran politicians, a publishing tycoon and senior lawyers were among those arrested last month in the biggest crackdown on the movement’s key figures since the protests began. The move drew criticism from rights activists and Western politicians.

Warga Hong Kong Serbu Supermarket, Khawatir Kekurangan Stok Makanan Gara-gara Corona

KONFRONTASI-Warga Hong Kong mulai merasa khawatir jika penyebaran virus corona akan mempengaruhi ketersediaan stok makanan. Mereka menyerbu toko-toko swalayan untuk mendapatkan banyak makanan.

"Semua orang menyambar apa pun yang bisa mereka dapatkan. Saya bahkan tidak tahu apa yang sedang terjadi," kata seorang warga, seperti dikutip Reuters, Jumat (7/2).

Pages